It was cold, but it’s Coldplay!

Setelah nonton konser Sting – Symphonicity Tour bulan Juli 2011 lalu di München, tanggal 12 September kemarin konser Coldplay lah yang saya tonton bersama sahabat saya. Pagi-pagi sudah bersemangat pergi dari Bayreuth ke München naik kereta. Suhu sudah cukup dingin saat itu, tapi belum hujan. Pakaian kami seadanya saja. Karena masih awal-awal September, jadi rasanya t-shirt, cardigan, trench coat tipis, syal tipis, jeans dan sepatu flat dengan stocking tipis saja cukup. Setibanya di München suhu ternyata lebih dingin, hujan mulai turun pula. Tapi tekad dan excitement mau menonton Coldplay mengalahkan segalanya, haha. Lagipula ini “petualangan” kami berdua, cewek-cewek yang tergila-gila pada Coldplay, hehe. Jauh-jauh dari Bayreuth, iseng menginap di hotel karena konser pasti sampai malam tak mungkin mengejar kereta pulang ke Bayreuth. Jadi kami menikmati betul perjalanan kali ini. Tidak ada niat belanja, tumben, karena tujuan utamanya adalah Coldplay.

Setelah mengisi perut sekitar jam 16an dengan Thai Food yang enak dan murah di sebelah hotel tempat kami menginap, kami jalan-jalan dulu ke kota, mau ngopi ceritanya. Ini ternyata keputusan yang tepat, makan nasi dan sup panas, karena ternyata ini membuat kami bisa bertahan sekitar 4 jam di ruang terbuka pada suhu 6°C dengan kostum seadanya. Nekat, haha, tapi itu di luar perkiraan kami.

Kami kemudian santai ngopi dulu di Starbucks sambil menghangatkan badan dan menunggu waktu serta menunggu hujan berhenti. Namun, hujan tidak berhenti juga, suhu juga malah semakin dingin. Sekitar jam 17 lebih kami berangkat ke Olympiastadion München, supaya bisa mendapatkan tempat duduk yang strategis, karena kami membeli tiket tribun dengan pemilihan tempat duduk yang bebas. Konsernya sendiri menurut jadwal akan dimulai jam 19. Jadi setidaknya jam 18 lah kami sudah ada di sana. Sampai di Olympiapark sudah banyak orang berdatangan. Di depan sudah ada calo-calo yang menjual tiket. Ya, calo-calo tiket tidak hanya ada di Indonesia, di Jerman juga ada. Selain mereka, ada juga yang membagikan plastik jas hujan dan bantal tiup. Dan ini gratis! Ini semua akan berguna, karena hujan tak juga berhenti. Kursi stadion dari besi juga dingin, bantal ini lumayan membantu mengatasi supaya tidak duduk kedinginan di tribun.

Di gerbang masuk ke arena Olympiastadion yang bisa memuat sekitar 100.000 orang itu, tiket diperiksa. Tidak begitu ketat, hanya dilihat isi tas. Tidak boleh membawa kamera dan tidak boleh membawa air minum lebih dari 250 ml. Itu saja, biasa. Di dalam kemudian kami dibagikan gelang xylo. Kami minta gelang masing-masing dua dan diberi, hehe. Dan seperti biasa di setiap acara di Jerman, selalu ada penjual bir, Bretzel dan Bratwurst. Orang-orang masih berkumpul di luar, makan dan ngebir dulu. Kami mencari tempat di dalam. Masih kosong, jadi masih bisa dapat tempat di tengah. Tadinya kami kira cuma kami yang agak-agak dewasa yang nonton konser tersebut, ternyata di sebelah kami ada kakek-kakek berusia sekitar 60 tahun lebih dengan perempuan yang mungkin pacarnya, haha. Gossip dimulai, ngapain si kakek nonton Coldplay?! :))

Bild

Nunggu lumayan lama juga, sementara hujan tak juga berhenti, makin dingin. Panggung bahkan diberi tenda-tenda untuk melindungi alat-alat band dan sound system supaya tidak terkena air. Tepat jam 19 penyanyi pembuka, namanya entah siapa lupa, perempuan, dari Inggris juga, memulai acara. Heboh sendiri dia, tapi lumayan lah untuk goyang-goyang badan sedikit, supaya agak hangat. Berharap ada yang jualan bandrek atau bajigur dan kacang rebus saat itu, haha. Lumayan juga ini band pembuka tampil sekitar 45 menit di bawah guyuran hujan. Selanjutnya masih ada satu penyanyi lagi, juga dari Inggris, perempuan juga, lupa juga siapa namanya. Yang ini tidak begitu enak, cara nyanyinya terlalu dibuat-buat. Mereka main di bawah tenda juga, karena hujan malah makin deras.

Lucu juga ternyata nonton konser di arena terbuka seperti itu dalam suasana hujan. Penonton yang berdiri di depan panggung dengan payung warna warni dan jas hujan warna warni membuat suasana meriah, sesuai dengan tata panggung Coldplay dan latar belakangnya yang menggunakan warna-warna spotlight. Ambulance disediakan di pinggir arena, karena ternyata benar saja ada beberapa orang yang pingsan kedinginan. Orang-orang Münchennya sendiri yang datang menonton membawa perlengkapan yang lengkap, ada yang bawa selimut segala. Pakaian mereka sudah seperti pakaian musim dingin saja. Saya dan teman saya nekat juga dengan kostum yang hanya seadanya seperti itu.

Hujan yang deras membuat panggung basah, sehingga beberapa kali panggung harus dibersihkan dan disapu airnya. Menjelang pukul 21, tenda dibongkar, panggung dibersihkan lagi, dan penonton di tribun tempat saya dan teman saya duduk sudah berteriak histeris saat ada dua mobil hitam masuk ke arena. Pasti mobil itu membawa personil Coldplay dan benar!

Stadion yang tadinya gelap kemudian terang benderang seiring dengan naiknya semua personil Coldplay ke atas panggung. Whoaaaa!!!! Teriakan dan tepuk tangan bergema di seluruh penjuru stadion. Merinding!! Padahal mereka belum mulai sama sekali. Lampu kemudian dipadamkan kembali, dan musik pembuka dimulai, permainan lampu di empat layar besar dimulai dan…gelang xylo tiba-tiba menyala!!! Seluruh stadion yang gelap menjadi berkelip-kelip. Luar biasa!! Intro mylo xyloto dan „Hurts Like Heaven“ pun dimulai! Yeaaahhhhh!!!!

Bild

Penonton semua langsung berteriak, ikut bergoyang dan ikut bernyanyi dengan Chris Martin. Whoaaaa!!! Rasanya seperti mimpi mendengarnya bernyanyi langsung! Tata lampu dan cahaya ditambah kembang api membuat panggung tampak spektakuler. Di layar besar ditampilkan semua personil. Saya dan teman saya sudah teriak-teriak saja: oooowoooohhh….ooowooohhh….bersama-sama membuat koor massal dengan lebih dari 70.000 orang di sana. Chris Martin bernyanyi sambil main piano yang penuh coretan warna warni. Kemudian menyapa kami dengan beberapa kalimat dalam bahasa Jerman: „Wir sind glücklich und es ist eine Ehre, hier in München zu sein“ Walaupun hujan dan dingin „no matter what the weather is doing“. Yeaaahhhh!!! Semua berteriak bersama.

Selanjutnya lagu-lagu Coldplay yang lain dinyanyikan di bawah hujan, dengan Chris Martin yang berlari ke sana kemari di panggung berbentuk T itu. Dia hanya pakai t-shirt tipis lengan pendek. Keringetan dan kedinginan sekaligus, pasti masuk angin tuh sudahnya, haha. Di setiap lagu penonton selalu ikut berteriak, tepuk tangan dan melompat-lompat. Di beberapa lagu kojonya mereka, kami semua bernyanyi bersama, membuat koor massal lagi, tidak membiarkan Chris Martin menyanyi, seperti di lagu „In My Place“, „The Scientist“, „Yellow“, „Paradise“, „Fix You“, „Every Teardrop is a Waterfall”, “Peanut”, “I’m singing in the Rain” dan tentu saja di lagu „Viva la Vida“. Koor massal penonton terjadi lagi lagi di akhir lagu „Viva la Vida“ ini. Yuhuuuuu!!! Di lagu „Princess of China“, gambar dan suara Rihanna muncul di layar besar, kemudian Chris Martin “berduet” bersamanya.

Selain gelang xylo yang berkelip-kelip, kembang api, lampu-lampu spotlight, balon-balon juga ikut diterbangkan, belum lagi lampion-lampion berbentuk kupu-kupu raksasa yang ada di pinggir-pinggir tribun juga ikut dinyalakan. Seru! Chris Martin yang energik, juga personil lainnya, membuat suasana semakin meriah dan hangat. Padahal hujan turun terus menerus, malah semakin rapat. Tapi hujan ini juga jadi  latar yang bagus saat lagu “Fix You” dinyanyikan. Huaaa…..romantis!

Entah karena kedinginan atau apa, beberapa kali Chris Martin nyanyi dengan nada yang tidak pas. Bahkan di lagu “Yellow” dia tidak terlalu bagus, lebih bagus suaranya Ariel NOAH saat mengcover lagu itu, hehehehe. Tapi dimaafkan lah untuk seorang Chris Martin selip-selip dikit ;)) Acara nada yang selip-selip ini terjadi kembali saat mereka menyanyikan lagu “Speed of Sound” secara akustik. Sebelumnya kami mengira pertunjukan selesai, karena lampu dipadamkan, dan mobil hitam mendekati panggung akan menjemput mereka. Tapi masa sih berhenti begitu saja tanpa pamitan?! Hehe. Ternyataaaa…mobil hitam itu berhenti tepat di depan tribun kami, Chris Martin dan personil lainnya keluar dan berlari menuju panggung kecil agak ke tengah penonton. Huaaaaa…..tidak ada yang menyangka! Penonton yang berdiri dekat situ beruntung sekali tuh. Kami yang di tribun saja senang lihatnya.

Bild

„Speed of Sound“ dimulai dengan petikan gitar akustiknya Chris Martin. Di tengah-tengah lagu, saat sedang asyik-asyiknya menyanyi, tiba-tiba di second chorus suaranya selip, haha! Dan dia minta maaf, “Sorry!” Sambil ketawa dan ditertawakan oleh personil lainnya. Lalu dia menghentikan nyanyinya sambil ketawa-ketawa juga dan bilang bahwa dia nyanyinya jelek, minta maaf pada personil dan semua penonton lalu minta second chorusnya diulang lagi. Hahaha! Dimaafkan! Rocker juga manusia, hehehhe. Penonton malah senang diberi suguhan yang sangat manusiawi itu. Apa sih yang ngga untuk Chris Martin yang saat itu mengenakan t-shirt ungu muda dan jacket jeans serta Coldplay nya, hahaha. Lanjut lagi!

Beberapa lagu dinyanyikan secara akustik sebelum mereka pindah kembali ke panggung besar. Kali ini mereka tidak naik mobil, tapi lari sambil melambaikan tangan melewati depan tribun kami. Yeaaahh, geer bener deh berasa didadahin Chris Martin, haha, jadi semangat ikut lambai-lambai tangan juga :))

Sesampainya di panggung besar, setelah “Fix You”, Chris Martin bilang bahwa gitaris mereka, Jonny Buckland, hari itu berulang tahun. Jadilah seluruh stadion menyanyikan lagu Happy Birthday untuk si Jonny. Dilanjutkan dengan acara membuka botol champagne. Seruuu!!

Beberapa lagu masih dinyanyikan sampai akhirnya sekitar jam 22:30 dinyanyikan lagu terakhir dan kemudian mereka berpamitan. Huaaa…belum puas! Sebentar sekali. Ada sekitar 15 lagu yang dibawakan, tapi walaupun kami bertepuk tangan minta tambah, tidak diberi juga, huhuhu. Padahal saya tadinya mengharapkan lagu “Hardest Part” ada dalam songlist. Tapi ya sudahlah, sudah kedinginan juga, haha. Yang jelas saya puas berteriak-teriak sambil loncat-loncat dengan teman saya dan ada satu laki-laki sebelah teman saya yang nonton sendirian, yang tadinya malu-malu mau goyang-goyang dan lompat-lompat, gara-gara melihat kami cuek saja, dia akhirnya ikut cuek juga, hahaha. C’mon! It’s coldplay! Jangan terlalu “cold” ;)

Pulang, keluar mengantri dengan tertib. Inilah enaknya nonton konser di Jerman, semua tertib, ngga ada desak-desakan dan rebut-rebutan. Yang jelas semua gembira dan puas. Kedinginan? Tidak dirasakan, haha! Berjalan beramai-ramai menuju stasiun U-Bahn sambil masih bernyanyi-nyanyi, beberapa gelang bahkan masih menyala. Seru! Karena di dalam U-Bahn pun kami masih menyanyi-nyanyi. Tapi semua senang, semua tersenyum dan membicarakan konser tadi. Benar-benar malam yang menyenangkan. Danke Coldplay, danke München!

Bild

Dalam perjalanan menuju hotel baru terasa deh bahwa perut kami lapar dan minum coklat hangat kayaknya enak juga. Jadilah, jam 00:00 tepat kami mengantri di Burger King, satu-satunya restoran yang buka jam segitu dan baru bisa makan burgernya 30 menit kemudian. Dan semua yang mengantri itu adalah mereka yang juga baru pulang nonton Coldplay bersama kami, terlihat dari gelang yang masih mereka pakai :))

Pulang ke hotel, masuk ke selimut hangat, tidur nyenyak sambil tersenyum. Rasanya masih seperti mimpi, haha. It was cold, but it’s Coldplay, man! Puas banget deh pokoknya! So, the next concert is …. The Cranberries on 2nd of December. Yeaaahh, can’t wait! Excitednya sudah dari sekarang :))

Advertisements