Surprising Turkey #9

Kejutan 9: „Your child?!“ – Goodbye Aegean Turkey!
Yup, hari ini kembali ke Jerman. Malas tidak malas, harus kembali, hehe. Setelah memastikan urusan penjemputan dari hotel ke bandara Dalaman, sarapan pagi dengan santai, masih sempat makan siang juga, kami akhirnya “menggelandang” di Turunc, karena sudah harus check out dari hotel, sementara kami baru akan dijemput jam 17. Untung barang masih bisa dititipkan di hotel. Jalan-jalan di seputaran Turunc, saya masih sempat membeli taplak meja khas Turki untuk ibu saya. Kemudian kami duduk-duduk saja di tea garden tepi pantai, menikmati cay dan semilir angin pantai. Setelah itu jalan-jalan lagi, eh….ternyata ada penjual dondurma dekat situ. Lha kok baru ketahuan, hehe. Cuma karena kami malas menukar uang lagi dan harganya juga mahal, 12 TL (bandingkan dengan dondurma seharaga 5 TL sebelumnya). Jadi kami ngga beli deh, hehe (rada pelit, hehehe).

Jam 17 kami dijemput shuttle bus dari 1&2 fly tour. Hujan deras sekali di luar selama perjalanan dari Turunc  ke Dalaman melewati Marmaris lagi. Harus kembali ke Jerman, hehe.

Sampai bandara Dalaman, antrian di check in counter ke Düsseldorf sudah cukup panjang, tapi semua berjalan lancar. Ada kejadian lucu saat akan diperiksa imigrasi, saya mengantri di depan Lola. Saat giliran saya tiba, petugas imigrasi menyuruh saya memanggil Lola supaya ikut saja sekalian diperiksa, dia bilang, “Your child” sambil member isyarat dengan tangan menyuruh saya meminta Lola maju. Heh? You child? Lola is my child? Hahaha, hadeuuh…tampang kami ngga ada mirip-miripnya dan apa tampang saya sudah segitu tuanya sampai disangka ibunya Lola? Atau tampang Lola yang amat sangat kemudaan? Halah! Hehehe

Tak lama kami sudah berada di pesawat ke Düsseldorf. Libur telah usai. Kami kembali ke Jerman dengan perasaan puas tidak puas. Puas dengan liburannya yang menyenangkan dan banyak kejutan yang indah. Murah pula, hehe. Tidak puas, karena masih banyak yang ingin dilihat di Turki. Istanbul belum lho. Namun, itu disimpan untuk rencana jalan-jalan berikutnya deh. Masih banyak yang harus dikerjakan di depan kami.

Güle güle!

Werbeanzeigen

Surprising Turkey #8

Kejutan 8: Hammam: turkish bath dan dondurma!

Agak santai kami dijemput oleh mobil J&J travel untuk pergi ke Hammam, bisa sarapan dulu di tepi pantai, hehe. Yang pergi bersama kami juga sepasang suami istri asal India. Hammamnya sendiri ada di Marmaris, di sebuah hotel. Lupa namanya. Kami masuk dan berganti baju, diberi handuk lebar dan kemudian masuk ke tempat sauna. Hmm….:) Setelah dari sauna, ini dia bagian yang paling utama: mandi busa sabun. Hammam! Dari makna katanya Hammam ini sebenarnya adalah mandi uap, dikenal di daerah-daerah oriental jazirah Arab, Iran dan Turki. Biasanya yang dimandikan akan berbaring di atas marmer, kemudian disiram, disabuni dengan busa yang penuh sampai menutupi  seluruh badan dan dipeeling oleh seorang Tellak (Bademeister). Benar-benar enak deh, hehe. Setelah  selesai mandi, kemudian dilanjut dengan masker. Saya sampai tertidur saat proses masker ini, saking relaxnya tubuh. Selesai masker, mulailah massage dengan aromatherapy oil. Sayangnya, yang memijat saya tidak terlalu enak pijatannya. Atau mungkin karena saya terbiasa dipijat shiatsu yang keras, ketika dipijat biasa malah jadi terasa tidak enak. Kayak diusap-usap saja, bukannya dipijat, hehe. Tapi ngga apa-apa, proses yang lainnya sudah bikin tubuh saya relax sekali kok.

Membersihkan diri lagi dan kembali ke Marmaris dengan badan harum dan relax. Segar sekali! Memang pilihan yang tepat menempatkan hammam di akhir perjalanan, setelah capek jalan-jalan, tubuh dimanjakan dengan sauna, mandi, masker dan pijat. Surga dunia deh, hehe.

Sempat makan siang di hotel, setelah itu kami tidak ada acara lagi. Ngapain ya, di Turunc saja bosan, ya sudah kami memutuskan ke Marmaris lagi, mau beli pembatas buku tambahan dan mau mencari dondurma. Es krim khas Turki. Di Turunc belum nemu soalnya.

Nyari-nyari-nyari, keliling sana sini, sempat belanja-belanja dulu, belum ketemu juga yang menjual dondurma. Sudah pasrah aja, eeehh..tahunya kami melihat kios kecil didominasi warna pink, dengan gambar penguin lucu bertuliskan “sunshine. ice rock. dondurma” haha, yes! Nemu juga. Tapi, tentu saja ini bukan dondurma tradisional melainkan dondurma yang sudah dimodifikasi dengan isi macam-macam. Yang jualannya juga anak-anak muda, yang agak heran melihat kami berdua yang heran saat si anak mulai “mengolah” dondurmanya. Jadi, dondurma yang berarti: freezing itu adalah es krim khas daerah Aegean yang terbuat dari krim dicampur salep yang terbuat dari bunga anggrek dan chewing gum. Es krim ini bisa ditarik-tarik, dipenyet-penyet, dibolak-balik tanpa meleleh. Perlu waktu sekitar 10 detik untuk membuat es krim dari sendok mencair. Dan kami heran betul saat si anak membolak balik dan menarik-narik es, mencampurnya dengan strawberry dan kacang, dibolak balik lagi dan dimasukkan ke dalam wafel segede gaban kemudian diberi sendok. Ya, makannya harus menggunakan sendok. Masih terkagum-kagum dengan proses pembuatan dondurma tadi, kami menyendok dondurma besar seharga 5 TL itu dan rasanya….enak!! Segar dan enak deh, ngga bisa diterangkan bagaimana rasanya, harus dicoba sendiri. Pokoknya berbeda dengan es krim biasa dan gelato yang biasa saya beli di Jerman.

Puas makan dondurma, kami melanjutkan lagi acara jalan-jalan di Marmaris kemudian duduk-duduk lagi di tepi teluknya. Hari terakhir di Marmaris. Keesokan harinya kami akan kembali ke Jerman. Sore hari, kembali lagi ke Turunc. Dinner terakhir di tepi pantai, diiringi lagu „Goodbye my lover“nya James Blunt. Huaaa…males balik ke Jerman, masih ingin liburan, hehe.