Surprising Turkey #7

Kejutan 7: Izmir dan entertainment on “bus”
Pagi-pagi kami sudah keluar hotel akan berangkat ke Izmir lewat Marmaris, karena bisnya berangkat dari Marmaris. Naik dolmush, belum sarapan, kami berniat akan sarapan di Marmaris saja, karena memang belum jadwalnya sarapan juga di hotel, juga karena kami tidak mau sampai ketinggalan bis. Bis akan berangkat jam 9, perjalanan ke Izmir menempuh waktu sekitar 3 jam, jadi diperkirakan kami bisa sampai tengah hari di Izmir. Dicky, teman saya, akan menjemput di stasiun bis nya.

Sampai di Marmaris, check in dulu, terus mencari sarapan. Tidak jauh-jauh dari pool perusahaan bis Kamilkoc di tengah kota Marmaris, ada sebuah bakery yang juga menyediakan tempat duduk di dalam dan di luar. Asyik juga. Kami membeli Börek, yaitu sejenis roti yang terbuat dari sejenis pastry biasanya diisi keju, daging cincang atau bayam. Sarapan di Turki memang biasanya asin. Selain Börek, tentu saja kami juga minum cay, turkish tea yang enak itu. Minuman wajib, hehe. Untuk menu sarapan itu, per orang kami hanya mengeluarkan uang 1,5 TL atau sekitar 75 cent atau sekitar 7500 rupiah. Murah sekali. Di Jerman 75 cent Cuma harga rotinya saja. Hehe, jadilah kami sarapan dengan senang.

Kami kemudian naik mini bus dulu, diantar ke terminal bis yang berada sedikit di pinggir kota Marmaris. Bis antarkota sudah menunggu di sana. Kejutan manis kami terima begitu masuk ke bis antarkota tersebut. Bisnya bagus dan nyaman sekali dan…dilengkapi dengan layar hiburan layaknya di pesawat di masing-masing tempat duduknya. Wow! Ini belum seberapa, bisnya juga punya “pramugara” berpakaian lengkap, berjas dan berdasi. Kalau sopirnya sih jelas. Itu juga belum seberapa, ternyata….tidak lama bis berjalan kami kemudian disuguhi air (ini masih biasa), tapi lalu datang es krim! Lalu datang lagi kue-kue. Wah! Hahaha, tidak menyangka sama sekali. Itu semua sudah termasuk service mereka. Benar-benar seperti layanan di pesawat. Jadi kita tidak perlu repot-repot bawa bekal air dan makanan, padahal kami sudah siap lho dengan bekal makanan dan minuman, mikirnya perjalanan panjang pasti lapar dan haus, ternyata….tidak perlu! Jangan-jangan, kalau perjalanannya lebih panjang lagi, ada service makan berat juga nih, hehe.

Akhirnya sepanjang jalan menuju Izmir, yang jalurnya sama dengan jalur ke Ephesus, saya menonton film. Semua filmnya didubbing bahasa Turki, ngga ngerti sih, tapi ngga apa-apa lah, hehe. Sisanya, dipakai tidur, hehe. Izmir adalah kota terbesar ketiga di Turki setelah Istanbul dan Ankara, sebuah kota industri. Memasuki kota Izmir sudah tampak pabrik di mana-mana. Dicky sudah menunggu kami di stasiun. Karena kami hanya punya waktu sedikit, kami langsung naik shuttle bus gratis, service dari perusahaan bis Kamilkoc juga,  ke kota Izmir. Izmir terletak di tepi pantai juga. Kotanya cukup sibuk dan padat, maklum, kota industri. Kami kemudian menuju grand bazaar Izmir. Tujuan utamanya memang itu, sekalian makan siang dan beli oleh-oleh.

Masuk ke pasar yang bersih penuh dengan toko-toko souvenir dan turkish delight. Kalau punya waktu banyak, ingin sekali menyusuri pasar dengan santai, tapi saat itu kami sudah lapar juga. Akhirnya mencari tempat makan dulu di tengah pasar. Wow! Ramainya dan seru! Kami memesan makanan khas Turki. Saya memesan izgara köfte, semacam perkedel daging yang dicampuri bumbu oregano, jintan, paprika bubuk,m merica, bubuk cengkeh dan kayu manis. Ah, saya memang selalu suka makanan Turki dan yang sedaerahnya, karena bumbu-bumbunya kaya.

Selesai makan, Dicky membawa kami ke toko langganan dia membeli souvenir. Tawar menawar diserahkan kepada Dicky deh, kami tahu beres. Tidak banyak yang kami beli, hanya barang-barang kecil seperti dompet dan pembatas buku dengan motif-motif karpet Turki dan gantungan kunci. Saya kemudian membeli satu gantungan bumbu berisi beragam bumbu khas Turki. Lola membeli tambahan turkish delight. Setelah itu, kami berjalan pulang menuju pool Kamilkoc, naik shuttle bus nya lagi menuju terminal bis antarkota Izmir. Yup, kami cuma mau makan dan belanja saja di Izmir dan ketemu Dicky tentu saja, haha. Niat banget ya. Namun, dengan begitu kami jadi tahu bagaimana naik bis antarkota super nyaman di Turki, yang kata Dicky bahkan untuk jarak jauh misalnya ke Istanbul dan Ankara bisnya dilengkapi wifi dengan kursi yang juga nyaman untuk tidur. Harganya pun tentu sangat jauh lebih murah dibandingkan naik pesawat. Kalau naik bis bisa senyaman itu, semua orang juga mau naik bis. Coba ya, bis di Indonesia bisa dibuat seperti itu, hehe.

Sampai ke Marmaris jam 9 malam. Sudah kami perkirakan, jadi kami bisa naik dolmush terakhir ke Turunc. Saat itu malam minggu, suasana di jalan sih masih ramai, tetapi Dolmush yang kami tumpangi isinya hanya kami berdua,  ditambah sopir dan pacar si sopir. Dan si sopir tampaknya sedang ingin pamer sama pacarnya, dia menjalankan dolmushnya dengan amat sangat ngebut, ngepot ke sana ke mari, di jalanan yang naik dan turun dengan terjal, bolak belok pula. Belum lagi ditambah house music dengan volume full. Hoalaaaah…tinggal kami berdua yang badannya kecil dan langsing ini sudah terpental-pental di belakang, sambil pegangan erat, kalau ngga jangan-jangan sudah terlempar ke luar, hehehe,sementara si sopir tampak asyik pacaran. Dan bukan hanya itu saja kejutan dari si sopir, tiba di Turunc, dia masih mengajak kami ke rumah pacarnya dulu sebelum akhirnya menurunkan kami di samping hotel. Hoalaaaah….turun dari dolmush lutut gemetaran dan jantung serasa mau copot deh. Bener-bener deh, haha.

Karena itu, makanya kami jadi lapar juga, dan akhirnya memutuskan makan malam dulu di resto kebab dekat hotel. Kebab ayam, tidak terlalu enak sih, tapi daripada kelaparan, toko-toko semua sudah tutup, dan Turunc kan desa, jadi sepi. Semua turis pergi ke Marmaris untuk menghabiskan malam minggu. Memangnya kami, jam 11 sudah selimutan. Turis yang aneh, hehe. Tapi biarin saja, kami sudah senang karena besoknya adalah jadwal kami untuk pergi ke hammam. Yeah!

Advertisements

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s