Surprising Turkey #6

Kejutan 6: “Cotton castle” Pamukkale, Cleopatra’s Thermal dan karpet Turki
Bangun tidur, terus kembali sarapan dengan nyaman dan enak, energi kami sudah siap untuk dipakai berkeliling perbukitan Pamukkale dengan teraseringnya yang indah sehingga membuatnya masuk ke dalam warisan sejarah dunia oleh UNESCO.  Bis membawa kami ke atas. Tiket masuk ke dalam area wisata yang terletak di provinsi Denizli ini sebesar 12 TL. Ahmed masih memandu kami dan seperti biasa memberikan penjelasan yang detil tentang terasering ini.

Saya tidak punya cukup kata untuk menggambarkan keindahan terasering putih dengan airnya yang membiru. Indah! Indah! Indah! Apalagi dari ketinggian bukit ini kita bisa melihat juga pemandangan kehijauan nun jauh di sana. Ditambah lagi dengan langit yang biru terang yang memantul pada teras-teras berisi air yang mengalir ke bawah, menjadikannya seperti  paduan lukisan karya Sang Maha Pencipta dan Maha Indah. Semampu-mampunya saya gunakan mata saya mencerap dan merekamnya dalam ingatan bahwa saya pernah berada di salah satu tempat yang sangat indah ini.

Ingin rasanya berlama-lama di sana, berjalan-jalan telanjang kaki menyusuri tepian terasering ini sambil merendam kaki di airnya yang hangat, tapi ingat harus hati-hati karena batunya cukup licin. Ya, air hangat. Di sini terdapat juga sumber air panas yang kemudian dibuat pemandian bernama Cleopatra’s Thermal. Uniknya pemandian air hangat ini ada di reruntuhan kuil. Jadi jika kita berendam, maka di dasar kolam itu adalah reruntuhan pilar. Menarik dan unik. Untuk berendam kita harus membayar extra sebesar 25 TL. Lola berendam, sedangkan saya duduk-duduk saja sambil beristirahat dan foto-foto.

Selain Cleopatra’s Thermal di kawasan ini juga ada museum dan tentu reruntuhan kota tua Hierapolis. Waktu itu kami sudah dibiarkan bebas, tidak mengikuti rombongan lagi. Karena melihat jalan menuju ke Hierapolis cukup jauh juga, padahal sudah mendekati waktu untuk pulang, akhirnya kami hanya mendekati Hierapolis saja kemudian menuju bis. Capek juga sih.

Dalam perjalanan pulang, setelah makan siang kami mampir dulu ke pabrik karpet Turki terkenal.  Di sana kami diperlihatkan proses pembuatan dengan tangan karpet Turki yang terkenal itu. Pantas harganya mahal: hand made, bo. Setelah itu kami dipersilakan masuk ke ruang pamer, sekaligus galeri tokonya. Sambil menikmati “suguhan” beragam karpet yang indah dari jaman kuno sampai modern, kami juga disuguhi teh apel. Duh, hanya bisa ngiler deh lihat karpet-karpet indah menawan dan empuk itu. Karpet kecil untuk kepala yang digunakan saat shalat juga harganya sudah 50 €, apalagi yang besar, bisa ribuan Euro. Yah, cukup melihat-lihat saja deh.

Setelah dari sana, kami mengunjungi galeri dan tempat pembuatan perhiasan dan hiasan dari batu onyx. Kalau punya uang banyak pasti kalap deh ingin belanja di sini. Bagus-bagus! Yah dan di sini pun kami juga hanya bisa ngiler, hehe. Lain kali ya, kalau ada rejeki nomplok ;)

Selesai, kami pun pulang ke Turunc. Masih sempat makan malam di restoran tepi pantai Hotel Özcan dengan diiringi lagu “Goodbye, my lover”nya James Blunt. Bikin pengen nyemplung aja ke laut, hehe. Istirahat dan tidur cepat, besok paginya akan ke Izmir. Jalan-jalan lagiii…

Advertisements

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s