Surprising Turkey #4

Kejutan 4: Marmaris, OctoBUS, Castle Museum, Café “tertinggi” dan nazar boncuğu lagi
Liburan kami kali ini memang benar-benar santai. Jadi bangun tidur juga santai kemudian dilanjutkan dengan sarapan yang santai juga. Benar-benar dinikmati sarapan pagi berlimpah ruah. Ini penting untuk menambah energi dan menjaga stamina. Sarapan yang baik dan menyenangkan selalu bisa membuat hari menjadi menyenangkan juga.
Kemudian kami menunggu Dolmush di „halte“ dekat jembatan desa Turunc sambil memperhatikan bagaimana cara menggunakan „angkot“nya Turki ini. Dolmus ini semacam mini bus dengan kapasitas penumpang sekitar 16 orang. Ongkos Dolmush dari Turunc ke Marmaris ini 5 TL atau sekitar 25.000 Rupiah. Perjalanan dari Turunc ke Marmaris menempuh waktu sekitar 45 menit. Ongkos dibayarkan ke sopir sebelum Dolmush berangkat. Cukup penuh juga Dolmush ini dengan para turis yang akan pergi ke Marmaris. Tampaknya Marmaris memang jadi tujuan untuk belanja dan mencari hiburan lainnya, dan Turunc dipakai untuk istirahat dan berjemur saja, karena lebih tenang dan sepi. So, mari kita berangkat ke Marmaris.

Dan di perjalanan siang hari itu lah untuk pertama kalinya kami melihat pemandangan yang luar biasa indahnya: jalanan yang berkelok-kelok naik turun dengan kondisi jalan yang cukup bagus, bukit dan tebing  di satu sisi, di sisi lainnya jurang dengan tebing yang terjal dan di bawahnya laut membiru. Duh, indah betul.  Perjalanan dari Turunc ke Marmaris juga melewati Icmeler, kota kecil yang dipenuhi oleh hotel-hotel dan tempat peristirahatan yang nyaman menghadap ke laut.

Marmaris sendiri adalah kota yang cukup besar, berada di teluk dengan marina yang cukup besar dan penuh dengan perahu dan kapal untuk pesiar. Tentu saja suasananya lebih hidup dan ramai dibandingkan Turunc. Orang-orang duduk di bangku-bangku yang ada di trotoar pinggir pantai sambil makan es krim atau bermain-main di pantainya. Jalan di jalur Turunc – Marmaris itu juga cukup lebar dan ditanami pohon palem yang tinggi. Satu kesan yang cukup kuat terasa setelah dua hari ada di Turki ini adalah: bersih dengan management wisata yang cukup baik ditunjang dengan sarana dan prasarana yang juga baik.

Ini terbukti juga ketika kami mencari bis untuk pergi ke Izmir. Jika di Jerman, kereta api adalah sarana transportasi utama yang nyaman untuk bepergian antarkota, maka di Turki bis adalah sarana transportasi utama. Kemudian kami masuk ke salah satu perusahaan moda transportasi bernama Kamilkoc. Itu juga iseng. Pokoknya begitu melihat spanduk: bus Marmaris – Izmir, kami masuk saja. Hehe. Selain Efes dan Pamukkale, kami juga memang akan pergi ke Izmir untuk mengunjungi teman saya, Dicky, yang sedang kuliah di Izmir, sekaligus mencari oleh-oleh di Grand Bazaar Izmir. Itu saran Dicky, katanya di sana bisa dapat oleh-oleh lebih murah dibandingkan di tempat lain dan dia berjanji akan membawa kami ke toko langganannya, supaya bisa dapat diskon juga. Hehe.

Tarif bis dari Marmaris ke Izmir pp 75 TL dengan waktu tempuh perjalanan sekitar 3 jam. Kami akan berangkat pagi-pagi sekali dari Turunc dan pulang sebelum Dolmush terakhir dari Marmaris. Perjalanan sehari saja. Setelah tiket bis ada di tangan, kami memutuskan pergi makan siang dulu. Sudah tengah hari dan kami sudah mulai lapar juga, walaupun sebelumnya kami sarapan cukup banyak, hehe. Makanan yang kami incar tentu saja seafood, terutama grill octopusnya.

Setelah mencari-cari, kami akhirnya masuk ke Yüksel Restaurant, sebuah restoran yang menyediakan menu seafood dan traditional Turkish dishes di jalur utama Turunc – Marmaris dan menghadap ke teluk. Restoran ini ternyata sudah berdiri sejak tahun 1983 dan termasuk salah satu restoran tertua dan terkenal di Marmaris. Kami duduk di teras dekat pintu masuk, supaya dapat memandang ke teluk dengan lebih leluasa. Lola memesan grill octoBUS, demikian tulisan di menunya, hehe, dan saya memesan casserole udang. Selain itu kami juga masih memesan salad udang. Duh, benar-benar makanan berkalori super tinggi, hehe. Untung ngga sering-sering. Selain itu, kami masih mendapat roti pita sebagai pelengkap. Dan… grill octoBUS dan casserole udangnya mantap! Dengan harga tidak terlalu mahal, kami bisa menikmati makanan yang enak itu. Senangnyaaa…

Perut kenyang, hati senang, kami melanjutkan jalan-jalan lagi. Kali ini ke arah marina, dan tidak sengaja kami melihat papan penunjuk jalan ke arah castle museum. Museum? Yuk! Museum memang kesukaan kami, selain juga kami tidak punya rencana yang pasti mau apa di Marmaris, jadi pas lah. Jalan menuju museum ini berupa tangga-tangga batu di antara rumah-rumah nelayan khas laut Aegean dengan dominasi warna biru dan putih. Indah. Tak berapa lama kami tiba di atas dan membayar tiket masuk kalau tidak salah sebesar 5 TL.

Menurut sejarahnya castle ini pertama kali dibangun oleh bangsa Ionian tahun 1044 sebelum masehi kemudian direnovasi pada era Alexander Agung. Castle ini dibangun kembali dan diperluas oleh Raja Suleyman saat berusaha merebut Pulau Rhodes di tahun 1522 dan menjadikannya markas militer. Castle ini ada di ketinggian kota Marmaris dengan pemandangan menuju ke arah teluk Marmaris. Indah! Museumnya sendiri ada di dalam castle dan dibuka untuk umum sejak tahun 1991. Museum ini menyimpan benda-benda arkeologi dari jaman Helenistik, Romawi dan Byzantium dari mulai coin, karpet, peralatan rumah tangga sampai senjata, lukisan dan patung-patung. Sebagai penyuka sejarah, pilihan pergi ke museum ini adalah pilihan yang tepat. Ditambah lagi pemandangan yang indah dari atas, kami benar-benar senang :)

Selesai dari museum, kami berniat melihat-lihat grand bazaarnya kota Marmaris. Niatnya mau beli kartu pos sambil lihat-lihat. Kami tidak berbekal peta, jalan mengandalkan intuisi saja, eh kok tahu-tahu melihat satu papan tentang cafe „tertinggi“ di Marmaris. Hmm, tampaknya seru juga nih. Jadilah kami naik tangga-tangga lagi. Memang tinggi. Namun tidak sia-sia, pemandangan dari atas bagus sekali! Duduk di terasnya, memandang jauh ke laut sambil menikmati es krim, hmm…..Oh ya, tentang es krim ini, kami sebenarnya mencari Dondurma, es krim khas Turki, tapi belum ketemu, dan kami sudah sangat ingin makan es krim. Jadi ngga apa-apa lah, sementara es krim Algida dulu saja deh.
Setelah cukup beristirahat di atas, kami menuju Grand Bazaarnya Marmaris yang mirip dengan Pasar Baru, tapi lebih bersih dan teratur, hehe. Mau mencari kartu pos saja kok, sambil melihat-lihat harga souvenir pernak pernik kecil, untuk bandingan saja, karena niatnya kan nanti beli oleh-oleh di Izmir. Kemudian masuklah kami ke salah satu toko souvenir, eh…ternyata kami masih dapat diskon dan juga hadiah nazar boncuğu. Wah, senangnya! Sungguh beruntung memang kami!

Setelah puas dan capek berjalan-jalan di Marmaris yang saat itu sedang ramai karena mau ada pemilihan umum, kami memutuskan kembali ke Turunc, supaya tidak terlewatkan makan malam di restoran tepi pantainya hotel Özcan yang selalu diiringi lagu “Goodbye, my lover”nya James Blunt. Duh, itu lagu bikin orang pengen nyemplung ke laut aja. Ngga ada yang lebih “menyenangkan” sedikit apa lagunya, hehe. Selain itu juga kami perlu cukup tidur, karena esok harinya sudah akan dijemput jam 6 pagi untuk pergi ke Ephesus. Yeah!

Advertisements

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s