Surprising Turkey #2

Kejutan 2: nazar boncuğu dan Turunc
Setelah mengambil bagasi yang tinggal tersisa punya kami berdua, kami keluar menuju shelter tempat shuttle bus yang akan membawa kami ke Turunç, tepatnya ke Hotel Özcan tempat kami akan menginap. Sudah lepas maghrib saat shuttle bus berangkat, jadi tidak terlalu bisa melihat-lihat pemandangan di luar. Capek, tapi tidak bisa tidur juga, lagipula lapar sudah mulai mendera. Makan di pesawat hanya sekedar pengganjal saja.
Melewati Marmaris yang ramai oleh turis-turis yang duduk-duduk di bar, café dan restoran, dan banyak juga yang jalan-jalan, saya merasa seperti sedang melewati jalan-jalan yang penuh turis di Bali, hehe.  Suasana liburan sudah terasa. Lima orang Jerman yang ada di shuttle bus sudah sibuk berkomentar, ada 4 orang Asia termasuk kami cuma senyam senyum saja. Dari  Marmaris menuju Turunç, jalanan mulai menanjak dan berbelok-belok cukup tajam, kemudian menurun dan masih berbelok-belok pula. Walaupun gelap, tapi pemandangan ke bawah bagus sekali. Lampu-lampu berkelap-kelip. Wah, jadi tak sabar menunggu perjalanan siang hari. Pasti indah juga.
Sebelum sampai ke hotel, kami dibagikan peniti kecil dengan gantungan nazar boncuğu (lucky eye atau evil eye stone) berwarna biru muda dengan “mata biru tua”, yang dalam budaya dan adat Turki dipercaya sebagai pembawa keberuntungan dan sebagai pelindung. Saya sendiri mendapat gantungan dengan tambahan bunga. Nanti di Marmaris saya juga mendapat peniti lagi dengan nazar boncuğu dan kupu-kupu.
Hotel Özcan tempat kami menginap terletak di tengah desa Turunç. Hotel ini cukup besar dengan interior bangunan didominasi kayu berwarna coklat. Tampaknya masih memakai gaya Turki jaman Attaturk. “Mengejutkan” dan sekaligus tentu saja menyenangkan kami bisa menginap di hotel yang cukup nyaman ini. Kamarnya cukup luas dan bersih, dilengkapi TV, telfon, lemari es kecil, safety box dan AC! Duh, langsung merasa ada di Indonesia begitu memasuki kamar ini. Saya merasa de ja vu seperti  menginap di sebuah hotel kecil di Yogya dan Malang, hehehe. Setiap kamar memiliki balkon dilengkapi dengan dua kursi, meja dan … jemuran pakaian. Jadi kami bisa mencuci sendiri juga, hehe. Kamar mandi cukup bersih. Kami terkejut melihat hair dryer nya yang tak biasa kami jumpai: satu kotak kecil dengan “belalai” panjang. Pelayanan di hotel ini juga cukup memuaskan. Selain itu, di hari-hari berikutnya kami tahu bahwa makanannya juga cocok dengan lidah dan selera kami. Kerjasama hotel ini dengan  1-2 fly yang mengatur perjalanan kami dari dan ke Jerman juga baik sekali, sehingga kami tidak mengalami kesulitan apapun (bahkan tidak perlu ribet-ribet mikir, hehe).
Karena kami tiba cukup larut, sekitar pukul 23, kami sudah tertinggal waktu makan malam.  Sekalian mencari makan malam, kami melihat-lihat desa Turunç yang kecil dan tampaknya didominasi oleh turis-turis Inggris. Di sebelah hotel ada supermarket dan di depannya ada mesjid. Tak jauh dari sana berjejer tempat makan dan toko-toko souvenir. Dokter dan warnet juga tak jauh dari situ. Semua berkumpul dalam satu jalan saja. Here we are, tampaknya in the middle of nowhere lagi nih, hehe. Namun, tampaknya semua menyenangkan :)
Memutuskan makan di sebuah restoran. Sudah hampir tengah malam itu. Dilayani dengan ramah sambil tentu saja ditanya-tanya kami berasal dari mana, dll. Dia bilang, kami adalah orang Indonesia pertama di Turunç. Mengingat desa ini kecil dan tampaknya orang-orang yang datang ke sana juga tamu “tetap” sehingga sudah saling mengenal, jadi mungkin apa yang dia bilang benar juga, hehe.
Kami memesan stuffed mushroom dan hidangan daging untuk berdua, karena porsinya memang besar. Lola memesan “Efes”, bir dari Turki dan saya orange juice segar. Selesai makan dengan nikmat, kami kembali ke hotel, bersiap-siap istirahat.Pfui, perjalanan panjang, terutama untuk saya. Besoknya kami hanya akan bersantai dan melihat-lihat Turunç saja. Lola sudah mau berjemur dan saya mau hunting objek foto.
Jadi, menurut rencana, hari pertama di Turki kami akan menikmati Turunc terlebih dulu, setelah itu baru ke tempat-tempat lain. Yang ada dalam list rencana kami adalah Marmaris, Efes, Pamukkale, Izmir dan di hari terakhir kami berencana pergi ke sebuah Hamam untuk melakukan Turkish bath dan massage. Hmm….sudah tak sabar.

Advertisements

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s