Surprising Turkey #1

Kalau saya dan sahabat saya, Lola, disatukan, tampaknya akan ada banyak keisengan terjadi, terutama iseng belanja dan iseng jalan-jalan. Apalagi kalau sudah menemukan sale dan penawaran tiket pesawat dan perjalanan murah, sudah deh, kacau dunia. Hehe. Selain itu, ciri-ciri jalan-jalan kami adalah murah meriah dan pergi ke tempat-tempat yang jarang dijadikan tujuan wisata oleh kebanyakan orang. Untuk yang pertama memang iya lah, siapa sih yang tidak mau jalan-jalan murah meriah tapi menyenangkan. Nah, untuk yang kedua sebenarnya itu bukan maksud kami, tapi itu adalah efek dari faktor murah meriah tadi, yang biasanya berakibat kami sampai di tempat-tempat terpencil. Namun, justru di situ menariknya dan banyak efek kejutnya, hehe.

Perjalanan ke Turki ini juga sama: iseng. Dan ini juga sebenarnya dampak lanjutan dari keisengan kami yang spontan nonton konser Boyce Avenue di Köln. Saya yang tinggal jauh di Bayreuth akhirnya menginap di tempat Lola di Dortmund. Besok paginya, kami mau ke kota dan melewati beberapa travel biro di dekat rumah Lola lalu memutuskan mampir ke salah satu travel biro. Iseng saja ingin tanya tentang paket perjalanan ke Turki. Memang sih di chating-chating kami sebelumnya sempat terutarakan keinginan untuk ke Turki. Inginnya ke Istanbul, tapi kemudian diganti dengan: pantai. Pokoknya pantai. Sempat hunting juga di internet dan menemukan beberapa tempat yang menarik.

Namun, itu semua masih dalam tahap rencana, sampai akhirnya kami iseng masuk ke sebuah travel biro itu. Pokoknya kami ingin ke pantai dengan biaya kurang dari 300 €. Irit banget kan, hehe. Maklumlah, stipendiat dengan keuangan terbatas. Tidak disangka kami dapat paket itu! Paket seharga 263/orang itu sudah meliputi tiket pesawat Jerman – Turki pp, lalu transfer ke dan dari bandara Dalaman ke Turunç, hotel selama 7 malam termasuk makan pagi, siang dan malam. Eh, tapi sebentar, di mana itu Dalaman dan Turunç? Osman Tekeli dari Sunfly Reisecentre di Dortmund dekat rumahnya Lola yang „melayani“ kami menunjukkan petanya. Ternyata Dalaman dan Turunç terletak di teluk dekat Laut Aegean. Berseberangan dengan Yunani. Kota besar yang ada dekat situ adalah Marmaris dan Izmir. Wah, semakin bersemangat. Apalagi melihat pantainya indah sekali: warna biru turkish dengan kontras tebing-tebing batu di tepinya. Tak jauh dari situ juga katanya ada tempat reruntuhan bangunan tua. Wah! Setelah berpikir sejenak, kami akhirnya mengambil paket tersebut. Selanjutnya, kejutan banyak terjadi. Tiket pesawat ternyata sudah termasuk rail and fly, jadi kami bisa naik kereta gratis ke dan dari airport dan bisa naik kereta ICE yang super cepat itu tentunya. Untuk saya ini menguntungkan, karena saya jadi bisa menghemat biaya kereta yang harga normalnya bisa mencapai lebih dari 100 € sekali jalan.
Jadi, pergilah kami. Saya berangkat pagi-pagi dari Bayreuth.  Janjian ketemu Lola langsung di Düsseldorf Airport.  Perjalanan panjang untuk saya, karena perlu waktu sekitar 5 jam lebih untuk sampai ke Düsseldorf Airport, kemudian akan dilanjutkan dengan penerbangan menggunakan TUI Fly ke Dalaman selama 4 jam, lalu transfer dari Dalaman ke Turunç sekitar 3 jam.
Kejutan 1: Dalaman dan Visa
Jam 19:30 waktu Turki, pesawat mendarat di Dalaman Airport yang cukup besar. Bagi orang Indonesia yang akan masuk ke Turki kurang dari 30 hari diperlukan visa on arrival dengan biaya sebesar 25 $. Kami berdua memegang paspor dinas dan dari keterangan yang kami baca, pemegang paspor dinas dari Indonesia tidak memerlukan visa untuk masuk ke Turki. Namun, untuk meyakinkan diri, kami menuju counter visa, ternyata benar saja petugasnya tidak tahu aturan itu.
Susah payah mengerti dan berkomunikasi dengan petugas yang tetap menyebutkan bahwa kami perlu visa dan harus membayar 25 US $. Namun, katanya, karena dia tidak punya stempel visa dengan besaran 25 $, hanya yang 20 $ dan 30 $, maka kami harus membayar 30 $. Tidak terima dengan logika yang aneh ini, kami kemudian bertanya ke petugas imigrasinya. Beruntung mereka mau memperjelas dan menanyakan status passport kami. Setelah menunggu beberapa saat sambil terheran-heran karena si petugas malah ngobrol dengan rekannya, paspor kami akhirnya dicap dan kami bisa masuk Turki tanpa visa dan tentu saja tanpa bayar.  Ini sama seperti haknya orang-orang Inggris. Orang Jerman saja masuk Turki perlu visa kok, hehe.
Ah, tapi kami lega akhirnya tiba juga di Dalaman. Tinggal mencari shuttle bus yang akan membawa kami ke Turunc.

Advertisements

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s