#2: Hola Barcelona!

Bangun pagi, sarapan di bawah, menunya baguette, marmelade dan manteiga (hehe, langsung kenal dengan kata ini), orange juice dan earl grey untuk saya, kopi untuk Lola. Sebagai „penikmat“ sarapan, kami sarapan dengan santai dan tenang, tidak terburu-buru. Ini penting, kalau tidak, kami bisa bete seharian, hehe. Setelah selesai, mulai meluncur ke tujuan utama kami. Kali ini kami sudah tahu ticket apa yang harus kami beli. Beli D ticket seharga 6,45 € untuk sehari, bisa dipakai naik turun metro.

Tujuan pertama adalah Parc Güell. Naik L6 sampai Catalunya, dari situ kami harus pindah naik L3 atau L4. Dan dimulailah lagi kebingungan di Catalunya. Setelah turun, kami mengikuti petunjuk menuju L3 dan L4, yang sudah kami naiki hari sebelumnya.  Naik ke atas, ternyata tidak ada tanda apa-apa lagi tempat L3 dan L4 ini berada. Naik lagi ke arah jalan raya, tidak ditemukan juga. Turun lagi, mencoba jalur keluar yang lain, tidak ada juga. Muter-muter sampai sekitar 10 menit, tidak kami temukan juga. Di mana kami harus naik L3 dan L4? Sampai bolak-balik kami lihat papan petunjuk arah, tertulis L3 dan L4. Tapi di mana? Ada tanda panah melingkar membuat kami berpikir mungkin harus berputar, tapi juga berputar di mana? Ayo, ayo, berpikir a la Spanyol, jangan a la Jerman yang lurus-lurus saja. Kami kemudian memutuskan jalan kea rah Plaça Catalunya dan ada petunjuk L3 dan L4 lagi. Kami coba turun, dan yeah….benar! Pfui, akhirnya! Jadi ketawa-ketawa juga. Haduuh… susah betul ternyata berorientasi dan membiasakan diri dengan aturan suatu kota, yang biasanya juga mencerminkan cara berpikir manusianya.

Ah, akhirnya kami bisa juga melanjutkan perjalanan ke Parc Güell. Parc Güell adalah sebuah kompleks taman dengan elemen-elemen arsitektural yang dirancang oleh Antoni Gaudi. Taman yang dibandung dari tahun 1900 sampai 1914 ini terletak di Bukit el Carmel dan menjadi bagian dari daerah yang termasuk ke dalam UNESCO World Heritage. Hanya empat stasiun dari Catalunya ke Lesseps, tempat kami harus turun untuk menuju ke Parc Güell. Beruntung petunjuk di Plaça Lesseps ke Parc Güell cukup jelas, jadi kami tidak terlalu kesulitan. Beruntung hari itu cerah sekali, sehingga kami bisa berjalan kaki ke dengan nyaman ke Parc Güell. Tidak sulit juga jalan ke sana, melewati Travessera de Dalt, belok ke Avenue Santuari de Sant Josep de la Muntanya yang berujung di Parc Güell. Sepanjang jalan kami tertawa-tawa karena banyak sekali turis dari Jerman. Jauh-jauh ke Barcelona, ketemunya orang-orang Jerman lagi dan mendengar bahasa Jerman lagi. Hehe, Spanyol memang tempat kesukaan mereka. Dan kami senang, karena kami bisa „ngomongin“ mereka tanpa diketahui, soalnya pakai bahasa Indonesia, hehe.

Dan Parc Güell penuh sekali! Haduh! Niatnya motret-motret bangunan dan taman yang penuh dengan ornament mosaic-mosaik warna-warni khasnya Gaudi di sana jadi tak cukup leluasa. Orang semua. Menikmati arsitektur bangunan-bangunan yang dibuat Gaudi ini juga jadi tak tenang. Tapi ya tak bisa disalahkan, di akhir musim dingin, menjelang musim semi, tiket ke Spanyol memang murah, dan Barcelona sudah tak usah diragukan lagi, kota ini tak pernah sepi. Lihat-lihat di bawah, kami naik ke atas bukit dengan harapan di atas agak kosong. Memang agak kosong, tapi juga tak banyak yang bisa dilihat. Namun, minimal kami bisa melihat Barcelona dan Laut Mediterania dari ketinggian bukit el Carmel. Indah! Tak berhasil memotret karya Gaudi, Lola akhirnya jadi „korban“ kamera saya, hehe.

Setelah istirahat sebentar di atas, kami kemudian memutuskan turun dan mencari tempat untuk makan siang. Memotret dulu sebisanya, lalu kami turun dan makan di salah satu restoran yang menyediakan Paella. Ini memang makanan yang kami incar, walaupun kami tahu, “nasi goreng” a la Spanyol ini nasinya pasti tidak matang, hehe. Tapi, makanan khas harus dicoba lah ya.

Di restoran yang kecil namun cukup nyaman dengan pelayannya yang ramah kami memesan calamari untuk pembuka dan Paella satu pinggan untuk kami berdua. Kecuali nasinya yang masih aron tentu saja, Paella seharga 11 € itu cukup terasa bumbunya. Lumayan lah. Selesai makan, kami melanjutkan perjalanan ke La Sagrada Familia, gereja katolik Roma terbesar di Barcelona yang juga dirancang oleh Gaudi. Letak gereja ini tak jauh dari Parc Güell. Kami hanya perlu naik L3 atau L4 lagi kea rah sebaliknya, berhenti di Diagonal, kemudian naik L9 atau L10 ke arah La Sagrera dan berhenti di Sagrada Familia. Hanya dua stasiun juga dari Diagonal. Kali ini kami tidak terlalu kesulitan berorientasi, syukurlah, hehe.

Sagrada Familia, gereja ini jadi obsesi terbesar Gaudi. Mulai dibangun tahun 1882, sampai Gaudi meninggal di tahun 1926 gereja ini belum selesai dibangun dan direncanakan selesai tahun 2026 sekaligus untuk memperingati 100 tahun wafatnya Gaudi. Walaupun belum selesai, gereja yang mengombinasikan gaya Gothik dan curvilinear serta bentuk Art Nouveau ini termasuk ke dalam salah satu bangunan terindah di dunia dan juga masuk ke dalam situs UNESCO World Heritage. Kami tidak masuk ke dalam gerejanya, karena antrian yang panjang dan hehe…agak mahal ticket masuknya, jadi kami hanya melihat-lihat gereja ini dari luar. Terus terang saya agak takut saat melihat gereja ini, entah kenapa, kesannya spooky dan takut juga gereja itu meleleh. Jika dilihat dari kejauhan memang seperti lelehan tanah liat, padahal kalau dari dekat, ornamen-ornamen yang berbentuk daun, bunga-bunga dan sulur-sulur yang membawa kesan gereja ini seperti mau meleleh.

Tidak terlalu lama di sana, kami melanjutkan perjalanan ke tujuan berikutnya: Plaça Catalunya, La Rambla dan marina-nya. Naik metro sampai Universitat, dari situ kami berjalan kaki sampai ke Plaça Catalunya, alun-alunnya Barcelona, yang ramai dan dipenuhi burung merpati. Dari situ kami berjalan kaki menyusuri La Rambla yang sangat ramai dan hidup. Semua orang tumplek di sana, banyak pertunjukan seni juga. Café-café dan restoran yang menyediakan kursi-kursi di luar ditambah cuaca yang cerah cukup menggoda kami, begitu juga toko-toko di pinggir jalannya. Kami sempat masuk ke salah satu jalan kecil dan foto-foto dulu di depan sebuah gereja yang rupanya juga jadi tempat berkumpul anak-anak mudanya. Banyak yang bisa dilihat di sepanjang La Rambla ini, tidak cukup sehari!

Kami lanjut berjalan ke arah marina, setelah sempat foto-foto iseng di dekat Mirador de Colom. Dasar dua turis ini tukang makan, hidung kami cukup peka mencium wangi kue dan makanan. Kali ini wangi crepes dan wafel. Akhirnya kami memutuskan beli wafel dan minum sambil duduk-duduk menikmati matahari sore di depan Port Vell. Setelah menghabiskan wafel, kami menyeberang Rambla de Mar dan duduk-duduk di depan Multicines. Angin sepoi-sepoi, matahari sore yang hangat membuat ngantuk juga. Rebahan sebentar di bangku kayu di sana, lama-lama sakit juga soalnya, hehe.

Selesai menikmati keindahan sore di tepi pantai di Barcelona, kami kembali menyusuri La Rambla menuju Catalunya, kemudina kembali ke Arc du Triompf dank e Estacio de Busosnya untuk membeli tiket bis ke Andorra. Kami akan berangkat keesokan harinya ke Andorra. Di stasiun metro Catalunya saya sempat didesak-desak oleh seorang perempuan yang tangannya ternyata sedang berusaha merogoh tas kamera saya. Untung tas itu agak sulit dibuka, jadi selamatlah. Ya, harus berhati-hati memang.

Sempat agak bingung juga di mana kami harus membeli tiket karena semua loket tutup, ternyata tiket bis ke Andorra bisa dibeli di salah satu automat. Beres urusan tiket, kami kembali ke Catalunya untuk makan malam, sebelum pulang ke penginapan. Setelah „insiden“ toilet di Estacio de Busosnya, setibanya di Catalunya tentu saja kami harus mencari toilet dulu. Ini juga perjuangannya luar biasa deh, hehe. Masuk ke salah satu department store besar El corte Inglés, dengan harapan bisa ke toilet yang cukup bersih. Tapi itu toilet juga ada di sebelah mana? Muter-muter-muter, boro-boro ingin lihat barang-barang bagus (ya tertarik juga sih), naik turun, tidak tampak juga toilet yang dicari. Setelah putus asa dan memutuskan untuk keluar saja, eh, ternyata ketemu juga itu toilet. Nyempil di pojokan. Oalaaahh….

Selesai urusan mendesak ini, kami melihat-lihat dulu sebentar barang-barang bagus yang dari tadi sudah melambai-lambai minta ditengok. Ditengok bolehlah, beli? Hmm…pikir pikir dulu, hehe. Setelah itu kami lanjut jalan mencari restoran. Ini satu “perjuangan” lain lagi. Perut sudah lapar, tapi ya seperti biasa, restoran menyediakan makan malam di atas jam 21. Kami jalan kaki lagi kea rah Universitat dengan pemikiran di daerah Universitas mungkin akan ada café atau restoran mahasiswa yang murah meriah dan buka lebih awal. Dan tidak ada dong, saudara-saudara, hehe. Akhirnya, ya sudah lah, seketemunya saja. Saat itu baru jam 20-an juga. Beruntung di jalan menuju ke arah Catalunya kami menemukan restoran Cina yang buka dan menyediakan menu dengan harga cukup terjangkau. Ya sudah, masuklah ke sana. Makan makanan Cina di Spanyol? Tak apalah, haha.

Pesan nasi, sayur dan daging. Nasi yang benar-benar nasi, hehe. Tampaknya memang cuma orang Asia yang bisa memasak nasi dengan benar. Makan kenyang dan akhirnya saya minum teh juga, hehe. Duduk cukup lama di sana sambil cerita-cerita, baru terasa juga capeknya setelah jalan seharian dan nyasar-nyasar di Catalunya. Akhirnya kami memutuskan pulang, karena kaki rasanya sudah mau copot, hehe.

Sebelum kembali ke penginapan, kami masih mampir dulu ke „Dim“, membeli air. Cuma itu satu-satunya tempat yang kami tahu masih buka. Sampai penginapan, sudah tidak bisa apa-apa lagi. Sikat gigi, cuci muka, langsung tidur. Besoknya kami masih akan menyusuri lagi La Rambla sebelum pergi ke Andorra.  Walaupun melelahkan, tapi kami senang J

Advertisements