#1: Benvinguts a Catalunya

Maka, jadilah kami membeli tiket Ryan-Air yang cuma 8 € dari Memmingen dan 6 € dari Weeze. Ya, dua orang Doktorandinnen yang suka iseng di sela-sela deadlines dan tugas-tugas lainnya ini Januari lalu membeli tiket pesawat untuk akhir Maret ke Girona untuk kemudian dilanjut pergi ke Barcelona dan Andorra. Dan maklumlah, sebagai mahasiswa yang hobby jalan-jalan tapi dana terbatas ini, maka kami pun harus jungkir balik mencari penginapan dan transportasi murah di Barcelona, Andorra dan Girona: akhirnya bisa dapat juga, pfuih! Ngomong-ngomong, mengapa Barcelona, Andorra dan Girona? Ini sebenarnya lebih karena faktor keuangan itu tadi, selain juga karena kami memang ingin dan belum pernah ke Barcelona, keterkenalan Barcelona juga mungkin salah satu alasan juga, dan karena ada tiket yang murah tadi itu ke sana. Kami sebenarnya juga ingin ke Granada atau Malaga, tapi karena tiketnya lebih mahal, maka tak jadi lah. Lalu mengapa Andorra? Karena saya memang sangat ingin ke sana, alasannya pernah saya tulis di blog ini sebelumnya. Kalau Lola? Selain karena memang ingin ke sana, juga karena ingin ke outletnya Z**A dan M***O, hehe (saya juga sih :) ). Alasan lainnya karena Andorra cukup dekat dari Barcelona dan Girona.  Dan Girona? Itu karena bandara terdekat dari Barcelona yang disinggahi Ryan Air dan harganya lebih murah dibandingkan Barcelona El Prat dan Reus. Jadi semua memang karena alasan finansial semata. Hehe.

Dan menuju ke hari H, ternyata semakin banyak juga pekerjaan yang harus diselesaikan. Jadilah Lola pun membawa netbooknya untuk dipakai bekerja dan saya membawa beberapa jurnal untuk dibaca di perjalanan. Barang yang bisa dibawa ke kabin juga terbatas, karena kami tidak (mau) membayar bagasi, pokoknya ini perjalanan dilakukan seirit mungkin tapi bisa tetap nyaman bersenang-senang tanpa merasa bersalah karena meninggalkan pekerjaan.

Tiket pesawat ke Girona memang murah, tapi tiket kereta dari Bayreuth ke Memmingen itu lumayan, hehe. Harga sekali jalan saja lebih mahal dari harga tiket pesawatnya, itu pun sudah pakai Bayern Ticket, tiket murah untuk kereta regional yang berlaku di seluruh negara bagian Bavaria.  Namun, tak apalah, demi Barcelona, hehe. Saya menginap dulu semalam di München, karena pesawat berangkat jam 11 pagi, tidak mungkin mengejar berangkat dari Bayreuth.  Jam 07.30 sudah meluncur ke Memmingen dan membutuhkan waktu 1,5 jam dari München Hbf sampai ke Memmingen kota, masih dilanjut dengan bis ke bandaranya. Kaget juga saya karena Memmingen ada di atas gunung, hehe. Ya, sudah di daerah Allgäu memang.  Bandaranya kecil, tentu saja. Ada pengalaman „menarik“ saat pemeriksaan barang kabin, saya diminta membongkar isi tas saya. Jika diminta mengeluarkan toilletteries yang salahnya saya tidak dikemas dalam kemasan plastik transparan itu masih oke, tapi saya juga diminta mengeluarkan tas kamera saya, mengeluarkan kameranya, diminta memperlihatkan foto-foto yang saya ambil dan tidak hanya itu, saya pun diminta memotret di situ. Oke, mungkin memang untuk alasan keamanan, tapi ini pertama kalinya saya alami selama berkali-kali pengalaman terbang, bahkan di bandara internasional , tidak pernah ada pemeriksaan kamera, apalagi sampai diminta memperlihatkan isinya dan diminta memotret di situ juga. Sekarang saya menyesal, kenapa saya tidak memotret si mbak-mbak yang menyuruh saya itu ya? Saat itu saya kesal karena itu artinya saya harus mengepak ulang isi tas yang sudah saya susun rapi agar semua barang bisa masuk, karena kabin yang terbatas itu, sementara waktu sudah mepet.

Akhirnya setelah kejadian mengepak ulang itu bisa juga saya duduk dengan tenang di pesawat yang interiornya didominasi warna kuning biru itu. Lelah dan mengantuk juga karena harus berangkat subuh-subuh, maka waktu kurang lebih 1,5 jam terbang saya coba untuk tidur. Ini pengalaman pertama saya menggunakan maskapai ini dan saya baru tahu ketika pesawat mendarat dengan selamat di Aeropuerto de Girona Costa Brava, diperdengarkan bunyi terompet „teretetet tereeeett…“ diikuti tepuk tangan seluruh penumpang, hehe. La benvinguda a Girona Costa Brava.

Waktu menunjukkan pukul 13.15 saat pesawat mendarat. Langit mendung, hujan gerimis, tapi tidak terlalu dingin. Bandara Girona cukup bagus. Saya kemudian keluar mencari informasi tentang bis ke Barcelona, sambil menunggu Lola yang baru akan mendarat jam 16.15. Tadinya saya berniat ke kota Gironanya, tapi ternyata travel bag saya ini lama-lama berat juga, padahal kamera sudah saya keluarkan. Akhirnya setelah membeli tiket bis untuk ke Barcelona, saya minum dulu teh dan makan croissant di café bandara, lalu istirahat sambil iseng motret-motret bandara dan tanya-tanya juga minta peta Barcelona dan Girona ke tourist information-nya, sekaligus berorientasi mencari lokasi penginapan kami yang ternyata cukup jauh dari kota. Maklum, murah meriah, jadi pasti jauh dari kota, hehe.

Namun, tentu saja satu potong croissant tidak cukup untuk mengganjal perut yang sudah minta diisi karena sudah lewat waktu makan siang. Mampir ke food corner di situ, bingung juga mencari apa yang bisa dimakan, karena semua ditulis dalam bahasa Spanyol dan Katalanis. Hehe, mari kita membiasakan diri. Akhirnya saya memutuskan mengambil chicken nuggets dan satu tangkup sandwich berbalut keju, yang saya pikir akan aman-aman saja saya makan. Ternyata begitu saya potong, sandwich itu berlapis ham yang saya sudah tahu terbuat dari apa. Jadi tak jadilah saya makan. Saya bungkus saja, saya pikir bisa untuk Lola nanti.

Lola datang. Setelah ke toilet, kami langsung menuju bis. Tak menunggu lama, bis berangkat membawa kami ke Barcelona. Huaaahh…senang, hehe. Perjalanan Girona – Barcelona memakan waktu 1,5 jam juga. Tak seberapa lah, apalagi sepanjang jalan juga kami tak berhenti ngobrol, jadi tak terasa. Pemandangan di perjalanan Girona – Barcelona tidak terlalu menarik, tapi sudah terlihat bedanya bahwa kami ada di selatan. Warna-warnanya lebih dominan coklat, hehe. Di Barcelona bis berhenti di Estació d’Autobusos Barcelona Nord. Menurut peta, kami harus menggunakan metro L1 dari stasiun Arc de Triompf tak jauh dari situ ke arah Catalunya, kemudian dari situ pindah naik L6 ke arah Reina Elisenda. Kami harus turun di Reina Elisenda, stasiun terakhir kemudian berjalan sedikit menuju Albergue Studio Barcelona di Duguesa d‘Orleans, tempat kami akan menginap. Dan, „petualangan“ di daerah Catalunya ini sudah dimulai dari kami turun bis dan mencari stasiun metro Arc de Triompf.

Tidak mudah ternyata mencari di mana letak stasiun metro tersebut. Tandanya sudah kami lihat, tapi di sebelah mana ya? Akhirnya setelah jalan bolak balik, kami tanya ke bagian informasi yang dijawab dengan singkat „Outside the building“. Ya iyalah, mas, di luar gedung, tapi di sebelah mana? Muter muter lagi, lihat lihat peta lagi, akhirnya ya sudah kami coba lurus saja, ternyata benar. Letaknya memang tepat di depan Estació de Busos, tapi karena sedang dibangun, jadi kami harus berjalan agak jauh. Stasiunnya tepat berada di belakang Arc de Triompf yang bagus. Bentuknya hampir sama dengan Arc de Triomphe di Paris, hanya ini lebih kecil dan warnanya coklat.

Sampai di stasiun metro bukan berarti masalah selesai. Masalah baru muncul karena kami tidak tahu tiket apa yang harus kami beli. Automat memang ada di mana-mana, namun jenis tiket yang beragam tanpa diikuti informasi yang jelas kami harus pergi berapa zona, membuat kami bengong-bengong juga. Lebih tepatnya, kami belum terbiasa dengan sistem informasi di sana, jadi agak-agak bingung, selain juga karena kendala bahasa. Akhirnya kami memutuskan untuk bertanya ke bagian informasi sambil agak deg-degan karena seorang ibu di depan kami yang tampaknya salah beli tiket „dimarah-marahi“ oleh si petugas. Giliran kami, bertanya dalam bahasa Inggris dijawab dalam bahasa Spanyol yang tentu saja tidak membantu apapun. Jadi ya sudah, kami membeli tiket apapun, yang tidak terlalu murah tapi juga tidak terlalu mahal, karena jika melihat di peta, jaraknya cukup jauh dari kota sehingga tidak mungkin kami memakai tiket jarak dekat yang harganya sekitar 1,45 € itu.

Disorientasi kami tidak berhenti sampai situ, saat tiba di jalur metro, kami juga tidak tahu harus naik metro yang mana, karena tidak ada petunjuk di metronya, itu metro nomor berapa ke arah mana. Jadi kami asal naik saja, untung itu metro yang benar. Di Catalunya, orientasi kami diuji lagi. Mengikuti petunjuk jalur menuju L1 ke arah Reina Ellisenda, jangan harap bisa sampai dengan mudah. Muter-muter! Sampai di platform, itu pun ternyata masih ada petunjuk kecil yang menunjukkan bahwa kami masih harus jalan, tidak naik dari itu. Dan petunjuk itu selain kecil juga agak tersembunyi. Pfuih! Kalau ngga merhatiin, pasti salah naik deh.

Waktu perjalanan dari Catalunya ke Reina Elisenda sendiri hanya sekitar 15 menit dan untunglah tidak terlalu sulit menemukan Albergue Studio, yang walaupun tempatnya agak tersembunyi, tapi petunjuk yang diberikan di websitenya cukup jelas. Selesai menyelesaikan urusan pembayaran sambil diberi tahu tempat-tempat apa yang bisa dikunjungi, diberi peta Barcelona juga.

Masuk kamar, ternyata kamarnya lebih kecil dari yang saya duga, bahkan lebih kecil dari kamar apartement saya, hehe. Yah, maklum penginapan murah. Semalam kami hanya perlu membayar sekitar 18 €. Tempat tidurnya ranjang besi bertingkat, mengingatkan saya pada ranjang di rumah saat saya kecil dulu. Lalu ada meja tulis dan kursinya. Kamar mandi juga kecil saja. Untung kami berdua juga kecil-kecil, jadi tidak terasa terlalu sempit lah, hehe. Dan untungnya lagi juga, ada wifi gratis di kamar, jadi bisa browsing  transport, tiket, tempat-tempat yang ingin dikunjungi, yang tidak sempat kami lakukan sebelumnya, karena pekerjaan yang belakangan menumpuk.

Setelah menyimpan barang, kami segera  ke luar lagi untuk mencari makan. Perut sudah menuntut untuk diisi. Menurut si bapak resepsionis, di dekat stasiun metro ada supermarket. Hmm, ternyata di dekat situ sepi-sepi saja, tidak ada tanda-tanda supermarket atau restoran atau apapun lah yang bisa menjadi penyelamat untuk perut ini. Kami berjalan menyusuri Duguessa d’Orleans sampai ke bawah, tidak ada juga tanda-tanda makanan berada. Akhirnya daripada nyasar terlalu jauh, kami kembali lagi dan memutuskan untuk mengambil jalan lain di atas stasiun metro. Ternyata jalan ini lebih ramai. Ada beberapa café dan restaurant di situ, tapi semua tutup. Saat itu kami tidak memperhatikan jam bukanya, sampai di salah satu restoran yang tadinya ingin kami masuki, baru kami membaca jam bukanya: jam 22. Argh!Kami lupa, ini Spanyol! Jam makan siang dan makan malam mereka lebih “telat” dibandingkan negara-negara Eropa Utara. Dan saat itu baru jam 21. Haduh! Harus menunggu 1 jam untuk makan malam? Sementara perut sudah konser macam-macam ini. Jalan lagi mencari supermarket (Super Mercat kalau bahasa Spanyolnya) yang masih buka di jam 21. Tentu tidak ada dong. Ya sudah lah, pasrah saja. Mungkin delivery pizza saja, tapi di mana pizzerianya? Hiks.

Pedestrian area yang kami lewati cukup indah sebenarnya, jalan berbatu menurun, gang-gang kecil berlampu, tapi karena perut lapar jadi tidak cukup bisa dinikmati. Hujan sudah mulai turun juga saat kami akhirnya menemukan satu restoran kecil bernama “Dim” yang buka di saat restoran lain tutup. Ah, akhirnya, selamat lah kami dari ancaman kelaparan dan kehausan, hehe. Langsung pesan menu tapas dan menu utama. Tapas nya pun memilih yang kentang karena di menu kok tampaknya tidak ada karbohidratnya, sementara kami sudah kalap, hehe. Di saat orang lain yang ada di resto itu masih ngobrol santai sambil minum bir dan makan tapas kami sudah siap dengan makanan berat. Tapas habis, menu utama datang, saya pesan steak ayam dan Lola pesan Llom kalau tidak salah. Dan ternyata semua ada French friesnya, hehe. Ya sudahlah, ini dobel. Kami benar-benar kekenyangan, setelah sebelumnya kelaparan berat. Ketika kami selesai makan, barulah orang orang datang untuk makan malam. Waktu sudah menunjukkan pukul 23an saat itu, hehe.

Setelah beli air mineral dulu untuk persediaan, kami kembali ke penginapan. Browsing dulu tiket dan menentukan rute paling efektif yang akan dikunjungi keesokan harinya, kemudian Lola melanjutkan pekerjaannya menulis bab teori dari disertasinya (harus dong, hehe), sementara saya membaca 1 jurnal sampai akhirnya jatuh tertidur juga. Capek! Jadi, Bona nit! Esok hari kami akan memulai petualangan di Barcelona :)

Advertisements

Ein Gedanke zu „#1: Benvinguts a Catalunya

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s