Birthday Trip #4: Mission accomplished – Blackforest!

Bangun siang, masih bermalas-malasan pula di bawah selimut, berlama-lama mandi, sarapan croissant hangat (yang walaupun kosong tetap enak juga), makan joghurt dan strawberry, minum teh panas, sambil mendengarkan lagu-lagu dari radio (yang semakin lama kok semakin jadul lagu-lagunyanya, hehehe), berbincang hangat dengan sahabat, matahari pun bersinar, cuaca cerah. Nikmat apa lagi yang bisa diingkarkan ? ;)

Beres-beres dan bersiap-siap meninggalkan Hinterzarten. Masih ingin tinggal lebih lama sebenarnya, tapi apa daya, pekerjaan sudah menunggu, hiks. Sempat foto-foto dulu di dalam dan di balkon Wohnung yang nyaman itu, membereskan urusan keuangan dengan Elke, mengembalikan kunci, lalu pergi. « Wir möchten bisschen Spaziergang machen », kata saya pada Elke, mau sedikit jalan-jalan. Ya, dan ini ternyata benar-benar jalan. Saya sebelumnya memang tidak melihat jadwal bis, karena tidak tahu kami akan pulang jam berapa. Jadwal kereta api Lola jam 15, sedangkan saya jam 16, sebelumnya kami ingin makan siang dulu. Jadi akhirnya kami memutuskan untuk berjalan kaki ke Bahnhof Hinterzarten, karena rasanya cukup dekat juga, paling 20 menit jalan kaki. Namun, tentu saja itu tidak pakai acara nyasar ya, sedangkan kami pakai nyasar dong, hehe. Harusnya kami belok kanan melewati Unterführung, ini malah lurus sampai tembus ke jalan raya yang tidak ada trotoar sama sekali untuk berjalan kaki. Ups ! berarti salah jalan ini. Mengandalkan logika (baca : mengira-ngira) jalan mana yang « mestinya » menuju ke arah Bahnhof, kami jalan lagi. Dan jalan menanjak, saudara-saudara. Ke arah bukit. Lama-lama ragu, kok sepi dan tidak ada tanda-tanda jalan raya, padahal rasanya dekat, dan tidak ditemukan Edeka juga, sebuah supermarket yang pernah kami lihat memang sudah dekat dengan Hirschenberg. Hmm, memang nyasar, jalan buntu ternyata. Di depan kami terhampar bukit dan padang rumput nan luas, di sebelahnya hutan pinus dan cemara yang lebat. Okay. Mendingan bertanya daripada semakin tersesat. Lumayan juga sudah nanjak-nanjak sambil geret-geret koper dan Lola lebih parah lagi, dia harus « memanggul » backpack-nya yang 30 l itu, diisi Wein pula, hehe. Maaph ya, La, dibawa nyasar. Hihi.

Setelah bertanya di Kurhotel dekat situ (yang saya bel begitu saja, karena tidak ada orang sama sekali di luar yang bisa ditanyai), ternyata kami memang seharusnya melewati Unterführung itu, akhirnya kami balik lagi, dan ternyata memang ini jalan yang benar menuju Bahnhof. Edeka-nya ketemu, hehe. Dari situ semestinya tidak jauh lagi. Sempat mengambil uang dulu di atm, kami lanjut jalan lagi dan ketemulah Bahnhofnya. Lola ternyata masih sempat melihat gambar Schwarzwälder Kirschtorte di Hotel Schwarzwaldhof di depan Bahnhof Hinterzarten. Ah ha, ini perlu dicoba. Siapa tahu memang ada. Masa sih sudah di tempat asal Blackforest Cake kami tidak berhasil mendapatkan Blackforest Cake yang asli.

Setelah melihat jadwal kereta dulu, kami akhirnya masuk ke hotel itu dan duduk di sayap hotel yang terang dan nyaman. Penuh juga, kebanyakan kakek-kakek dan nenek-nenek, hihi. Cuma kami berdua yang muda-nya dan itu pun dengan bawaan yang seabrek, hehe. Karena saya masih cukup kenyang setelah menghabiskan dua potong croissant yang besar-besar itu saat sarapan dan masih ditambah joghurt dan strawberry, akhirnya saya hanya memesan Blackforest Cake dan segelas teh hitam. Minuman wajib, hehe. Sedangkan Lola yang hanya sarapan 1 croissant dan joghurt saja, selain memesan Blackforest, masih ditambah lagi dengan vegetarische Maultaschen (pasta berisi sayuran dengan cream sauce) dan memesan segelas pilsener.

Lola und die Maultaschen

Dan akhirnya kami bisa makan juga cake coklat tiga tumpuk berlapis krim dengan taburan cherry hitam di setiap lapisan krimnya. Cake yang masih disiram Kirschwasser (walaupun tidak terlalu disiram banyak tampaknya, karena tidak terlalu kuat rasa Kirschwassernya), ditaburi coklat dan diberi hiasan cherry merah segar. Hmm…lecker ! Ini potongan Blackforest cake terbesar dan terenak yang pernah kami makan. Tidak terlalu manis kuenya, sehingga tidak cepat bikin eneg. Dan terutama karena ini Blackforest yang dimakan di daerah asal Blackforest ini, jadi juga semakin istimewa (sama seperti saat makan Sachertorte di Hotel Sacher di Wina, hmm….lecker, lecker). « Perayaan » ulang tahun kami ditutup dengan Blackforest Cake yang nikmat. Mission accomplished!

Naik kereta ke Freiburg, masih sempat mampir ke toilet dulu sebelum kereta Lola tiba. Saya sendiri masih menunggu satu jam lagi dan masih bisa bertemu sebentar dengan sahabat saya yang kebetulan sedang berlibur di Freiburg juga. Diajak ke rumah temannya, dan ternyata mereka sedang makan Blackforest juga, hehe. Namun, saya masih terlalu kenyang untuk bisa mengunyah lagi sepotong Blackforest. Dan, kereta saya pun tibalah. Terlambat sekitar 10 menit dari jadwal. Sudah deg-deg-an karena artinya waktu yang saya punyai untuk pindah kereta di Karlsruhe ke arah Nürnberg menjadi lebih sedikit. Artinya lagi saya harus berlari-lari dari plattform satu ke plattform lainnya, yang jaraknya cukup jauh. Dan benar, hari itu judulnya saya benar-benar berolah raga, jalan dan lari ke sana ke mari sambil geret-geret atau angkat-angkat koper.

Di kereta saya masih bisa bekerja. Oh ya, saya memang membawa laptop dan pekerjaan saya. Namun, saya tidak bekerja selama liburan, melainkan di jalan. Lumayan untuk membunuh bosan saat menempuh perjalanan selama 6 jam lebih. Dan memang hasilnya juga cukup lumayan, selain saya juga tidak merasa bersalah karena sudah meninggalkan pekerjaan yang harus segera disubmit.

Ya, jadi itulah yang dilakukan oleh dua orang mahasiswa S3 yang sering berbincang malam-malam, di antara deadline, transkripsi dan analisis yang tidak juga mau menunggu. Masih mengamati wacana seputar mode dan per-facebook-an, masih saling kirim video dari youtube, masih membahas hal-hal penting seperti astrologi dan per-shio-an, masih juga membicarakan makanan dan yang terakhir tentu saja: jalan-jalan. Baiklah, sampai bertemu lagi di perjalanan berikutnya (yang sudah direncanakan dengan baik dan tentu saja dilakukan di antara dealine dan pekerjaan yang menumpuk, hehe).

Cat.: Beberapa foto diambil dari Lola’s Album. Danke!

Advertisements

2 Gedanken zu „Birthday Trip #4: Mission accomplished – Blackforest!

    • Wow! was für eine Überraschung, dass Sie zu meinem Blog vorbeigekommen sind. Ich habe mich riesig gefreut. Ja, leider habe ich den Beitrag auf Indonesisch geschrieben, aber glauben Sie mir, dass ich etwas Gutes geschrieben habe :) Ich schicke Ihnen den Artikel, der in einer indonesischen Zeitschrift im Mai veröffentlicht ist. Zwar auch auf Indonesisch, aber Sie können schon sehen, dass Ihr Name und Ihre Ferienwohnung da stand :)

      Natürlich würde ich Sie und die Ferienwohnung gern nochmal besuchen :) Ich danke Ihnen für die wunderbare Wohnung und Gastfreundlichkeit. Das war uns ein sehr wunderbares Erlebnis.

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s