Birthday Trip #1: Hinterzarten

Apa yang terjadi jika dua orang mahasiswa S3 berbincang malam-malam, di antara deadline, transkripsi dan analisis yang tidak mau menunggu? Selain mengamati wacana seputar mode dan per-facebook-an, saling kirim video dari youtube, membahas hal-hal penting seperti astrologi dan per-shio-an, juga membicarakan makanan dan yang terakhir tentu saja: jalan-jalan. Ya, akhirnya kami, dua orang mahasiswa S3 yang lahir di Bandung pada bulan Februari di tanggal yang hanya berbeda 3 hari, tapi berbeda tahun lahir 1 windu, memutuskan untuk merayakan ulang tahun kali ini bersama-sama dengan mencoba sesuatu yang baru: ski. Dan seperti biasa, merencanakan jalan-jalan lebih menyenangkan dibandingkan mengerjakan transkripsi dan analisis, bahkan bisa lebih matang dan detil dibandingkan pekerjaan kami (sesungguhnya). Jadi, kami langsung browsing tempat mana yang kira-kira menarik untuk dikunjungi karena selain ingin mencoba olah raga tadi, kami juga ingin memanjakan diri dengan makanan enak dan menyegarkan otak dengan liburan yang tenang.

Setelah browsing sana sini akhirnya kami memutuskan untuk belajar ski di daerah Schwarzwald, dengan pertimbangan di sana kami juga bisa makan Schwarzwälder Torte alias Blackforest Cake yang asli di tempat asalnya, selain karena di Zugspitze atau Garmisch Partenkirchen yang lebih terkenal sebagai tempat ski biayanya lebih mahal. Selain itu, kami juga berencana pergi ke perbatasan, dan kami memutuskan pergi ke Colmar, di Perancis, setelah sebelumnya mencoret Basel di Swiss dan Strasbourg juga di di Perancis. Salah satu pertimbangannya karena Colmar adalah kota tua yang menjadi pusat Elsässer Wein. Lola –si penggemar Wein- tentu tidak mau melewatkan begitu saja kesempatan yang sudah dekat itu. Promosi dari website kota Colmar tentang makanannya yang ber- “French quality with German quantity” semakin membuat kami tertarik datang ke sana. Ini memang dasarnya kami tukang makan enak, maka wisata kulinernya perlu juga dilakukan.

Jadi, bulan Januari sekembalinya Lola dari Indonesia, kami matangkan rencana sekaligus membeli tiket kereta dan memesan kamar. Tanggal pun dipastikan. Kami memilih tanggal 16 – 19 Februari, tanggal di luar hari ulang tahun kami berdua, karena di hari ulang tahun Lola, dia mendapat jatah menyekop salju (yang untungnya saat itu tidak bersalju di Dortmund, tempat tinggalnya) dan di hari ulang tahun saya, saya ada jadwal cek up ke dokter (ini ketiga kalinya saya “harus” berurusan dengan dokter saat berulang tahun, dan hasilnya biasanya jelek, hehe). Karena tiket dipesan jauh-jauh hari sebelumnya, kami masih bisa mendapatkan tiket murah Sparpreis dari Deutsche Bahn. Lola berangkat dari Dortmund, sedangkan saya dari Bayreuth. Kami akan bertemu di Freiburg, kemudian melanjutkan perjalanan ke Hinterzarten, tempat kami menyewa sebuah Ferienwohnung yang cukup murah seharga 49 €/malam untuk satu rumah, ditambah 2 € untuk Kurtaxe per orang/malam. Dengan harga itu kami akan mendapatkan Schwarzwald Card, yang bisa kami gunakan untuk masuk ke daerah-daerah wisata secara cuma-cuma. Kami pun langsung tertarik pada Ferienwohnung Völkle yang tampak nyaman. Pemiliknya pun ramah, saat saya berbincang di telefon untuk menanyakan kepastian harga. Kami juga memutuskan untuk mengambil kursus ski privat di daerah Todtnauberg, Hochschwarzwald dengan pertimbangan agar kami bisa tertawa-tawa dengan bebas. Maklum, dua orang pemula ini agak-agak iseng. Kursus ski privat seharga 39 €/jam untuk dua orang. Kami pun masih menyewa papan, sepatu dan tongkat ski di sebuah tempat penyewaan peralatan ski. Jaket dan celana ski harus kami sediakan sendiri. Namun, kami tentu saja mencari barang yang murah meriah, karena sepertinya jaket dan celana itu hanya akan dipakai sekali saja. Dan „perburuan“ barang yang murah meriah ini juga cukup seru. Pokoknya tidak boleh melebihi budget yang kami anggarkan.

Dan tibalah hari yang sudah ditunggu-tunggu itu. Kami bertemu di Freiburg. Lola datang satu jam lebih awal dari saya. Kami masih memasukkan kamera Lola ke sebuah toko foto untuk diservice. Sambil menunggu, kami jalan-jalan dulu di Innenstadt kota Freiburg. Ini kali kedua saya ke kota itu. Sebelumnya tahun 2003, saat menghabiskan liburan natal di tempat sahabat saya. Setelah urusan kamera beres, kami melanjutkan perjalanan ke Hinterzarten dengan kereta api regional selama 30 menit perjalanan. Dari stasiunnya, kami masih harus naik bis sampai ke tempat penginapan kami sekitar 10 menit perjalanan.

Begitu turun dari gunung, kami seperti dua orang yang tersesat in the middle of nowhere. Sepi nian. Benar-benar di gunung! Walaupun gelap, tapi tidak terlalu sulit menemukan Ferienwohnung Völkle. Cuma ya memang sepi saja yang membuat kami agak ragu. Disambut ramah oleh Elke, sang empunya rumah, kami diantar ke lantai satu. Wow! Nyaman sekali tempatnya. Wohnung yang cukup besar, lebih besar dari Wohnung kami berdua yang jelas. Ada ruang duduk lengkap dengan sofa yang nyaman, dengan bantal dan selimut yang tampaknya menarik untuk segera ditarik menutupi tubuh. Ada TV besar, ada radio. Ada ruang makan. Dan dapurnya yang lengkap selengkap-lengkapnya (bahkan dengan teh, kopi, gula, garam, merica) dan kamar mandinya dan kamar tidurnya! Wah, ini sih benar-benar nyaman. Kami bisa pindah rumah ke situ, hehe. Selain itu, rumah ini juga bersih. Membuat kami langsung merasa betah.

Setelah mengisi formalitas untuk membuat Schwarzwald Card dengan formulir isian yang membuat kami tercenung cukup lama, kemudian tertawa-tawa dan dengan sangat „tidak tega“ mengisinya, saya mengantarkannya pada keluarga Völkle yang tinggal di lantai dasar.  Keluarga yang ramah, kali ini suaminya yang menerima saya. Dan ternyata dengan Schwarzwald Card itu kami juga bisa bebas naik kereta dan bis di Schwarzwaldgebiet bahkan sampai ke Freiburg dan Breisach, kota di perbatasan dengan Perancis untuk menuju Colmar.

Urusan formal beres, Schwarwald Card jadi tidak lama kemudian, selanjutnya adalah acara tukar kado. Masih musim ya, tukar menukar kado,  hehe. Sebetulnya tidak dimaksudkan begitu juga, cuma ternyata kami berdua tanpa janjian membawa coklat untuk diberikan, ditambah kartu ulang tahun yang juga tanpa janjian ternyata sama-sama bergambar Wein. Lola masih membawa kado buku untuk saya, ditambah pesanan saya saat dia mudik ke Indonesia yang tak lain dan tak bukan adalah obat maag (hehe), buku Anak-anak Toto Chan, dompet manik-manik khas Dayak, dan…amplang, lempok durian juga bumbu Soto Banjar homemade yang sudah melanglangbuana melewati beberapa kota, dua pulau, beberapa negara, gurun, laut dan samudera. Waduh! Ini benar-benar harta berharga, hehe. Lola pun masih mendapatkan “hadiah sembako” dari saya berupa mie telor dan mie instan yang menjadi penyelamat dua turis yang kelaparan dan terdampar di satu rumah nyaman di sebuah desa terpencil di atas gunung tanpa perbekalan sama sekali. Akhirnya jadilah mie instan yang sedianya pesanan Lola itu dimasak dan dimakan dengan lahap. Dari pada lapar. Amplang pun langsung dibuka.

Malam itu pun dihabiskan dengan mencoba-coba kamera baru saya dan kursus fotografi dari Lola untuk saya. Puas dengan potret memotret, perut sudah kenyang pula, acara selanjutnya tentu curhat mencurhat ditemani lagu-lagu dari radio yang semakin malam kok rasanya semakin hmm…aneh, hehehehe. Lucu juga, kami ini berbincang lewat dunia maya setiap hari dan setiap malam, tapi acara curhat langsung sambil selimutan di sofa yang nyaman memang bisa membuat lupa waktu, tahu-tahu sudah jam 2 dini hari saja. Dasar memang dua-duanya cerewet dan tukang ngobrol, hehe, kalau tidak dihentikan pasti lanjut sampai pagi. Padahal pagi itu kami akan pergi ke Todtnauberg untuk melakukan sesuatu yang membuat kami datang ke situ di sela-sela deadline dan pekerjaan yang menumpuk: Ski!  Jadi, masuk ke bawah selimut yang hangat untuk istirahat setelah perjalanan panjang dari Bayreuth dan Dortmund memang satu hal yang wajib :)

Bersambung

Advertisements

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s