Františkovy Lázně

Ekskursi bagian dari mata kuliah Weitergabe von Fremdkulturerfahrungen dan Konstitution und Erfahrung sozialer Räume ini dilakukan di Františkovy Lázně atau Franzensbad dalam bahasa Jerman dan Waldsassen, yang terletak di perbatasan Jerman dan Rep. Cěska. Saya ikut karena memang ingin jalan-jalan saja. Lumayan murah biayanya.

Františkovy Lázně terkenal sebagai tempat tetirah.  Didirikan tahun 1793 atas perintah Raja Franz II. Sumber-sumber air mineral di daerah ini mulai awal abad ke 15 dipercaya bisa membawa kesembuhan  untuk beragam penyakit. Air-air itu awalnya diambil oleh para perempuan daerah Eger langsung dari sumurnya dan dijual. Selanjutnya air-air ini dijual ke Jerman. Dalam perkembangan berikutnya, mengingat daerahnya yang ada di dataran tinggi lembah Eger, tapi cukup landai, tak naik turun, membuat kota kecil jadi tempat tetirah yang sangat populer di kalangan orang-orang berpunya di Jerman dan Cěska. Kota kecil yang indah ini hanya berpenduduk sekitar 6000 orang. Dalam sejarahnya, kota ini banyak dikunjungi orang-orang „beken“, dari mulai raja-raja, pengarang seperti Goethe dan komponis seperti Beethoven. Goethe bahkan sampai jatuh cinta pada gadis setempat berusia 19 tahun: Ulrike von Levetzow. Goethe sendiri sudah berusia 72 tahun saat itu, sehingga kisah cintanya ditolak oleh ibu si gadis. Patah hati membuat Goethe menciptakan “Marienbäder Elegie”.

Hal yang langsung menarik perhatian saya adalah kota ini terasa sangat maskulin walaupun simbol-simbol  yang dipakai banyak menggunakan simbol-simbol perempuan (patung medusa yang lebih mirip ratu kelabang, symbol-simbol kesuburan seperti telur dan patung anak kecil Frantisěk) dan arsitektur serta penataan kotanya juga cenderung feminin (bangunan dengan sentuhan gaya rokoko dan klasik romantik). Perempuan dilukiskan sebagai pengambil air di sumur-sumur sumber air mineral. Ada juga lukisan perempuan cantik yang baru keluar dari bak mandi berlumur lulur lumpur.  Hampir semua program wellness dan fitness ditujukan untuk perempuan dengan harga yang cukup murah untuk ukuran keuangan Jerman, tapi untuk tingkat ekonomi masyarakat Cěska itu sangat mahal. Untuk hal semacam, perempuan memang jadi komoditas ekonomi yang menjanjikan, walaupun pada kenyataannya saya melihat lebih banyak laki-laki tua yang ada dan “membeli” program kesehatan dan tetirah di kota itu daripada perempuannya. Ini cukup menunjukkan kemaskulinan  Františkovy Lázně, saat perempuan „hanya“ jadi perawat dan pendamping. Atau jangan-jangan malah justru menunjukkan “kekuatan” si perempuan? Anyway, kesan ini muncul cukup kuat di benak saya.

Yang menarik perhatian saya lagi adalah kesan kota yang dibuat seperti kota “mainan”, di bagian promenade utama. Kemungkinan besar bangunan-bangunan itu asli, tidak dibuat baru. Mungkin pengalaman dan pengetahuan saya sebelumnya saja tentang bangunan-bangunan a la jaman colonial di mal-mal atau town square di Indonesia –khususnya di Jakarta dan Bandung- yang meromantisasi keindahan identik dengan bangunan-bangunan a la jaman colonial itu, membuat saya berpikir bahwa promenade di Františkovy Lázně jadi terasa “buatan”, padahal mungkin tidak. Mengapa demikian? Bangunan-bangunannya terlalu “cerah” dengan warna dominan kuning terang dan putih, terlalu bersih dan terlalu berukir-ukir seragam. Pada kenyataannya memang hampir seluruh kota didominasi warna-warna cerah begitu dan kota ini memang sangat bersih. Bahkan di hutan-hutannya pun bersih. Mungkin juga karena ini tempat tetirah maka dibuat begitu cerah dan bersih. Hanya ada satu bangunan tua yang sudah berkarat, namun juga terasa tetap asri.

Hal yang khas lainnya, air mineral yang rasanya tidak enak itu –asin, sedikit bersoda, terasa aroma dan rasa logam dan entah apa lagi- bisa diambil bebas dari kran air yang dibuat dengan antik secara cuma cuma Biasanya orang memasukkannya ke dalam cawan kecil berpipa kecil, dan kemudian diminum dari pegangan cawan berbentuk pipa. Katanya agar kandungan mineralnya tidak hilang. Air ini  dipercaya bisa membawa kesembuhan untuk beragam penyakit, untuk melancarkan peredaran darah dan untuk membersihkan perut. Biasanya orang-orang minum air ini sebelum kemudian melakukan puasa suci. Rasanya benar juga, karena setelah minum air ini, saya memang tidak ingin makan lagi –untuk beberapa saat- karena rasanya yang benar-benar membuat perut mual dan tidak enak. Lumpur dari kota ini juga dipercaya bisa menyembuhkan penyakit kulit dan menghaluskannya. Daerah ini dulunya memang daerah gunung berapi, sehingga tanah dan airnya mengandung banyak mineral yang jika dipakai dalam ukuran tertentu bisa sangat berguna. Salah satunya juga gas alam yang digunakan untuk terapi mandi gas yang dipercaya berguna untuk melancarkan peredaran darah dan membersihkan organ intim perempuan dan menyuburkan rahim. Membaca tawaran Gasbad, salah seorang teman dari Polandia langsung agak sedikit terganggu, karena istilah ini mengingatkannya pada ruang gas jaman holocaust.

Paket tetirah dan pengobatan di Františkovy Lázně ini berkisar antara 1200 – 2000 € selama dua minggu. Harga ini sudah termasuk penginapan di hotel minimal berbintang empat, makan, program fitness dan wellness, dokter yang memeriksa setiap hari serta perawat yang siap sedia setiap saat. Harga yang murah untuk ukuran keuangan kebanyakan orang Jerman, jika dibandingkan dengan program semacam di Jerman yang bisa mencapai puluhan ribu euro (bandingkan dengan harga hotel bintang empat di Jerman yang semalamnya mencapai 200 €, belum lagi biaya yang lainnya).

Namun, ironisnya, di kota ini tidak ada dokter dan rumah sakit untuk masyarakatnya sendiri. Dokter hanya ada di hotel dan tempat tetirah dan hanya diperuntukkan untuk tamu-tamu yang datang dan mampu membayar saja. Rakyat biasa, penduduk kotanya, jangan harap bisa menjangkau mereka. Rumah sakit daerah berada sekitar 50 km dari kota. Entah seperti apa kondisinya. Hanya ada 3 apotik kecil di kota dan satu drogerie. Ruang praktik dokter di hotel dan tempat tetirah itu sangat modern, dilengkapi layar-layar monitor untuk memantau apa yang dilakukan si pasien atau klien mereka. Penduduk kota bekerja melayani para tamu dan klien, namun tidak pernah sama sekali merasakan bagaimana rasanya berendam di kolam air hangat bermineral, ikut fitness, luluran dan kenikmatan-kenikmatan lainnya. Mereka hidup dari produk-produk kesehatan dan kenikmatan yang djual atas nama kesehatan, padahal jangan-jangan mereka berjual beli „Krankheit“: penyakit . Fisik dan psikis. Jangan-jangan kesehatan memang hanya milik  dan untuk orang-orang berpunya . Rasanya fenomena ini terjadi tidak di Františkovy Lázně saja, tapi di mana pun. Duh.

Foto-foto bisa dilihat di sini.

Advertisements

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s