Pada Malam Itu

Dan aku tiba-tiba rindu pada malam itu. Malam saat pepohonan tidur diselimuti salju putih dingin yang turun berebutan menyentuh dan menyelimuti bumi. Malam saat angin berdesir menusuk tulang membekukan kulit. Malam saat langit kelabu kelam. Malam saat hening mendekap mata dan telinga. Malam saat sisa langkah meninggalkan jejak di salju yang menebal. Malam saat kehangatan kemudian pelahan menyelusup jiwa dan raga. Malam saat hening tak lagi sunyi. Malam saat salju merundukkan daun cemara. Aku yang berdiri di tengah alam raya memutih. Merasakan kehangatan dari salju yang berebutan menyentuh tanah. Tak ada dingin, hanya hangat. Dan aku tunduk bersama seisi jagat: pada-Nya.

Dan aku rindu pada malam yang menjanjikan cahaya terang surga. Pada malam saat air mata dan dosa-dosa diseka.

Advertisements

5 Gedanken zu „Pada Malam Itu

  1. Minal Aidin Wal Faidzin. Mohon Maaf Lahir dan Batin.
    Selamat Merayakan Hari Raya Idul Fitri 1429H…

    * semoga kita masih diberi kesempatan untuk dapat menikmati bulan Ramadhan yang akan datang. insya Allah.

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s