Abschlussfest: der schönste Semesterschluss

Hari ini perkuliahan semester genap tahun akademik 2008 berakhir. Minggu depan mahasiswa sudah memasuki minggu tenang dan dilanjutkan dengan Ujian Akhir Semester. Untuk mahasiswa semester 8, hari ini adalah hari terakhir mereka berada di dalam kampus bersama-sama, karena setelah Ujian Akhir Semester mereka akan lebih banyak „berjuang“ sendiri dengan skripsi mereka masing-masing. Dan hari ini mereka memberikan hadiah terbesar untuk kami semua staf pengajar di Jurusan Jerman. Khususnya mungkin untuk Jutta (mengajar Deutsches Drama, Deutsche Lyrik, Literaturseminar, dan Linguistikseminar), Bu Yunni (mengajar Übersetzung Deutsch – Indonesisch), dan saya (mengajar Textanalyse dan Trends in der Linguistik) –yang hari ini merasa menjadi orang paling bahagia sedunia.

Hari ini mahasiswa semester 8 dari pengutamaan Sastra dan Linguistik memberikan hadiah berupa pertunjukan kreativitas mereka: menyanyi, baca puisi, pentas parodi, dan teater. Semuanya adalah hasil perkuliahan mereka selama satu tahun ini. Jutta Kunze, lektor DAAD kami, yang mengorganisir mereka untuk menyanyi, baca puisi, dan pementasan teater naskah Dürrenmatt „Der Besuch der alten Dame“. Mahasiswa dari kelas Linguistik, yang selama setahun ini saya pegang, mementaskan parodi Rotkäppchen (Si Kerudung Merah) menjadi Ronkäppchen. Naskah parodi dan urusan teknis mereka lakukan sendiri.

Kejutan pertama diberikan saat kami masuk ruangan yang sudah didekorasi sedemikian rupa oleh mereka. Bagus dan kreatif. Beberapa karya mereka selama kuliah di semester 8 mereka tampilkan. Terharu dan senang saat melihat apa yang kami lakukan bersama mereka di kelas ditampilkan di Aula Gedung B. Acara dibuka dengan Kanonsingen dari kedua kelas. Beberapa lagu dinyanyikan secara kanon dan acapela. Bagus! Selanjutnya pembacaan beberapa puisi karya Goethe, Christian Morgenstern, Erich Fried, dll dalam Bahasa Jerman dan terjemahan dalam Bahasa Indonesia yang mereka buat di kelas Lyrik. Di kelas ini saya pernah masuk dan memberikan diskusi kecil tentang penerjemahan puisi. Hasil terjemahan mereka saya bahas dan diskusikan bersama. Hasilnya luar biasa. Terjemahan mereka bagus-bagus! Hasil terjemahan itu dikumpulkan dan dibundel jadi satu buku kecil. Salah satu penerbit bahkan sudah menawarkan untuk menerbitkan kumpulan terjemahan karya mereka. Ini masih jadi utang saya untuk mengedit karya mereka. Namun, rasanya saya tak perlu mengedit banyak, karena terjemahan mereka sudah bagus.

Setelah pembacaan puisi ditampilkan teater parodi dongeng Rotkäppchen menjadi Ronkäppchen dari kelas linguistik. Mengapa Ronkäppchen? Karena pemeran utamanya adalah Ronald :) Benar-benar kreatif dan mengundang tawa kami semua. Ini benar-benar kejutan besar, karena tadinya mereka tidak akan ikut serta. Seminggu mereka persiapkan dan hasilnya menurut saya benar-benar luar biasa. Pakem cerita Rotkäppchen mereka pakai dan ditambah karakter yang sangat Indonesia seperti tukang jamu dan tukang ojek. Kritik terhadap teknologi dan ikon-ikon pop di Indonesia saat ini mereka tampilkan. Hasilnya memang jadi kocak. Senang dan terharu sampai saya menitikkan air mata menyaksikan mereka. Mereka luar biasa! Yang membuat saya terharu juga kreativitas mereka menyisipkan beberapa materi perkuliahan selama ini ke dalam naskah mereka. Tiga tokoh Schwein (babi) ditampilkan dengan kocak dan lincah oleh 3 gadis pendiam Fajri, Dilla, dan Dita. Mereka membawa papan yang berisi tentang beberapa informasi dari mata kuliah yang mereka dapatkan. Misalnya saat ada adegan tentang masa depan, papan bertuliskan Futur I ditampilkan, dan keterangan tentang Futur I dinarasikan oleh Hanny. Begitu juga saat ada kalimat ellipsis, papan bertuliskan Ellips diiringi narasi ditampilkan. Informasi tentang Sprachvarietäten pun ada juga. Misalnya ke-khas-an bahasa Jerman di Austria. Betapa mereka begitu kena dan hidup memasukkan tema-tema dalam perkuliahan ke dalam naskah. Hal ini untuk saya menunjukkan, bahwa mereka paham dan tahu apa yang mereka pelajari di kelas. Saya senang, bangga, dan terharu, rasanya bercampur aduk.

Usai parodi, istirahat shalat Jumat dan makan siang. Setelah itu acara dilanjutkan dengan pementasan naskah Dürrenmatt ”Der Besuch der alten Dame” (Kunjungan Nyonya Tua). Naskah tragik komedi yang cocok dengan situasi tidak saja di Indonesia, tapi juga di dunia, saya rasa. Claire Zachanassian yang diperankan dengan baik oleh Mita adalah wanita tua yang kaya dan dengan uangnya dia bisa membeli apapun, termasuk keadilan. Alfred Ill menjadi korbannya. Dia mati tanpa sebab yang jelas, hanya karena Claire tidak suka padanya. Ill memperjuangkan keadilan kemana-mana, namun hakim, walikota, guru, dokter, bahkan pendeta pun sudah disuap oleh uang Claire. Iming-iming 5 juta per orang dan bantuan 1 miliar untuk kota Guellen justru membawa Ill pada kematiannya yang misterius. Kritik terhadap situasi kekinian disampaikan dalam bentuk komedi satiris oleh naskah yang dibuat tahun 1956 ini. Naskah ini juga pernah dipentaskan oleh Teater Koma dengan judul Kunjungan Nyonya Tua dan sudah diadaptasi ke dalam situasi dan budaya Indonesia. Sedangkan tadi, mahasiswa kelas sastra memainkannya dalam Bahasa Jerman. Arida memerankan Alfred Ill dengan baik dan penjiwaan penuh.

Pembacaan puisi dalam dua bahasa menjadi acara berikutnya, kemudian ditutup lagi dengan nyanyi bersama beberapa lagu. Ada satu lagu bahkan dalam bahasa Jerman dan bahasa Sunda. Ode an die Freude milik Schiller yang menjadi lirik untuk Simfoni No. 9 Beethoven pun dinyanyikan. Ah, saya selalu merinding jika mendengar lagu ini. Rasa bahagia saya semakin memuncak!

Acara selesai. Saya hampiri mereka untuk mengucapkan selamat atas kerja keras dan usaha mereka dan betapa saya berterima kasih dan merasa terhormat ada di sana dan menjalani satu tahun yang indah bersama mereka. Diijinkan untuk ada dan mengikuti perkembangan mereka dari waktu-waktu selama dua semester ini adalah berkah terbesar untuk saya. Pun ketika pada akhirnya saya bisa menyaksikan mereka tampil di depan publik, kebahagiaan saya benar-benar tak bisa terukur. Itu bonus yang besar. Saya tak pernah menduganya. Kalaupun air mata saya menetes, itu lebih karena saya yakin bahwa mereka bisa terbang tinggi setinggi apapun mereka mau. Saya menyandarkan harapan saya pada mereka dan saya bahagia karena saya tahu mereka akan menjadi orang-orang yang tahu apa yang mereka mau. Semangat, kebersamaan, dan kerja keras mereka menjadi bekal untuk masa depan yang sudah menunggu mereka. Sesulit apapun halangannya, saya selalu yakin mereka bisa melaluinya. Waktu yang akan bicara dan pada waktu pula saya percayakan mereka.

Mereka menutup semester ini dengan manis. Menghadiahkannya untuk kami para pengajarnya. Dan terutama untuk saya, karena mereka membuat hari ini menjadi hari terindah dalam hidup saya. Hari yang semakin meneguhkan saya, mengapa saya ada di sini dan memilih tetap ada di sini. Hari yang membakar energi dan semangat saya dan menjadikannya cadangan yang insha Allah akan terus menyala untuk waktu-waktu ke depan.

Danke allen, Jungs und Mädels, für Eure Begeisterung und Bemuhung. Bin sehr stolz auf Euch und liebe Euch allen von dem ganzen Herzen!

Advertisements

21 Gedanken zu „Abschlussfest: der schönste Semesterschluss

  1. Wah, tidak bisa liat konser klasik di sarbini tapi dapat hadiah yang lebih istimewa ya, Dian. Hebat, coba dipentaskan di publik. Kebahagiaan guru jika melihat apa yang diajarkannya tidak sia-sia. Duh. Jadi ikutan terharu nih.

  2. Frau..
    Sie sind bestimmt ganz stoll auf ihre StudentInnen. Ich war auch gluecklich als ich gestern beim Abschlussfest war. Aber schade, ich moechte Literature waehlen. Ich kriege keine Vorlesungen mehr von Ihnen. Aber wenn ich Probleme ueber meine Vorlesungen habe, koennte ich zu Ihnen kommen??
    Danke frau..Ich war gluecklich mit Ihnen in der Klasse =)

  3. Ibu Dian, saia sangat terharu ketika membaca blog ini (“Abschlussfest: der schönste Semesterschluss”) . Sungguh suatu pujian yang luar biasa manis untuk kami, khususnya untuk saia . Terima kasih atas bimbingan ibu selama ini, pelajaran“ yang kita dapatkan sungguh berharga . sebenarnya saia sangat sedih semester genap (8) ini berakhir, dengan begitu saia akan sangat jarang bertemu lagi dengan teman“ seperjuangan (anak“ Linguistik) :( .

    Yang membuat saia sedih lagi, saia masi harus mengulang beberapa mata kuliah di semester depan . tapi saia harus tetap semangat !! karena saia tidak mau mengecewakan orang“ yang dengan susah payah telah membantu dan memberi saia semangat ! :)

    Danke Schoen, Frau Dian . . . .
    =)

  4. Liebe Bu Dian,

    Wuah ibu, saya merasa ‚lotek‘ banget nih,,,alias campur aduk sayur mayur yang menyehatkan dan memiliki rasa yang sangat enak, saat baca Blog ibu ini…
    Ga tau ah mu ngomong apah…kayaknya ga da kata yang cukup indah untuk menuangkan perasaan saya atas Event yang kemarin…Sprachloss juga bu abis baca Blognya…Kerja keras kita sampai dihargai sebegitu besar.
    Yang pasti emang Event kemarin diberikan untuk pengajar-pengajar yang tak akan tergantikan oleh siapa pun..
    Makasiiiiih banyak yah bu…

    LG,
    Hanny P.

    PS: Bu, kami ngerjainnya hanya 5 hari lho bu..hehe^_^ (padahal sama ajah..)

  5. Bu…
    pas baca Blog ibu.. aq jadi mikir..
    ternyata bener juga ya..
    sesuatu itu bakal terasa indah banget pas kita uda mulai merasa kehilangan..

    waktu mulai ngerjain drama itu (hari senin lalu) yang diawali dengan diskusi panjang lebar di kosn Shizy, kita
    (besonders: Ich) ngerasa „ga meaning bgt siy niy acara!! ga jelas bgt!! mana persiapannya cuma seminggu!!“
    tapi even diselingi oleh beberapa gerutuan, kita tetep ngerjain itu sampe ‚pol-polan‘.

    Tiap hari ngumpul, latihan sampe malem, bikin dekor sampe malem, ga ngerjain tugas bareng2, ketawa2, menggila, makan bareng.. wuah pokonya semuanya bareng2 de!!

    sampe akirnya hari jumat itu tiba,,,
    seneng bgt rasanya karena „akhirnya dateng juga“ dan „semuanya hampir berakhir!“
    ternyata…
    setelah semuanya berakhir..
    baru de kita ngerasa klo proses yang selama ini kita jalanin dan ngerasa terbebani dengan itu semua, ternyata baru terasa indah dan ternyata emang „hampa bgt“ klo ga ketemu lagi sama tmn2 semua..

    Danke fuer Alles..
    Thanks for all..
    Hatur nyuwun.. (bnr ga ya tuliasannya?)
    Terima kasih byk..
    ya bu Dian..

    bwt semua bantuan ibu untuk KAMI (khusunya Unk SHANTY)
    mulai dari Kolloquim Shanty dan semua mata kul lainnya…

    lot of Love..

    Shanty

  6. Ibu Dian, mata saya kayak mendung-mendung mau ujan waktu baca blog ibu. Terharu banget! Gak nyangka aja kita dihargai sampe segitu dalemnya.
    Padahal pas awal-awal bikin drama „Ronkaeppchen“ kita agak-agak pesimis soalnya anak literatur lebih keren dan dipegang langsung sama Frau Kunze, sedangkan kita ngerjain semuanya sendirian. Dan sering ngeluh2, soalnya selain mesti nyiapin drama, kita juga yang ngurusin dekor, konsumsi, perijinan, teknis dan lain-lain. Blom lagi tugas yang harus dikumpulin minggu ini juga. Trus selama bikin drama ini pasti ada aja hambatannya, misalnya : waktu yang terlalu sempit, proses Recording yang sampe diulang 2 kali (tapi cuma 1 Szene doang siyh =P), tempat latihan yang kurang memadai, mati lampu seJatinagor raya pas H-1, sampe ribet2 nyiapin kostum dan peralatan. Tapi untungnya, semuanya kita kerjain bareng2, sambil ketawa2, gak ada satupun yang egois, semuanya mau capek dan ikut susah. Pokoknya anak2 Linguistik sehr toll..!! Dan support dari ibu dan dosen2 lain yang juga bikin kita tambah semangat.
    Tapi semua jerih payah kita bener2 terbayar waktu pementasan. Semuanya mainnya pol2an. Dan drama kita dapet tanggapan yang positif. Apalagi pas selesai drama, ibu langsung ke Backstage dan ngucapin selamat ke kita, rasanya seneng banget! Kayak dapet berita kalo semester ini gak ada UAS… hehehe.. gak deh bu bcanda..
    Makasih ya bu buat semuanya..

    P.S. bu, kita boleh nge-copy foto2 kita waktu drama gak bu??

  7. @ Mbak Enggar: tak terukur bahagianya, Mbak. Setelah lihat komentar-komentar mereka di sini, aku jadi makin terharu, karena merasa apa yang aku berikan sebenarnya bukan apa-apa, tapi mereka menghargainya sedemikian rupa. alhamdulillah :)

    @ allen: wow! Ihr seid zu meinem Blog vorbeigekommen! was für eine Überraschung! Danke!!! Btw, saya jadi semakin terharu baca komentar-komentar kalian…Viel Erfolg!

    @ Okky: ja, bin sehr stolz auf Euch alle! Natürlich, wir sehen uns immer noch an der Uni, und Du kannst ruhig zu meiner Sprechstunde vorbeikommst.

    @ Dilla: danke juga, Dilla. Du warst toll! Tetap semangat ya! Du wirst schaffen :)

    @ Hanny: hihi, istilahmu ada-ada saja, Han. „lotek“ banget. Boleh juga tuh jadi istilah baru untuk perasaan campur aduk yang enak, lezat, dan sehat :) Danke dir! Du warst auch toll!

    @ Shanty: Du hast recht. Alles wird immer besonders wertvoll, wenn es schon vorbei ist. Ihr wart wirklich ganz toll. Besonders Du! Viel Erfolg!

    @ Aphrodita: Ihr wart klasse! Habe überhaupt nicht gedacht, dass ihr nur in der sehr kurzen Zeit so toll gemacht habt. Foto? tentu saja. Nanti saya kompilasikan dalam 1 CD, juga dengan foto-foto dan hasil pekerjaan kalian yang lain selama setahun ini. Viel Erfolg!

  8. Uwaaa…T_T

    Ibu…tega banget c bikin orang nangis“ gara“ baca hasil karya ibu yang sedemikian menyentuh, buat saya khususnya…

    Jd nyesel udah pulang ‚kandang‘ (msh berasa jd babi :)…
    Kmrn dpt jarkom bwt kumpul“ sm crew Ronkaepchen, tp berhubung daku sudah berada nun jauh dengan mereka ya apa boleh buat, jd ga ikutan dey…:(
    Mav ya teman“ seperjuangan, tp kan msh ada 1. und 3. Schwein…hee :)

    Uebrigens, emang beneran ya bu, peristiwa kmrn itu yang terakhir buat kami anak“ semester 8?
    Ga bakalan ada lagi ‚peristiwa‘ kayak gitu di lain waktu?
    Peristiwa yang bikin kami bener“ ngerasa ‚ein fuer alles und alles fuer ein‘?
    Peristiwa yang menyadarkan kami bahwa kami udah menghabiskan banyak waktu bareng“?
    Peristiwa yang maksa kami buat ‚menghalalkan segala cara‘ termasuk pulang malem dan nelantarin tugas pribadi buat kepentingan bersama?
    Peristiwa yang nyebelin tapi nyenengin?
    Peristiwa yang…ga bisa terulang apalagi terganti…

    Buat ibu…
    Makasih udah menyadarkan saya kalau saya punya teman“ seperjuangan yang begitu berarti…
    Makasih buat semua bantuan ibu menyangkut Graffiti yang keukeuh pgn saya bahas…
    Makasih atas segala yang ibu udah berikan yang insya allah bisa saya manfaatkan dengan baik…

    LG
    oppie
    ‚upz‘ Fajri dey kalo ibu gatau oppie… :)

  9. @ Fajri a.k.a Oppie: ternyata dua nama untuk satu orang yang sama :) Danke Dir auch :) hiks, hiks, malah saya yang jadi terharu biru nih baca komentar-komentar kalian. Letzter Projekt? Nööö…..Ronkäppchen Inc. akan dipromosikan untuk tampil di acara dies natalis fakultas sastra november nanti. mudah-mudahan jadi ya…:)

  10. Liebe Bu Dian
    Hari sabtu waktu ketemu ibu di Goethe saya langsung ke warnet habis makan malam bareng Sizy. Penasaran bgt pengen baca blog ini dan pengen liat foto saya yang kata ibu juga dimuat di blog ini.hehe..
    Waktu baca, saya sampai menitikkan air mata, saya benar-benar terharu. ini pertama kalinya saya nangis di warnet. Dan ternyata saya baru sadar kalau event kemarin adalah hari-hari terakhir kami bersama. Tadinya saya sampai pengen nangis karena merasa jenuh banget sampai stress harus dihadapkan pada Abschlussfest yang waktu persiapannya cuma seminggu, malah sebenarnya cuma 5 hari. Belum lagi tugas-tugas kuliah yang harus dikumpulkan di minggu itu juga. Ternyata di balik itu semua ada hikmah luar biasa yang saya rasakan. Saya semakin mengenal teman-teman dan merasa jauh lebih dekat dengan kalian semua.
    Saya benar-benar tidak menyangka kerja keras kami dihargai sebegitu besarnya.
    Senang sekali rasanya apa yang telah kami berikan pada event kemarin bisa memberikan dan meninggalkan kesan positif bagi para pengajar dan teman-teman kami.
    Ini juga tidak terlepas dari semangat teman-teman semua, buah dari kerja keras, semangat, dan kekompakan kami dari tim “Ronkaepchen”.
    Makasih ya bu buat semangat dan kesabarannya selama ini :)
    Tanpa semangat dan kesabaran ibu kami semua tidak akan bisa seperti ini.
    Banyak hal yang sudah kami dapatkan dari ibu, tidak hanya pengetahuan kuliah tapi juga pengetahuan hidup.
    Teman-teman, ini adalah hadiah terbesar kita selama setahun ini.
    Terima kasih teman-teman dan sekali lagi terima kasih bu Dian.
    Akan slalu ku ingat smua kenangan yang telah kita lalui bersama.
    Akan slalu ku ingat suara tawa kita.

    LG
    Dita

  11. Ass Liebe Bu Dian,
    wah untuk yang ke2 kali saya lihat tulisan ibu masih dan tetap saya terharu, apalagi tak percuma saya jarkom anak2 untuk lihat Blog Ibu.. saya sampai bikin tulisan gak jelas di kostan (seperti biasa karya mahasiswa ala anak TK). saya pikir waktu dita SMS „cz kamu mesti liat blog bu Dian, aku mpe nangis“ itu adalah tipu daya dita untuk mengajak saya, tapi ternyata memang ibu penulis berbakat. kalau menulis pakai perasaan memang hasilnya di luar dugaan. empat jempol untuk ibu dan anak2 linguistik…untuk semua yang Ibu dan mereka berikan di kelas linguistik…
    Hebatnya ibu, dah buat saya nangis di warnet ^_^.
    LG,
    Shizy

  12. @ Shizy: duuh…dikau segitunya deh, say :) danke dir und danke euch :) wie gesagt, es gibt keine genüge wörter, um zu sagen, wie ich sehr stolz auf euch bin und wie groß ich euch liebe :)

  13. Liebe ibu dian

    ibuuu,,,hikz..hikz…

    bu,,saya baru aja ke warnet lagi, setelah dikasi tau sama ajenk, klo ibu bikin blog tentang abschlussfest… maaf ya bu saya baru baca…

    wajahku begitu sumbringah
    ketika tau ada tulisan
    tulisan tentang suatu kisah
    kenangan yang tak terlupakan

    tak sabar
    ku tunggu tiap detik
    loading…loading..
    akhirnya…

    ku baca deretan kalimat
    kata demi kata
    per baris
    per alinea

    mataku mulai basah
    tetes demi tetes
    airnya menganak sungai
    jatuh membasahi pipi

    hatiku bergejolak
    mengharu biru
    rasaku memuncak
    menyesakkan nafas

    tulisan itu
    tentang aku, kamu,
    teman-temanku
    n kita semua

    bibirku terkatup
    diam seribu bahasa
    hanya hati yang bicara
    BAHAGIA NYA aku

    terimakasih ibu
    terimakasih atas jasamu
    terimakasih atas budi baikmu
    tutur kata n sikapmu
    slalu hadirkan senyum di wajahku

    bu,, walopun lyrik itu tak beraturan n ga punya rima yang bagus,,,tapi beneran itu curahan hati yang paling dalam. Saya bener-bener nangis di depan layar ini (ga lebai ko bu,, apalagi ini ada lagunya Letto „permintaan hati“,,, kan mellow gitu tuh bu,,,smakin netes aja niy air mata).. tapi emank itu yang saya rasakan.

    senang banget atas pujian ibu,,
    bukan ibu yang seharusnya berterimakasih, tapi kita (saya khususnya) yang harus menghaturkan kata-kata itu..
    walopun ibu ga ngasih kuliah di literatur, tapi bukan berarti ibu ga perhatian sama kita-kita anak literatur.
    Karna ibu,saya terinspirasi untuk menganalisis puisi dalam kollo..
    sampai akhirnya,, saya mulai lagi menerjemah dan mempelajari puisi-puisi lebih dalam (yang dulu pernah tersingkir beberapa saat, karna saya pikir itu pekerjaan yang sulit) tapi ternyata sekarang saya merasakan sebaliknya..

    adooh,,,saya jadi kikuk sendiri,, ga tau lagi mo berkata apa,, saking terharu dan senangnya.. pengen ketemu ibu ajalah…

    yang pasti makasi atas semuanya ya bu,,,
    semoga ibu makin sukses dan bisa menularkan kesuksesan itu ke kita-kita.. aamiin..

    Liebe Gruesse

  14. Wow…

    ampe Ganzehaut bacanya…. Keren juga ya anak2 Sastra Jerman sekarang.. Guru2nya juga makin hebat sih ;)

    Anyway.. salam ya bu buat dosen2ku tercinta disana… terutama dosen waliku, bu Nunuk, tetap semangat ngajar yaaaaaaaaaa…. ;)

    gvlg,
    Wina

  15. Liebe bu Dian…

    setelah nyoba beberapa link dari google search, akhirnya ketemu juga blog yang belakangan ini sering dibicarakan anak2 jerman…
    smua orang bilang, „lo dah baca blog nya bu dian belom“..
    saya yg selama ini berkuliah di jurusan sastra jerman,jadi kaget juga..
    „dosen jerman bikin blog?“ ..
    waw…menarik sekali,apakah ini pertanda bahwa perkuliahan di jurusan ini akhirnya menemukan titik cerah?
    saya yang sudah menjalani kurang lebih 10 semester dalam „kelesuan akademis“ tiba-tiba merasakan semacam sensasi yang menjalari tubuh ini untuk mulai lebih memperhatikan urusan perkuliahan saya yang cenderung terbengkalai…..

    terimakasih ibu yang sudah mengajar mata kuliah semantik semester ini, terimakasih karena telah membuka mata saya bahwa perkuliahan yang sedang saya jalani sekarang ini sesungguhnya sangat2 menarik…
    mudah-mudahan makin banyak dosen di jurusan yang mau sedikit berkompromi dengan mahasiswanya seperti ibu dian..

    Vielen dank

  16. @ Wina: hai, hai! mahasiswanya memang keren-keren, win. mau ikutan kuliah lagi? ;) jangan deh ya, hehe

    @ivan: hai ivan! wah, wah, was du geschrieben hast, war zu viel für mich. baru tahu ya dosennya suka ngeblog? ;)

  17. So ein wunderbares Moment, das kann ich kommentieren …

    eh, ngomong2 ada yang nge-dokumentasiin videonya ngga? aku jadi pingin lihat tuh kayak apa pementasannya, sampai2 membuat orang2 terharu …

    mmh .. aku jadi ingat masa-masa dulu nih … pingin rasanya zurueck zum Campus, buat ngilangin stress aja nih …

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s