What do you do, dear?

You are in the library reading a book when suddenly you are lassoed by Bad-Nose Bill. “I’ve got you,” he says, “and I’m taking you to my ranch, pronto. Now get moving.” What do you do, dear?

Itu adalah salah satu situasi yang digambarkan dalam buku dari Sesyle Joslin dengan ilustrasi lucu dan menarik oleh Maurice Sendak. Ini adalah buku anak-anak yang mengajarkan cara bersopan santun tanpa gaya menggurui. Ditulis dengan gaya bahasa yang ringan sehingga mudah dimengerti oleh anak-anak. Ilustrasi dan konteks cerita yang pas untuk anak berusia antara 4 sampai 8 tahun memudahkan mereka untuk memahami sopan santun yang berlaku dalam kelaziman bermasyarakat. Tidak hanya anak-anak, saya pun begitu terkesan pada buku hadiah dari sahabat saya Masako dan Stephan, yang saya kenal pertama kali dalam mata kuliah Pengantar Sosiologi beberapa tahun lalu. Profesor saya yang memperkenalkannya untuk dijadikan bahan analisa tatanan sosial dalam masyarakat. Buku ringan yang habis dibaca dalam waktu 5 menit saja, namun sarat makna. Saya bacakan buku ini kepada keponakan-keponakan kecil saya, dan ini terbukti menjadi salah satu buku favorit mereka. Yang lebih mengesankan, mereka merekam setiap cerita dan mengomentari apa yang mereka lihat dan baca dalam buku itu dengan kritis. Daya pikir kritis dan imajinasi mereka ini tergali lewat penggambaran situasi yang selalu diikuti pertanyaan What do you do, dear? Mereka diajak berpikir dahulu, untuk kemudian melihat jawabannya di halaman berikutnya. Jawaban ini pun mengundang komentar kritis dari keponakan-keponakan saya, karena dalam beberapa hal mereka tidak setuju dengan ”saran” dari jawaban atas pertanyaan tadi. Ini menarik, karena mereka berasal dari budaya yang berbeda dengan latar belakang budaya ”tokoh” dalam cerita. Hal-hal lucu karena faktor umur dan psikologis juga sering terjadi. Misalnya, salah seorang keponakan perempuan berusia tiga tahun bersikukuh tidak mau menerima jawaban bahwa dia harus memberikan tempat kepada orang yang lebih butuh tempat duduk di kendaraan umum (dalam buku ini digambarkan dengan gajah pengangkut penumpang). Dia bilang, dia tidak mau pindah, karena dia capek dan ingin duduk, jadi orang yang baru datang harus tetap berdiri. Situasi-situasi lain serta jawaban-jawabannya pun memancing komentar dan pertanyaan-pertanyaan lanjutan dari mereka.

Jadi, apa jawaban untuk situasi di atas? What do you do, dear?

Kalau kata buku itu: You walk through the library quietly :)

Advertisements

8 Gedanken zu „What do you do, dear?

  1. Sehr interessant!
    If it had been me, I would’ve had avoided the lasso easily. It’s because I’m Bad-Nose Ucup whose nose could have been worse than Bill’s nose. hehhe ..
    Tadinya pas mo buka blognya Frau saya udah nyiapin kamus. Tapi ternyata ga perlu. So, kayanya saya bakal sering-sering berkunjung ke sini, hehhe. Bis Dann, Frau Dian. :)

  2. @ Maya: Keburu nyampe, may :) danke fürs Vorbeikommen!

    @ Yusuf: hahaha, ada-ada aja kamu, mah. datanglah sering-sering ya! und danke fürs Vorbeikommen!

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s