Jangan-jangan

Benarkah kita justru semakin mirip dengan orang yang tidak kita sukai daripada dengan orang yang kita sukai?

Dan keluh kesah saya hari itu saya akhiri dengan: ups, kok sepertinya itu saya deh? jangan-jangan dia itu saya :)

Jangan-jangan memang ada satu sisi diri kita yang tidak kita sukai dan itu termanifestasikan pada orang lain dan membuat kita membencinya. Jangan-jangan, jika kita mati-matian benci pada orang lain, kita sebenarnya sedang membenci diri kita sendiri. Jangan-jangan, jika kita habis-habisan membicarakan keburukan orang lain, kita sebenarnya juga sedang membicarakan dan mengungkapkan keburukan kita sendiri. Jangan-jangan, semakin benci kita pada orang lain, semakin besar kemungkinan kita menjadi seperti mereka yang kita benci. Jangan-jangan…

Übrigens, danke für den sonnigen Sonntag :)

Advertisements

6 Gedanken zu „Jangan-jangan

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s