Satu dan Segalanya

Demi menemu diri dalam tiada berhingga,
Setiap pribadi  pasti rela sirna,
Di sanalah segala jenuh bakal musnah;
Bukan pada bebas syahwat panas hasrat
Bukan pada padat aturan tuntutan ketat,
Pada penyerahan diri itulah nikmat berkah.

Datang dan rasuki jiwa kita, o jiwa jagat!
Dan dengan ruh jagat kita bergulat nekat,
Itulah maha tugas daya-daya kita.
Ruh-ruh budiman yang menuntun,

Para aulia yang membimbing santun,
Kan antar kita pada Dia yang abadi mencipta.

Dan untuk jadikan ciptaan baru selalu,
Agar tak berkeras diri menjadi beku,
Haruslah bertindak tak sudah-sudah.
Maka yang semula tiada, kini sedia menjelma
Dunia aneka warna, mentari-mentari bercahaya
Ia mutlak tak berhak istirah.

Ia mesti berkarya, mesti menggubah,
Membentuk diri, lalu berubah;
Meski seolah sejenak terdiam.
Sang Abadi berkarya di tiap insan
Karena segala harus runtuh sirna,
Jika hendak bertahan dalam Ada.

Johann Wolfgang von Goethe

Diterjemahkan dari karya asli Goethe ”Eins und Alles” oleh Agus R. Sarjono & Berthold Damshäuser. Dibacakan dalam acara peluncuran buku kumpulan puisi „Satu dan Segalanya“ (Goethe) di Goethe Institut Bandung, 26 Juli 2007.

Advertisements

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s