Die Wahlverwandtschaften

„Eduard – so nennen wir einen reichen Baron im besten Mannesalter“. Begitu Goethe mengawali roman yang berjudul „Die Wahlverwandtschaften“ (1809). Istilah „Wahlverwandtschaften“ sendiri muncul pertama kalinya dalam buku harian Goethe pada tanggal 11 April 1808. Saat itu Goethe sedang membuat skema cerita „Wahlverwandtschaften“ dan „Mann von fünfzig Jahren“. Awalnya Goethe akan memasukkan „Wahlverwandtschaften“ sebagai novel yang menjadi bagian karya Goethe „Wilhelm Meister Wanderjahre“.

Goethe tidak begitu saja mengambil judul ini. Dia mengambil istilah dalam ilmu kimia ”Wahlverwandtschaften” untuk dijadikan romannya yang kesekian. Torbern Bergmann, ahli kimia dari Swedia, menulis pada tahun 1775 tentang „de attraction electivis“. Tahun 1782 Hein Tabor menerjemahkan istilah ini ke dalam Bahasa Jerman menjadi „Wahlverwandtschaften“ untuk (secara umum) menunjukkan bahwa suatu atom mempunyai kemampuan untuk saling melepaskan ikatannya dengan atom yang lain karena ada pendekatan dari atom yang baru. Atom yang baru itu memiliki ikatan yang sama dengan atom yang lepas tadi, mereka kemudian mengikatkan diri, sehingga muncullah atom yang baru lagi. Hal ini disebabkan karena hampir semua jenis atom memiliki kemampuan bergabung dengan atom yang lain untuk menghasilkan senyawa-senyawa yang baru. Proses pelepasan dan penyatuan ikatan-ikatan atom tadi disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya faktor suhu, panas dan derajat keasaman, juga faktor kimia lain. Dalam Bahasa Indonesia, istilah „Wahlverwandtschaften“ ini dikenal sebagai „ikatan kimia“.

Dalam roman ini Goethe berusaha menerapkan proses ikatan kimia dalam perilaku hubungan antarmanusia sehari-hari. Namun, Goethe tidak ingin menggurui pembacanya dengan membuat pembedaan yang jelas antara fiksi dan teori ilmiah. Dia juga tidak mencampuradukan itu. Goethe justru dengan cerdas dan harmonisnya melesapkan teori ini tidak hanya dalam dialog antartokohnya, tetapi juga dalam alur cerita dan konfigurasi tokoh-tokohnya –terutama konfigurasi antartokoh utama: Eduard, Charlotte, Otillie, dan Hauptmann-. Tokoh Hauptmann dalam roman ini memang menarasikan dengan jelas pengertian „Wahlverwandschaften“ dalam salah satu „adegan“ percakapan malam hari dengan Eduard dan Charlotte. Dia menerangkan pengertian Wahlverwandtschaften ini dengan batu kapur yang elemen-elemennya saling melepaskan diri bila batu kapur itu dimasukkan ke dalam cairan asam belerang. Hasilnya adalah terbentuknya unsur baru yaitu gips. Sedangkan zat asam yang tadinya mengikat tanah yang berkapur dalam batu kapur tersebut akan menguap ke udara.

Tokoh Hauptmann juga selanjutnya mencontohkan bahwa ikatan antara A dan B bila didekatkan dengan unsur baru C dan D akan mengakibatkan terjadinya pelepasan dan penangkapan antarunsur, sehingga akan terjadi hubungan dan ikatan yang baru dengan berbagai macam kecenderungan konfigurasi. Kemungkinan terbesar dari ikatan baru yang terjadi adalah ikatan baru A dengan D dan B dengan C.

Penjelasan tokoh Hauptmann ini hanya secuil dari tema ”sederhana” yang diangkat: perselingkuhan. Charlotte dan Eduard adalah suami istri yang hidup bahagia. Orang tidak melihat kekurangan dan masalah dalam pernikahan mereka. Suatu hari Charlotte bermaksud mengundang Ottilie keponakannya yang sudah yatim piatu untuk tinggal bersama mereka. Eduard menyetujuinya. Dengan persetujuan Charlotte, Eduard pun mengundang sahabatnya –Hauptmann- untuk tinggal juga bersama mereka. Maksud Charlotte dan Eduard adalah untuk menjodohkan Hauptmann dan Ottilie. Namun, yang terjadi adalah sebaliknya. Eduard dan Ottilie ternyata saling mencintai, demikian pula Charlotte dan Hauptmann. Proses terjadinya ”perpindahan” ikatan rasa inilah yang diolah dan digambarkan dengan apik oleh Goethe. Tema ”sederhana” ini berubah menjadi indah namun rumit di tangannya. Dengan cerdas pula Goethe memasukkan unsur-unsur bidang arsitektur (terutama arsitektur pertamanan), mineralogi, botani, fisika, dan –tentu saja- kimia dalam deskripsi juga narasi roman ini. Tidak mengherankan, karena di masa roman ini dibuat Goethe sudah melewati tahap panjang memuaskan kecintaannya pada ilmu alam. Namun, bukan Goethe jika tidak bisa mengemas ilmu pasti ini dengan bahasa yang indah dan puitis.

Tahun 1998 saya menonton pengadaptasian roman ini ke dalam pentas teater di ”Theater im Bauturm” di Köln. Dahsyat. Itu mungkin komentar yang tepat untuk pentas teater minimalis yang disajikan hanya oleh 4 orang pemain saja. Mereka sukses mengadaptasi roman ini tanpa menjadikannya suatu cerita cinta yang cengeng (di akhir roman tokoh Eduard dan Ottilie dibuat mati, sedangkan relasi Charlotte dan Hauptmann dibiarkan menggantung begitu saja). Mereka saya rasa cukup berhasil menangkap ”pesan” Goethe yang lebih dalam dari sekedar mengupas masalah perselingkuhan: bahwa ada yang lebih kuat dan rumit dari rasa cinta yang beralih. Tidak ada yang mudah dan tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini. Pun romantisme cinta yang –dalam roman ini- ”pernah” dipunyai oleh Eduard dan Charlotte atau yang diimpikan oleh Eduard dan Ottilie, juga oleh Charlotte dan Hauptmann. Goethe bicara tentang dunia yang hanya sedikit saja diwakili oleh keempat tokoh itu. Sisanya, pembaca harus jeli menyimaknya. Kejelian ini rupanya dimiliki oleh para pemain teater di atas, tetapi sayangnya tidak dimiliki para produser dan pembuat film yang mengadaptasi roman ini ke dalam bentuk film. Roman ini adalah roman karya Goethe selain Faust yang banyak difilmkan. Tentu saja faktor laku tidaknya film itu menjadi pertimbangan sehingga yang muncul hanyalah film tentang cinta romantik dan perselingkuhan. Lain tidak. Mungkin saat menulis roman ini Goethe sudah meninggalkan ilmu ekonomi yang dipelajarinya dulu bersamaan dengan saat dia belajar hukum.

Namun, itulah uniknya sastra. Setiap orang bebas memberi makna pada karya yang dibacanya. Untuk skripsi saya, saya menyimak lebih banyak ”kegilaan” Goethe pada kimia. Saat sidang mempertahankan skripsi itu, saya melihat juga karakter Hauptmann yang kuat dan kaku berhubungan erat dengan namanya sendiri, pangkat militer yang disandangnya, juga bidang arsitektur yang diperdalamnya. Membaca Charlotte yang rasional saya dibenturkan pada norma-norma yang dibuat atas nama agama, masyarakat dan sosial yang cukup sering tidak memberi ruang pada rasa. Ottilie dan Eduard mewakili kehalusan dan keindahan rasa. Pun untuk cinta, yang „semestinya“ terlarang bagi mereka.

Advertisements

4 Gedanken zu „Die Wahlverwandtschaften

  1. „Proses pelepasan dan penyatuan ikatan-ikatan atom tadi disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya faktor suhu, panas dan derajat keasaman, juga faktor kimia lain.“

    Bagaimana jika sepasang atom yang sudah saling mengikat, terus-menerus berada di suatu kondisi awal membuat mereka terikat? Kira-kira apa mereka bisa bertahan, nggak akan lepas?
    :-)

  2. Wah, sastra itu memang memabukkan. Penuh dengan kiasan-kiasan. Saya dulu suka Kahlil Gibran, bahasanya puitis banget. Eh itu termasuk sastra bukan ya? :)

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s