Sprechen und Hören

„If you want to be understood…Listen!“ („Babel“, Alejandro González Iñárritu, 2006)

Konon, manusia ingin melihat surga. Dibangunlah menara. Untuk mencapainya. Tuhan tak suka. Dijadikanlah mereka tak satu suara. Tak paham cakap di antara mereka. Bahasa menjadi berbeda.

Konon, bahasa pun menjadi hidup. Karena perintah pertama kemanusiaan adalah  „Bacalah!“. Membawa getar dan gemetar karena terasa berat untuk bisa „membaca“ dan ber“bahasa“. Dengan tepat dan pada tempatnya.

Konon, setelah tak terbahasakan dan tidak bisa dibahasakan dan tidak untuk dibahasakan juga tak perlu dibahasakan, maka diamlah. Dengarkan.

Konon, bicaralah di saat perlu bicara dan diam di saat perlu diam. Ketika yang terjadi sebaliknya: diam di saat perlu bicara dan bicara di saat harus diam, mungkin ini sebagian bukti kemanusiaan. Karena konon, manusia juga harus terus belajar jadi manusia. Belajar bicara dan mendengar. Dengan kendali yang ada pada diri.

Wovon man nicht reden kann, darüber muß man schweigen (Wittgenstein.).

Advertisements

2 Gedanken zu „Sprechen und Hören

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s