Melompat Sejenak

Selasa kemarin saya „melompat sejenak“ dari kegiatan pelatihan yang diadakan seminggu ini dan memilih pergi ke Tangkubanperahu, Ciater serta keliling Bandung bersama Matthias, salah seorang mahasiswa di kelas Bahasa Indonesia saya di Bayreuth yang sedang mengikuti Auslandssemester di Bali selama 6 bulan dari bulan Agustus. Kamis lalu dia memberitahu saya bahwa dia sedang ada di bis menuju Banyuwangi, kemudian akan naik kereta api ke Surabaya, lalu ke Jogya. Dia akan singgah beberapa hari di Jogya, lalu melanjutkan perjalanan ke Bandung: mengunjungi saya. Senin lalu dia tiba di Bandung dan kemarin siang melanjutkan lagi perjalanan ke Jakarta untuk kemudian terbang lagi ke Bali hari Minggu.

Senin malam kami habiskan waktu di seputaran Dago. Selasa pagi sudah meluncur ke Tangkubanperahu. Terakhir kali saya ke Tangkubanperahu sekitar 15 tahun lalu, saat saya SMA. Akibatnya, perjalanan tempo hari jadi sangat menyenangkan. Cuaca pun sangat mendukung. Sejuk. Jadi nyaman sekali menyuruk semak dan menuruni tangga tanah atau batu menuju kawah. Tak terasa sekitar 3 jam kami berada di sana untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Ciater dan menyusuri perkebunan teh. Indah. Saya (tentu saja) selalu suka perkebunan teh. Selanjutnya saya masih bawa Matthias berkeliling Bandung lalu masuk ke kelas Konversation di ITB pada sore harinya. Menyenangkan. Malamnya kami masih minum teh sambil menikmati hujan di Ciwalk. Capeknya badan baru terasa saat sudah sampai di rumah lagi, tapi pikiran dan hati rasanya senang sekali. Senang karena bisa lepas sejenak (tanpa ijin) dari kesibukan yang hampir membuat saya „hilang“. Senang karena bisa menikmati cuaca dingin, langit yang sedikit kelabu tersaput kabut tipis meliputi kawah yang kehitaman kemudian diikuti rerintik hujan yang turun pelahan serta hijaunya punggung perbukitan teh yang tampak di kejauhan, lalu berjalan di antaranya. Indah. Damai.

Saya senang. Mungkin juga karena Matthias. Seseorang dari tempat dan masa yang merangkum semua rasa: saya rindu Bayreuth, orang-orangnya serta hidup saya di sana. Sekarang saya di sini. Hidup berlanjut. Besok pelatihan dilanjut lagi dan minggu-minggu ke depan sudah harus siap terbang ke sana ke mari.

*yangmasihterkenaauldlangsynesyndromekalaukataseorangteman*

Danke für den Besuch. War sehr schön, die Tage mit Dir zusammen zu verbringen. Bin wirklich sehr glücklich.

Advertisements

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s