Ironi

Ada satu tempat yang saya hindari selama hampir tiga bulan ini, tidak hanya ketika saya masih di Bayreuth, tetapi juga di Bandung ini. Tempat itu adalah tempat segala godaan yang akan bisa dengan mudah mengalihkan „jalan“ saya. Tempat itu bernama toko buku. Alasan saya menghindarinya sudah sangat jelas. Saya bisa „kalap“ jika saya ke sana dan sementara ini sedapat mungkin saya harus menahan diri karena berbagai alasan.

Alasan pertama, ketika saya masih di Bayreuth, adalah masalah pengiriman. Alasan kedua adalah masalah tempat. Ibu saya selalu berkata bahwa yang saya perlukan sekarang adalah membeli tempat untuk menampung buku-buku itu, bukan membeli buku lagi. Alasan ketiga sebenarnya alasan yang terpenting dari semua, yaitu apalagi kalau bukan alasan keuangan. Uang saya biasanya memang habis untuk itu, juga untuk internet (di Bandung ini), untuk telefon (di Bayreuth dan Bandung), dan untuk jalan-jalan (di Bayreuth dan Bandung juga). Pembenarannya adalah selain karena saya memang suka, tapi juga karena tuntutan pekerjaan. Pekerjaan saya adalah „menjual“ informasi dan pengetahuan, maka mau tidak mau saya „harus“ update isi kepala saya dengan hal-hal tersebut. Jadi uang yang dikeluarkan memang sebanding dengan apa yang harus saya bagi. Pembenaran lain: tidak akan ada ruginya membeli buku dan update informasi terbaru lewat internet atau diskusi panjang lebar per telefon.

Weiterlesen

Werbeanzeigen