Kompromi

Kompromi alias compromissum alias compromittere -katanya- mengandung makna „menyetujui apa yang sudah diputuskan oleh seseorang“ atau bisa juga berarti „memberikan janji“ (Duh!). Pertanyaan (untuk saya): kapan kita harus bisa berkompromi? Bukan. Bukan begitu tepatnya. Sebanyak apa kita sebaiknya berkompromi? Kurang tepat juga. Bukan seperti itu pertanyaannya. Sampai kapan kita bisa berkompromi? Bukan. Bukan itu pula maksud saya sebenarnya. Jadi? Ketiganya mungkin. Kapan. Sampai mana. Sampai kapan. Mungkin ditambah juga dengan di mana, bagaimana, dengan siapa.

Anyway, hidup memang pilihan. (Sering) ada saat-saat kita harus memilih berkompromi dengan diri atau dengan „konstruksi sosial“ yang melingkupi kita.  Bukan masalah yang besar yang -harus- dikompromikan, seringnya bahkan masalah sepele, yang sayangnya malah -sering juga- membuat sakit kepala. Sayangnya juga, kompromi dengan diri adalah hal yang paling sulit. Seperti sekarang ini. Saya sedang berkompromi dengan „sakit kepala“ yang belum usai-usai juga. Sampai kapan? Entah. Dibiarkan saja mungkin. Toh hidup masih terlalu indah untuk dilewatkan dengan atau tanpa kompromi.

Advertisements

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s