Symptome, Ikone, Symbole ?

Menurut Keller (1995), tanda yang diinterpretasikan lewat hubungan kausalitas itu disebut symptom. Sedangkan ikon adalah tanda yang diinterpretasi dengan menggunakan proses asosiasi. Symbol adalah tanda yang interpretasinya mengacu pada aturan-aturan dasar yang sudah dikonvensionalisasikan. Kesimpulan kasarnya: symptom bersifat alami, ikon lebih mengacu pada kemiripan, dan symbol bersifat lebih arbitrer. Namun, saya rasa, interpretasi dan pemahaman terhadap tanda-tanda -baik yang simpel ataupun yang kompleks- itu sangat tergantung pada konteks di mana tanda tersebut ditemui atau digunakan, pada pengalaman hidup dan berpikir, pada cakrawala harapan si „pembaca“ tanda, pada intensi si pembaca dan pemakai tanda, juga tentu pada kultur yang melingkupi „hidup“ dan „alam“ si penanda.

Nah, kalau bentuk seperti ini termasuk symptom, ikon atau symbol ?

Kalau bergerak-gerak dan terasa ada semilir dingin di belakang leher, dia bisa jadi symptom. Gerakannya itu yang jadi symptom. Kalau diam begitu saja tapi kemudian diasosiasikan sebagai sesuatu yang „yummie, enak kali ya kalau dimakan“, maka mungkin mengarah ke ikon. Kalau daunnya empat dan benar-benar dimakan oleh orang Ukraine, secara kultural -di Ukraine- itu disebut symbol keberuntungan. Di tempat lain kalau ditemukan yang berdaun empat -tanpa dimakan- itu sudah jadi symbol keberuntungan juga. Yang berdaun tiga diantaranya jadi symbol untuk Aer Lingus Ireland, IDA Ireland, University College Dublin, the Northern Ireland Tourist Board dan Fáilte Ireland.

Untuk saya, apa maknanya? Ah, itu cuma gambar di gtalk saya, karena saya suka warna hijau, suka bentuknya, dan karena gambar yang lain tidak ada yang cukup kena di hati. Jadi, apa dong? Symbol mungkin ya, lebih arbitrer alias semena-mena. Asal pilih saja. Tapi, bagaimana dengan „aturan dasar yang sudah jadi konvensi“ di banyak kultur tentang symbol keberuntungan dari „keberadaan“ daun tersebut? Itu kan kalau berdaun empat, yang saya pakai kan yang berdaun tiga. Ya, sepertinya masih jadi symbol. Symbol bahwa saya masih suka ikut kata hati saja.

Advertisements

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s