(Belajar) Sejenak

Mentang-mentang ujian jadi ngga nulis. Hehehe. Kan biar kesannya sibuk belajar. Padahal sih ngga juga. Keinginan menulis tetap menggebu, tapi ternyata perasaan bersalah ngga „belajar“ ternyata bisa mengalahkan keinginan menulis di sini. Jangan salah, menulis mungkin ngga, tapi blog walking tetap jalan. Sama saja sebenarnya. Maklum, warming up untuk belajar biasanya lebih lama dibandingkan dengan belajarnya itu sendiri.

„Belajar“. Apa sih? Duh, kesannya. Tapi beneran, saya ngga tahu definisi belajar itu apa. Saya cuma lakukan apa yang saya rasa mau saya lakukan. Parahnya, saya ini orangnya penurut. Apalagi menuruti kata hati. Paling suka deh. Selain itu saya juga menuruti saran psikolog saya yang bilang: „belajar dua jam saja, asal intensif. Sisanya lakukan apa yang kamu suka. Kamu ngga merasa bersalah, senang-senang pun tetap jalan.“ Psikolog yang seperti ini yang saya suka, hahaha. Sejak saat itu saya menerapkan pola dua jam belajar intensif tiap hari. After midnight pula. Soalnya, lagi-lagi si psikolog bilang, saya harus menemukan waktu dan cara belajar yang pas untuk saya. Bukan yang kata orang lain tepat. Nah, saya sadar kalau saya bisa konsenstrasi penuh tengah malam, saat gelap dan hening dan ngga panas. Siang-siang biasanya saya mengerjakan tugas-tugas saya yang lain. Tengah malam sampai lewat tengah malam baru saya bisa konsentrasi penuh dengan bacaan saya. Dua jam saja. Lewat dari itu ngga bisa. Sudah saya bilang, saya ini penurut. Cukup segitu? Lumayan. Setidaknya untuk saya. Dan parahnya, saya juga selalu punya pembenaran untuk itu. Dua jam, asal intensif dan dilakukan rutin. Bener? Hehehe. No further comment.


Jadi, setelah berkutat dan „berkomunikasi“ hampir 3 tahun dengan si Luhmann (saya selalu ngga enak hati melafalkan namanya, apalagi ditambah „si“ di depan, tapi gimana ya…), baik itu dalam konteks konflik, relasi intim, sampai ke situasi perkuliahan (coba ya, klasifikasinya dibuat yang enak dikit…), akhirnya „dia“ bisa diajak bekerja sama dengan baik dua minggu ini. Tetap rumit, tapi yang rumit-rumit itu yang justru menarik. Ini penyakit suka yang rumit-rumit memang susah banget hilangnya. Apalagi ketika kemudian ditemukan banyak paradoxie di dalamnya. Seru deh. Tentang ini lain kali saja saya tuliskan. Beberapa sudah saya singgung. Misalnya omongan si Luhmann tentang cinta. Atau tentang pembelajar sebagai trivial machine dan nontrivial machine. Atau tentang proses menyeleksi informasi dan pesan saat berkomunikasi. Bahkan mengerti dan tidak mengerti pun merupakan pilihan. Atau tentang referensi diri alias Autopoiesis. Atau tentang masyarakat yang -katanya- adalah bentuk dan kumpulan dari sistem komunikasi dan interaksi.

Lengkapnya tentang si Luhmann ini…hmm…kemarin ini saya menggebu-gebu menuliskannya, karena saya masih pendekatan dengan dia. Sekarang? Masih juga sih. Tapi kayaknya saya sedang ingin menuruti kata hati saya untuk bikin prioritas. Si Luhmann terpaksa saya kesampingkan dulu, karena di depan saya masih menunggu „Ingat dan Lupa“, „Ketidaksetaraan Pengetahuan“ dan „Komunikasi Nonverbal“. Mungkin akan saya tulis di halaman lain (mungkin lho…). Menarik kok „berkomunikasi“ dengannya. Sungguh.

Lalu, apakah sekarang harus pindah ke Kundera dengan „kitab lupa“nya? Hmm…ngga kayaknya. Bukunya juga ada di Bandung. Lalu? „Cukup“ Assmann, Grünbein dan Timm deh untuk mengingat (ah, „cukup“?!). Dua yang lain juga memanggil-manggil untuk dilirik. Siapa? Nothdurft, Schröder, Reitemeier saja sudah lumayan. Belum lagi Ekmann dan Keller. Nah, jadi cukup dengan dua jam saja? Ngomong-ngomong dua jam, sekarang sudah after midnight. It’s time for two hours schedule. Jadi sampai jam 3 nih? Lho, biasanya juga gitu kan? Sampai shubuh. Tidur baru after shubuh.

Look, saya orang yang penurut kan?! Saking penurutnya, sampai suka kompulsif. Hehe.

00:37

Post Scriptum: Disarankan ke sini. Bagus. Bahkan bisa didengar puisi-puisinya dibacakan oleh si penyair dalam bahasa aslinya. Ditulis dalam bahasa asli (dengan tulisannya juga). Tapi terjemahannya juga ada. Indonesia diwakili Dorothea Rosa Herliany (seperti sudah saya duga :-))

Advertisements

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s