„My admirer is Mother Theresa“

Duh, siapa sih orang yang sebegitu hebatnya sampai Mother Theresa mengidolakan dia? Ini dia. Putri Indonesia Nadine Chandrawinata. Sehebat apakah dia? Lihat saja di sini. Hebat betul, deh, sampai Indonesia saja dibilang „beautiful city“ yang banyak ‚bitches‘-nya (maksudnya „beaches“ mungkin, ya, Nadine, SAYANG! (grrr..) ?!).

Sebagai orang yang melibatkan diri dengan senang hati dan otomatis pada analisa percakapan serta interview, kali ini saya menyerah. Belum pernah saya merasa begitu „putus asa“ (putus asa beneeerrrr….) sebelum membuat transkripsi. Membuat transkripsi interviewnya saja saya sudah ngga tega, apalagi harus menganalisanya. Kasihan dia ah. Baru melihat videonya saja sudah bikin mual dan sakit kepala. Padahal baru tataran luar yang saya lihat, belum saya perhatikan (jangan salahkan saya, ini otomatis muncul karena kebiasaan). Apalagi kalau masuk ke tataran dalam sampai ke Pause, Verzögerungsphänomene, Lachspartikel, Mimik dan Blickverhalten. Apalagi kalau mau lihat latar belakang psikososiolingustiknya. Duuuhh….

Weiterlesen

Advertisements