Genteng Merah

Tadi pagi saya mendapat mainan baru. Jadi iseng coba-coba sambil berbincang virtual dengan salah seorang teman. Iseng-iseng mencari dan melihat tempat tinggal kami. Dia tanya, apakah tempat tinggal saya yang bergenteng merah. Iya. Bergenteng merah. Tepat di depan kolam renang.

frankengutstr.jpg

Genteng merah. Ternyata ada ceritanya. Saya baru tahu kenapa tempat tinggal saya bergenteng merah pada sore harinya. Saat saya ikut kuliah umum „Zeichen in der interkulturellen Kommunikation“. Tempat tinggal saya terletak di satu daerah pemukiman bernama Birken. Menurut aturan tata kota Bayreuth, atap perumahan haruslah berwarna merah. Maka, orang tidak bisa sembarangan jika akan membangun rumah. Tidak bisa tiba-tiba berwarna lain. Kekecualian yang saya lihat adalah atap rumah Wagner yang berwarna hijau serta bangunan Neues Schloss. Mungkin karena keduanya adalah bangunan lama. Jika orang ingin atap rumahnya bergenteng hitam, maka dia tidak akan mendapat ijin mendirikan rumah. Alasannya adalah tentu karena akan merusak tata kota mereka. Itu akan merusak kultur material yang dijadikan ciri kota Bayreuth. Jadi identitas. Bahkan genteng sekali pun.

Weiterlesen

Advertisements