Piala Dunia, Identitas Bangsa, dan Kursus Bahasa Indonesia


Apa hubungannya ketiga hal di atas? Tentu ada. Terutama bagi saya yang sedang ada di negara tempat diselenggarakannya Piala Dunia 2006, yang cukup sering berkutat dengan tema identitas bangsa di perkuliahan, dan yang mengajar Bahasa Indonesia di negara penyelenggara Piala Dunia tadi.

Eforia Piala Dunia 2006 di Jerman semakin terasa pada awal tahun ini. Banyak hal dibuat dalam rangka menyambut penyelenggaraan pesta sepak bola empat tahunan. Eforia itu tentu semakin terasa saat Piala Dunia yang akan berlangsung selama sebulan itu dibuka. Dalam tulisan saya sebelumnya, saya menggambarkan bagaimana kebanyakan orang Jerman tiba-tiba menjadi ramah. Ini “mengingkari” stereotype orang Jerman yang umumnya terkenal dingin dan serius. Gaung Piala Dunia ternyata memang membawa efek yang berbeda bagi keseharian masyarakat Jerman. Pihak penyelenggara tentu bukan tanpa maksud menggunakan motto “Die Welt zu Gast bei Freunden” – A time to make friends. Franz Beckenbauer dalam wawancara singkatnya dengan salah satu stasiun TV Jerman usai pertandingan antara Belanda dan Argentina pun menyinggung masalah stereotype orang Jerman yang dingin dan serius yang ingin diubah menjadi lebih „santai“ dan terbuka lewat penyelenggaraan Piala Dunia ini. “Ini kesempatan yang baik untuk mengubah citra Jerman” menurutnya.

Weiterlesen