Ketika Orang Jerman Jadi Ramah

103_03771.JPG Kapan orang Jerman jadi ramah? Saat mabuk.Saat acara pembukaan Piala Dunia 2006. Saat kesebelasan Jerman menang. Tiba-tiba orang-orang Jerman jadi ramah tamah, senyum sana sini, bahkan pengemudi trem pun jadi senang bercanda. Tak hanya itu, tiba-tiba orang Jerman jadi berbahasa Inggris, menyapa semua orang asing, tak lupa dengan senyum ramah mengembang.

Tapi orang Jerman tetap orang Jerman. Mereka tetap antri saat mau masuk dan keluar trem yang penuh. Tak berdesak-desak ingin saling mendahului. Menunggu dengan sabar dan tertib saat diperiksa satu-satu menuju ke Allianz-Arena. Tak protes banyak saat Olympia-Stadion ditutup karena sudah kelebihan penonton, sementara masih banyak orang yang menunggu di luar berharap bisa masuk. Ketika diminta pulang kembali atau disarankan sebaiknya menonton acara pertandingan di cafe atau Kneipe atau bar atau bahkan di rumah saja, mereka hanya protes sebentar lalu pergi. Polisi hanya perlu menjaga tanpa perlu berbuat apapun. Ada satu dua yang mencoba menerobos, tapi tak berhasil.

Dan orang Jerman tetap orang Jerman. Aturan tetap aturan. Layar lebar tak bisa dipasang sembarangan. Harus dipasang di tempat yang sudah ditetapkan. Massa tidak bisa berkumpul seenaknya pula. Salah-salah akan terjadi kerusuhan. Bukan oleh orang Jerman, tapi oleh orang asing yang datang. Itu yang polisi takutkan. Akibatnya mereka menjaga ketat di mana-mana. Mereka boleh mabuk, tapi mabuknya malah membuat mereka jadi ramah. Tak lantas mencopet atau bikin rusak. Tapi namanya mabuk ya tetap saja mabuk. Terlalu ramah bikin heran dan takut juga.

Ingin melihat orang Jerman jadi ramah? Piala Dunia ini kesempatannya. Ketika gerbong kereta menjadi riuh rendah oleh suara-suara nyanyian dan tawa. Ketika ribut-ribut itu tak disikapi dengan marah, tapi dengan ramah. Tak ada lagi orang yang duduk melihat ke jendela, melainkan ikut terlibat percakapan seputar bola. Ketika tiba-tiba semua orang jadi merasa terlibat di dalamnya. Wajah-wajah yang biasanya dingin pun berubah jadi hangat. Seiring matahari musim panas yang akhirnya muncul, mungkin dibawa oleh orang-orang dari Timur dan Selatan. Jerman pun jadi hangat.

Tapi Jerman memang tetap Jerman. Aturan tetap aturan. Kegembiraan pun diaturkan pula. Spontan dikit kenapa, sih, takut amat :)

Advertisements

2 Gedanken zu „Ketika Orang Jerman Jadi Ramah

  1. Pingback: From This Moment » Blog Archive » Piala Dunia, Identitas Bangsa, dan Kursus Bahasa Indonesia

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s