Perpisahan

Untuk Di

Masa laluku baru saja pergi meninggalkanku.
Masih kulihat pundaknya bergoyang-goyang
Dan sosoknya menghilang menjadi titik hitam kecil
Di latar sinar matahari senja. Tapi siluet itu begitu kabur
Di tirai kabut yang mengembun di pelupuk.

Kugenggam erat-erat sejarah yang telah ditorehnya,
menjaganya supaya takjatuh dari licin jemariku
yang bermandi sekaan air dari mataku.
Kusimpan sejarah itu dalam hati, yang separuhnya
Pecah berkeping, sebagai bukti kisah Masa lalu.

Kuhirup udara senja dengan rakus,
Mengusir sesak dalam paru-paru:
Dengan nafas yang penuh,
menyungging seulas senyum.

Bandung, 1 Juli 2003 (Vie)

*Untuk sebuah kenangan pada hari ini. Tiga tahun lalu*

Werbeanzeigen

Mother, how are you today?

Mother, how are you today?/This is a note from your daughter./ With me everything is ok./ Mother, how are you today?//

Mother, don't worry I'm fine./Promise to see you this summer./ This time there will be no delay./Mother how are you today.//

I found the man of my dreams./Next time you will get to know him./ Many things happened while I was away./Mother, how are you today?//

*Für die beste Mutter auf der Welt. Alles Liebe, Gute, Gesundheit und Glück zu Deinem Geburtstag und zum Muttertag. Es gibt immer keine genügen Wörter zu beschreiben, wie groß meine Liebe an Dich ist. Denn es ist einfach unbeschreibbar und das muss nicht beschrieben werden. Wir beiden wissen das. Wir beiden merken das. Wir beiden fühlen und spüren das. Auch im Schweigen wissen wir diese unbeschreibare Liebe und die unendliche Sehnsucht. Die Sehnsucht nach Dir. Nach unserer gemeinsamen Zeit, die ich mir nicht vorstellen möchte, ohne Dich zu sein. Ich habe Dich wirklich so lieb.

Bayreuth, 140506

Bride Kidnapping in Kyrgyzstan

Film buatan tahun 2004 dan berdurasi 51 menit ini disutradarai oleh Petr Lom. Sutradara Ceko yang ramah dan senang bicara ini berdomisili di Kanada.

A good marriage always begins with tears. Begitu film ini dimulai dengan menampilkan pepatah tua orang-orang Kyrgyzstan. Benarkah? Setidaknya itu yang terlihat saat film dibuka dengan tampilan adegan seorang perempuan muda yang menangis dan meronta-ronta ingin lepas dari pegangan perempuan-perempuan yang lebih tua. Ya, dia telah „diculik“ dan „dipaksa“ untuk menikah dengan laki-laki yang menculiknya. Saat ini, dia berada di rumah keluarga laki-laki tersebut, dikerumuni oleh perempuan-perempuan anggota keluarga laki-laki yang menculiknya. Dia menangis, dia meronta, dia dibujuk, ditenangkan: „Berhentilah menangis. Kamu akan terbiasa. Waktu kami muda dulu, kami juga diculik“, begitu kata perempuan-perempuan yang lebih tua itu. Perempuan muda itu semakin tersudut, dia lelah, tak kuasa lagi menolak. Namun, dia tetap ketakutan, berdiri di sudut, berusaha mengatasi ketakutan berada di „rumah baru“nya. Dia berhenti menangis, kerudung putih sudah dikenakannya. Namun, dia tetap saja ketakutan. Siapa yang tidak takut, lelaki itu pun tidak dikenalnya.

Weiterlesen

Manifesto Infermo

Minggu lalu hanya pakai sweater dan jaket tipis. Sok kuat.
Padahal dingin dan hujan pula.
Tak lama turun salju (duh! akhir April padahal).
Akibatnya hari Selasa kena radang tenggorokan.
Tak lama kemudian flu menyerang.
Kali ini cukup berat.
Janganlah ditanya soal demam dan sakit kepala.
Akibatnya tidur pun ditingkahi mimpi macam-macam.
Semalam tidur seperti biasa jam 3.
Mimpi pertama: pergi ke Moskva.
Manifestasi keinginan terpendam sejak lama.
Di Moskva main ke universitasnya.
Manifestasi apa?
Urusan di kampus banyak yang belum selesai :).
Tak lama kok ada kerusuhan di sana.
Mungkin kaum большевик protes.
Kerusuhannya seru, sampai lempar-lemparan paku.
Aku yang sedang kirim sms untuk si berang-berang (kok sempet ya ?!)
jadi sembunyi di bawah kursi U-Bahn (untung muat),
takut kelempar paku.
Lalu…mimpi beralih ke Köln, di belakang Dom,
tepatnya di Heinrich-Böll-Platz.
Jalan-jalan keliling tangga di situ menuju Rhein.
Manifestasi apa sekarang?
Jalan terus, walaupun harus berkeliling-keliling :).
Ngga lama pindah lagi ke Bayreuth, ada pertemuan.
Nonton film kayaknya.
Seterusnya kok aku malah disuruh nyanyi Tanah Airku dan Indonesia Raya.
Kali ini manifestasi apa? Cinta tanah air banget ya?!
Aku nyanyi juga walaupun suaraku serak.
Sampai habis pula nyanyinya.
Begitu lagu selesai aku bangun. Jam 09.30. Kegerahan.
Kepala masih berat, tapi harus bangun, soalnya janjian ceting sama si Jeng.
Hehehe, memaksa bangun karena mau ceting.
Terakhir kapan ya sakit flu begini?
Dah lama banget. Obat flu-nya aja sampai kadaluwarsa.
Lagipula aku bukan penggemar obat-obatan kimia.
Ke dokter juga ngga suka.
Dipake ngajar biasanya sakitnya hilang.
Tapi sekarang kayaknya suaraku yang hilang.
Soalnya sekarang pakai batuk segala.
Halaahh…kayak sudah tua. Memang iya.
Tapi ngga apa-apa…judulnya membiarkan tubuh rehat dulu sejenak :)

Awal

Ini adalah awal. Segala hal yang dilakukan, yang diputuskan, yang diikatkan dan dijanjikan adalah awal. Mencapai sesuatu bukan berarti akhir. Justru itu adalah awal untuk hal-hal lain yang jadi konsekuensi dan tanggung jawab pencapaian itu. Hidup itu berawal terus.

Semua adalah awal. Bahkan kematian pun bukan akhir. Kematian adalah awal dari kehidupan abadi berikutnya.

Bayreuth, 040506

01:15

Sedikit Catatan untuk Hari Pendidikan Nasional (Bagian 2: Guru)

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru/Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku/Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku/Sbagai prasasti trima kasihku tuk pengabdianmu/Engkau bagai pelita dalam kegelapan/Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan/Engkau patriot pahlawan bangsa/Tanpa tanda jasa

Betapa mulia dan berharganya seorang guru yang digambarkan dalam bait-bait lagu di atas. Semua orang memujinya. Namanya akan selalu hidup tak lekang ditelan waktu. Bakti yang diukir jadi prasasti. Pengabdian tanpa kenal pamrih. Membuat seorang guru menjadi pelita saat kita berjalan dalam gelapnya ketidaktahuan. Menjadi embun yang menyejukkan saat kita dahaga akan ilmu. Guru tak ubahnya pahlawan. Pahlawan tanpa tanda jasa.

Weiterlesen

Sedikit Catatan untuk Hari Pendidikan Nasional (Bagian I: Kurikulum)

Sudah setahun saya menjadi HiWi (Studentische Hilfskraft) di Jurusan Didaktik der Chemie Universitas Bayreuth. Jurusan itu akan mengadakan ekskursi ke Jurusan Kimia UPI dan Universitas Mulawarman serta kunjungan ke sekolah-sekolah di Bandung, Balikpapan dan Samarinda. Selain menerjemahkan ke dalam Bahasa Jerman kurikulum pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, khususnya pelajaran Kimia, yang dibuat oleh Pusat Kurikulum Departemen Pendidikan Nasional, menerjemahkan program komputer pelajaran Kimia untuk anak-anak ke dalam Bahasa Indonesia, saya pun mendapat tugas untuk memberikan pengarahan dan pelatihan tentang bahasa dan budaya Indonesia (budaya dalam pengertian luas).

Weiterlesen