Bride Kidnapping in Kyrgyzstan

Film buatan tahun 2004 dan berdurasi 51 menit ini disutradarai oleh Petr Lom. Sutradara Ceko yang ramah dan senang bicara ini berdomisili di Kanada.

A good marriage always begins with tears. Begitu film ini dimulai dengan menampilkan pepatah tua orang-orang Kyrgyzstan. Benarkah? Setidaknya itu yang terlihat saat film dibuka dengan tampilan adegan seorang perempuan muda yang menangis dan meronta-ronta ingin lepas dari pegangan perempuan-perempuan yang lebih tua. Ya, dia telah „diculik“ dan „dipaksa“ untuk menikah dengan laki-laki yang menculiknya. Saat ini, dia berada di rumah keluarga laki-laki tersebut, dikerumuni oleh perempuan-perempuan anggota keluarga laki-laki yang menculiknya. Dia menangis, dia meronta, dia dibujuk, ditenangkan: „Berhentilah menangis. Kamu akan terbiasa. Waktu kami muda dulu, kami juga diculik“, begitu kata perempuan-perempuan yang lebih tua itu. Perempuan muda itu semakin tersudut, dia lelah, tak kuasa lagi menolak. Namun, dia tetap ketakutan, berdiri di sudut, berusaha mengatasi ketakutan berada di „rumah baru“nya. Dia berhenti menangis, kerudung putih sudah dikenakannya. Namun, dia tetap saja ketakutan. Siapa yang tidak takut, lelaki itu pun tidak dikenalnya.

Bujukan perempuan-perempuan yang lebih tua, berbagai cerita dari mereka: „Lihatlah, kami bahagia sekarang. Lambat laun kami pun mencintai suami-suami kami. Cinta perempuan itu bukan untuk apa-apa, tetapi cinta laki-laki untuk pernikahan“, rupanya cukup menenangkan perempuan itu. Dia berhenti berontak, berusaha tenang dan menurut pada apa yang mereka sebut „adat“.

Adat ini yang terjadi di Kyrgyzstan. Perempuan „dicari“ untuk kemudian „diculik“ dan dinikahi. Hanya di kasus-kasus tertentu, itu pun jarang, ada perempuan yang „selamat“ dari „penculikan“ tersebut. Ada berbagai alasan di balik kasus „penculikan“ ini. Alasan terbesar adalah situasi keuangan pada banyak keluarga di Kyrgyzstan. Biasanya mereka „menculik“ para gadis karena mereka tidak cukup memiliki uang untuk membayar „mahar“ yang diminta oleh keluarga gadis tersebut. Menikah berarti memperbaiki kondisi keuangan keluarga. Menikah berarti menyelamatkan hidup banyak orang.

Cara penculikannya memang cukup kasar. Kairgul, seorang perempuan muda, “diculik” saat pulang sekolah dengan dipaksa masuk ke sebuah mobil oleh beberapa orang pemuda. Dia berontak, tak mau dipaksa menikah. Namun, dia tidak berhasil keluar dari rumah pemuda itu. Dia memilih mengakhiri hidupnya daripada harus menikah dengan pemuda itu. Gaun pengantin yang dijatuhkan dari atap menandai kematian Kairgul. Kematian yang tidak bisa diterima oleh keluarganya.

Pertemuan adat dan kompleksitasnya. Memperkuat dominasi laki-laki atau justru bermakna lebih bagi sebagian orang? Sepertinya menyangkut hidup dan mati pula, saat berbicara tentang orang-orang yang terlibat di dalamnya. Benarkah pernikahan yang baik selalu diawali dengan air mata?

Advertisements

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s