Sedikit Catatan untuk Hari Pendidikan Nasional (Bagian 2: Guru)

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru/Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku/Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku/Sbagai prasasti trima kasihku tuk pengabdianmu/Engkau bagai pelita dalam kegelapan/Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan/Engkau patriot pahlawan bangsa/Tanpa tanda jasa

Betapa mulia dan berharganya seorang guru yang digambarkan dalam bait-bait lagu di atas. Semua orang memujinya. Namanya akan selalu hidup tak lekang ditelan waktu. Bakti yang diukir jadi prasasti. Pengabdian tanpa kenal pamrih. Membuat seorang guru menjadi pelita saat kita berjalan dalam gelapnya ketidaktahuan. Menjadi embun yang menyejukkan saat kita dahaga akan ilmu. Guru tak ubahnya pahlawan. Pahlawan tanpa tanda jasa.

Weiterlesen

Werbeanzeigen

Sedikit Catatan untuk Hari Pendidikan Nasional (Bagian I: Kurikulum)

Sudah setahun saya menjadi HiWi (Studentische Hilfskraft) di Jurusan Didaktik der Chemie Universitas Bayreuth. Jurusan itu akan mengadakan ekskursi ke Jurusan Kimia UPI dan Universitas Mulawarman serta kunjungan ke sekolah-sekolah di Bandung, Balikpapan dan Samarinda. Selain menerjemahkan ke dalam Bahasa Jerman kurikulum pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, khususnya pelajaran Kimia, yang dibuat oleh Pusat Kurikulum Departemen Pendidikan Nasional, menerjemahkan program komputer pelajaran Kimia untuk anak-anak ke dalam Bahasa Indonesia, saya pun mendapat tugas untuk memberikan pengarahan dan pelatihan tentang bahasa dan budaya Indonesia (budaya dalam pengertian luas).

Weiterlesen