Perpisahan

Yang baik
Sekarang terbang
Ke sana
Tempat semua
Tak lagi harus
Jatuh di masa lalu
Tapi setiap hari
Terbit
Dan terbenam
Bak mentari

 

*Untuk Pram. Selamat jalan. Ada jejak yang kau tinggalkan di dada

Advertisements

Memang seperti itu

Tak masuk akal

Kata sang nalar

Memang seperti itu

Kata sang cinta

Merugikan

Kata sang neraca

Hanya kesakitan

Kata sang takut

Tak bermasa depan

Kata sang ramalan

Memang seperti itu

Kata sang cinta

Menggelikan

Kata sang bangga

Ceroboh

Kata sang hati-hati

Mustahil

Kata sang pengalaman

Memang seperti itu

Kata sang cinta

Dari "Es ist was es ist" (Erich Fried)

Aquarius

I'm the real aquarian…:)

You Should Be An Aquarius
What's good about you: philosophical and idealistic, you are a great thinkerWhat's bad about you: you require a lot of space – it's hard to get close to youIn love: you're quirky and playful, but you hate to be smothered

In friendship, you're: likely to have many acquaintances and very few good friends

Your ideal job: pilot, snow boarder, or science fiction writer

Your sense of fashion: unconventional, unique outfits that turn heads

You like to pig out on: anything with garlic or unique spices

What Sign Should You Be?

Note: sstt..itu hasil kedua :) hasil pertama: i should be gemini. jadi ngga enak…sudah protes sama yang punya zodiac. hehe, maaf…maaf :)

because…

Your True Love Is an Aquarius
Why you'll love an Aquarius:Independent yet devoted, you'll appreciate the unique approach to love Aquarius takes.
You both see love as a bit of a game, and Aquarius will challenge you until you're completely hooked.
Why an Aquarius will love you:You're secure enough to give Aquarius tons of space – even if it means separate interests and friends.
You have the brains to keep Aquarius engaged and curious. And the passion to change the world together!

What Sign Is Your True Love?

yang insomnix…:)

You Are Midnight
You are more than a little eccentric, and you're apt to keep very unusual habits.
Whether you're a nightowl, living in a commune, or taking a vow of silence – you like to experiment with your lifestyle.
Expressing your individuality is important to you, and you often lie awake in bed thinking about the world and your place in it.
You enjoy staying home, but that doesn't mean you're a hermit. You also appreciate quality time with family and close friends.

What Time Of Day Are You?

dan harus belajar…

You Should Learn French
C'est super! You appreciate the finer things in life… wine, art, cheese, love affairs.
You are definitely a Parisian at heart. You just need your tongue to catch up…

What Language Should You Learn?

 

duh! Bahasa Jerman aja dah pusing, belajar Bahasa Perancis juga. anyway…ich hab eben mein Herz in Paris verloren (nah lho!)

Cahaya-Mu

Cahaya-Mu, di ujung jalan itu.

Merengkuh malam.

Meretas ruang.

Melewati waktu.

Ada gemintang. Terang.

Ada gemuruh. Luruh.

Aku melangkah terus.

Menjejakkan langkah menuju cahaya-Mu.

Di ujung jalan itu.

Bayreuth, 250406

Di bawah bintang-bintang

Di bawah bintang-bintang ada harap didekapkan.

Malam itu.

Olehmu.

Di bawah bintang-bintang ada langkah dipanjangkan.

Malam itu.

Menujumu.

Bayreuth, 220406

14:11

*for you on your departure day. flying with the stars.

„Menyaksikan“ Wagner di Neuschwanstein

Perjalanan akhir pekan kemarin masih jadi bagian dari penelusuran jejak Wagner. Setelah Leipzig dan Dresden, dan tentu saja Bayreuth, kali ini yang menjadi tujuan adalah Istana Neuschwanstein milik raja Ludwig II dari Bayern. Selain dalam rangka itu, perjalanan kali ini juga dalam rangka mewujudkan mimpi masa kecil saya, saat melihat gambar istana tersebut dalam kalender yang dipasang di rumah saya dulu. Istana di „negeri dongeng“ yang berdiri megah di atas tebing batu, lengkap dengan menara-menaranya, dikelilingi oleh gunung-gunung dengan salju abadinya serta dilingkupi dengan pohon-pohon berdaun merah, kuning, hijau dan coklat. Semua gambar itu sangat berkesan untuk saya dan selalu membawa kesan yang misterius, magis dan romantis. Gambar „istana dongeng“ dengan pangeran tampan yang menyelamatkan sang putri cantik dari tawanan seekor naga. Itu imajinasi masa kecil saya saat melihat gambar istana tersebut.

Bayangan tersebut berkembang menjadi rasa penasaran, mengingat Ludwig II adalah seorang raja yang sangat memuja Wagner, sehingga istana ini dibuat berdasarkan cerita-cerita dalam opera Wagner. Rasa penasaran bagaimana seorang raja bisa sampai begitu memuja seorang komponis, bahkan sang komponis dihadiahi sebuah tanah dan rumah serta gedung opera untuk mementaskan pertunjukan-pertunjukannya. Tidak hanya itu, istananya pun dibuat berdasarkan karya-karya Wagner, dan dipersembahkan untuknya. Pemujaan yang luar biasa. Mungkin juga berlebihan. Apapun maksudnya, istana ini sudah menjadi karya seni tersendiri pula.

Weiterlesen

Die Kunst des Liebens

the art of lovingSalah satu buku terlaris yang ditulis oleh Erich Fromm pada tahun 1956. Berusaha menjawab atau mungkin hanya sekedar menggambarkan hal yang selalu dan akan terus menjadi pertanyaan yang paling menarik untuk ditanyakan dan berusaha dijawab. Pertanyaan yang tak akan pernah berhenti, seperti yang ditulis dengan lugas oleh Seno Gumira Ajidarma dalam cerpennya „Sebuah Pertanyaan untuk Cinta“, seperti banyak cerpen dan novel, seperti kisah dalam film, seperti berjuta puisi, seperti berjuta tulisan. Cinta. Bagian dari hidup. Hal yang sederhana. Sesederhana „Aku Ingin“nya Sapardi Djoko Damono. Sesederhana „Es ist was es ist“-nya Erich Fried. Namun, sederhana juga berarti ketegangan yang sama dan berbanding lurus dengan kerumitan.

Erich Fromm berusaha menggambarkannya. „Hanya“ sekedar menggambarkan dari perspektif psikologi yang menjadi bidang kajiannya. Gambaran yang cukup komprehensif, jika cinta memang bisa diteorikan dan dikategorisasikan. Bisakah? Minimal Fromm mencobanya, dan untuk saya dia cukup berhasil. Tandanya? Saya bisa betah berjam-jam membacanya sampai selesai dengan konsentrasi penuh. Sambil sesekali mengerutkan kening, atau tersenyum, menggarisbawahi apa yang ditulisnya, atau juga mengangguk-angguk dan menggelengkan kepala. Untuk saya, itu suatu tanda keberhasilan dia “menawan” saya dengan tulisannya.

Weiterlesen