Masalah

Saya tidak tahu harus merasa dan berkata apa ketika banyak orang berkomentar bahwa saya "tidak punya masalah". Setidaknya itu yang mereka bilang terlihat oleh mereka. Teman dekat saya malah pernah berkata bahwa saya adalah "orang paling sehat" yang pernah dia temui. Seorang sahabat berkata bahwa hidup saya "just perfect": sekolah di tempat dan jurusan yang saya sukai, punya pekerjaan yang saya cintai, punya keluarga yang selalu mendukung saya, punya teman-teman yang selalu ada untuk saya.

Semua komentar itu terus terang tidak membuat saya sepenuhnya senang, karena semua komentar itu tidak benar adanya. Tentu tidak benar karena saya yang mengalami dan merasakannya. Komentar itu untuk saya malah seperti "cap" bahwa saya bukan manusia. Komentar itu malah seperti "larangan tidak langsung" terhadap protes atau keluhan pendek sekalipun. Komentar itu men-tidak-manusia-kan saya.

Mungkin mereka ada benarnya juga beranggapan bahwa saya tidak punya masalah (atau tepatnya: tidak ingin punya masalah) dengan hal-hal yang bagi kebanyakan orang jadi masalah. Namun, saya justru sangat bermasalah dengan komentar-komentar yang -menurut saya- tidak manusiawi itu. Komentar yang tidak memanusiakan manusia. Nah, jadi siapa bilang saya tidak punya masalah?

00:59

Advertisements

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s