Pulang atau Tidak Pulang? Itulah Pertanyaannya

Pertanyaan di atas rasanya sudah akrab di telinga orang yang hidup jauh dari rumahnya, terutama yang hidup jauh dari tanah air dalam rentang waktu yang cukup lama, entah karena harus bekerja atau sekolah. Pertanyaan seperti itu biasanya muncul di saat-saat menjelang masa kontrak kerja selesai atau masa studi sudah hampir berakhir. Saat itu biasanya tiba-tiba saja ada banyak tawaran yang menggiurkan untuk tetap tinggal. Saat itu biasanya ada semacam keinginan untuk tetap tinggal, tetapi di lain pihak, ada juga keinginan serta „keharusan“ untuk pulang. Hal ini membuat orang dihadapkan kepada pilihan yang sulit: pulang atau tidak pulang.

Seseorang yang tinggal di luar negeri untuk jangka waktu cukup lama karena alasan kerja atau sekolah, biasanya mengalami fase-fase tekanan yang dikenal dengan istilah culture shock. Fase-fase yang dialami, menurut Schon Oberg, biasanya berupa:

  1. Fase eforia, yaitu fase di saat orang yang baru tiba di tempat baru merasa antusias terhadap kultur baru di tempat yang baru. Pada fase ini orang biasanya beberapa saat „lupa“ pada kultur asalnya.
  2. Fase keberjarakan, yaitu fase di saat orang ternyata mulai merasa asing dengan kultur baru yang dimasukinya. Pada fase ini biasanya dia mulai merasa tertekan dan mulai menyalahkan diri, karena mengalami kesulitan menjalin kontak atau relasi dengan orang-orang dari kultur baru yang dimasukinya.
  3. Fase eskalasi, yaitu fase di saat orang mulai „mengenal“ dan lebih „mengagungkan“ kultur asalnya, serta menyalahkan kultur baru yang dimasukinya.
  4. Fase salah paham, yaitu fase di saat orang menganggap konflik yang terjadi dan dialami sebagai salah paham dan sebagai akibat dari perbedaan kultur.
  5. Fase mengerti dan memahami, yaitu di saat orang mulai memahami dan mengerti „aturan main” dari kultur yang berbeda tadi, serta mulai menghargainya.

Setiap individu kemungkinan mengalami fase-fase ini. Yang berbeda hanyalah berapa lama waktu yang mereka butuhkan untuk bisa beradaptasi dan melewati fase-fase di atas. Secara kasar, fase-fase ini dialami oleh seorang individu antara enam bulan sampai satu tahun.

Seseorang yang telah tinggal di luar negeri minimal satu tahun, biasanya sudah sampai pada fase mengerti dan memahami, sehingga ketika dia dihadapkan pada kenyataan bahwa dia harus pulang, karena satu dan lain hal, maka biasanya dia mengalami konflik batin yang cukup kuat. Muncullah pertanyaan di atas: pulang atau tidak pulang.

Ada semacam ketakutan, kekhawatiran, kecemasan, apakah di tanah air dia akan bisa mengalami kenyamanan yang sama dengan yang sudah dia dapatkan di negara tempat dia tinggal selama ini. Apakah perjuangan dia selama di luar negeri bisa mendapat penghargaan yang sama di tanah air. Apakah keluarganya bisa hidup nyaman dan teratur seperti layaknya hidup yang mereka jalani sekarang. Apakah hidup mereka akan senyaman sekarang. Sindroma kemapanan, mungkin bisa disebut demikian. Saat seseorang sudah merasa nyaman, tentu akan muncul ketakutan dan kecemasan menghadapi hidup yang mungkin dalam pengalaman hidupnya selama ini tidak cukup nyaman, atau hidup yang sama sekali belum ketahuan akan menjadi seperti apa. Walaupun mungkin dia lupa, bahwa hidup nyaman yang dia alami selama ini juga tercipta karena dia sudah berhasil melewati ketidaknyamanan sebelum-sebelumnya.

Dan jangan disangka, saat pulang ke tanah air, culture shock yang dialami biasanya akan lebih besar, karena secara psikologis, kita menganggap „pulang ke rumah“ itu sesuatu yang biasa. Padahal, seiring berjalannya waktu, kita berubah, „rumah“ dan orang-orang di dalamnya pun berubah. Ada ruang dan waktu kosong di antara kita dan mereka. Jadi, fase culture shock akan dimulai lagi dari awal.

Namun, ini hal yang amat sangat wajar dan manusiawi. Manusia pada dasarnya memang penuh dengan kecemasan dan ketakutan. Padahal kalau dipikir, bumi Allah di mana pun sama. Berarti hidup di tanah air pun pada dasarnya sama, karena hidup perlu diperjuangkan dan hidup memang penuh dengan pilihan. Itulah indahnya hidup.

Jadi, pulang atau tidak pulang? Saat ini saya memilih pulang :)

Bayreuth, 270206

20:45

Advertisements

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s