Belajar, Mengajar, dan Bahasa (1)

Jika saya rekonstruksi lagi, mengapa saya mau menjadi guru seperti sekarang, ingatan saya langsung terbang ke masa saya kelas 3 sekolah dasar. Saya ingat sekali, saat itu guru Bahasa Indonesia saya bertanya siapa di antara kami yang ingin menjadi guru. Hanya saya sendiri yang mengangkat tangan. Ya, saya ingin jadi guru. Entah kenapa, begitu saja. Guru saya senang, karena ada di antara muridnya yang ingin menjadi guru. Teman-teman yang lain kebanyakan ingin jadi insinyur dan dokter.

Weiterlesen

Werbeanzeigen