Suaramu

Suaramu. Yang membuat tubuhku begitu terguncang dengan air mata yang mengalir pelahan.

Suaramu. „Aku masih mengantuk. Baru tidur jam empat pagi. Mataku masih sembab. Tapi kusempatkan sepagi mungkin datang.“

Suaramu. Yang tidak pernah bisa mengatakan „tidak“. „Aku masih begini. Masih bekerja untuk yang lain. Kau tahu pasti.“

Suaramu. Yang begitu kukenal. „Baik-baik, ya. Kututup, atau kau masih mau bicara lagi?“.

Aku masih juga merindumu. Selamat ulang tahun. Kebahagiaan untukmu selalu.

 

Bayreuth, 110106

00:20

Advertisements

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s