Simphonie Nr. 9 Beethoven

beethoven Freude schöner Götterfunken, Tochter aus Elysium,
wir betreten feuertrunken, Himmlische, dein Heiligtum
Deine Zauber binden wieder, was die Mode streng geteilt,
alle Menschen werden Brüder, wo dein sanfter Flügel weilt.

Wem der große Wurf gelungen, eines Freundes Freund zu sein,
Ja – wer auch nur Eine Seele sein nennt auf dem Erdenrund!
Und wer´s nie gekonnt, der stehle weinend sich aus diesem Bund!
Froh, wie seine Sonnen fliegen durch des Himmels prächt´gen Plan,
laufet Brüder, eure Bahn, freudig, wie ein Held zum Siegen.


Seid umschlungen, Millionen!
Diesen Kuß der ganzen Welt!
Ahnest du den Schöpfer Welt?
Brüder, überm Sternenzelt muß ein lieber Vater wohnen.

(Ludwig van Beethoven, Symphonie Nr. 9 in d-Moll, mit Schlußchor über
Schillers Ode "An die Freude", op. 125.)

Bait-bait di atas adalah bagian lirik dari puisi Friedrich Schiller ( 1776 – 1788) berjudul „An die Freude“. Bait-bait dari puisi yang sebenarnya cukup panjang ini diambil oleh Ludwig van Beethoven dan disusun sedemikian rupa untuk dijadikan bagian penutup Simfoni No. 9 dalam d-Moll-nya yang terkenal.

Gaungnya yang membahana, musiknya yang megah dan cukup menghentak bisa membuat semangat saya muncul „gila-gilaan“. Apalagi jika menyimak dengan baik bait-bait di atas, maka pas benar jika Beethoven mengambil puisi ini untuk simfoninya yang berdetak menghentak cepat, tapi di bagian tertentu mengalir sangat halus. Ajakan untuk bergembira karena kita semua sama. Ajakan untuk terus maju dengan gembira di jalan yang kita pilih, layaknya pahlawan yang menang perang. Ajakan untuk mengenali kekuatan Maha Besar yang ada di balik semua kegembiraan itu. Tak salah pula rasanya jika simfoni ini dijadikan „musik resmi“ Uni Eropa dan Jerman Bersatu, yang diperingati setiap tanggal 3 Oktober.

Dengan proses penciptaan yang paling lama di antara seluruh karya Beethoven, layaklah kiranya jika simfoni ini menjadi karya Beethoven yang paling terkenal. Bahkan sejak masa mudanya di Bonn, Beethoven sudah mulai merancang nada-nada simfoni ini. Bait "muß ein lieber Vater wohnen" ditemukan dalam coretan catatannya pada tahun 1798. Catatan selanjutnya berasal dari tahun 1815. Sementara waktu pengerjaan penuh simfoni ini adalah dari tahun 1817 sampai 1823. Partiturnya sendiri diselesaikan di Feber pada tahun 1824, tepatnya di Hetzendorf yang terletak di sebelah selatan Istana Schönbrunn, Wina Austria.

Sudah dari tahun 1793 Beethoven ingin membuat nada untuk puisi "An die Freude"-nya Friedrich Schiller. Pada tahun 1812 ia memikirkan nada-nada untuk sebuah Ouverture dengan Chor paduan suara. Baru pada tahun 1822 muncul ide untuk menjadikan bait puisi ini bagian penutup simfoni, yang awalnya hanya akan dibuat secara instrumental saja.

Pementasan pertama simfoni ini digelar pada tanggal 7 Mei 1824 di Hoftheater Wina. Dibuka dengan Ouverture "Zur Weihe des Hauses"(op. 124), sebuah karya yang dibuat Beethoven pada tahun1822 untuk pembukaan Josephstädter Theater di Austria. Selain itu ditampilkan pula Kyrie, Credo dan Agnus Dei dari Missa solemnis. Beethoven yang tuli tidak bisa mendengar reaksi positif publikumnya. Hanya lewat percakapan lewat secarik kertas kecil dengan orang kepercayaannya, Anton Schindler, Beethoven mengetahui bahwa karyanya menuai sukses. Karya tersebut tidak saja dinikmati oleh kaum bangsawan di Wina, tetapi juga oleh semua kalangan.

Pada awalnya, simfoni ini dibuat oleh Beethoven untuk memenuhi permintaan Ferdinand Ries, seorang anggota Philharmonische Gesellschaft di London yang mengundang Beethoven untuk datang ke London dan membuat sebuah sebuah komposisi untuk ditampilkan di London. Namun, konser ini tidak bisa ditampilkan. Walaupun demikian, Beethoven tetap menyelesaikan simfoni ini dan dibuat untuk Tsar Alexander I dari Rusia. Karena Tsar Alexander I meninggal pada tahun 1825, akhirnya karya ini diserahkan kepada Raja Friedrich Wilhelm III dari Prusia. Sebagai tanda terima kasih, Beethoven mendapat anugerah cincin kerajaan. Namun, Beethoven dibohongi, sehingga dia hanya mendapat cincin emas dengan batu merah tak berharga.

Simfoni yang menjadi masterpiece Beethoven ini diakui sebagai karya puncak dalam sejarah simfoni oleh orang-orang sejaman Beethoven, pun oleh generasi sesudahnya. Richard Wagner adalah salah seorang dari orang-orang pertama yang mengakui kebesaran karya ini. Wagner menuliskan pengakuannya dalam komentarnya tentang simfoni ini dan „mengijinkan“ simfoni ini ditampilkan khusus dalam festifal karya-karyanya yang diadakan rutin setiap tahun di Bayreuth. Hal ini cukup istimewa, karena dalam Festival Wagner, hanya karya-karya Wagner lah yang boleh ditampilkan.

Mengetahui kenyataan di atas, tak heran mengapa saya akhirnya bisa menyukai Wagner juga, karena musik dan karya tak jauh berbeda dengan Beethoven. Dinamis, menghentak, sekaligus mengalir lirih mengalun. Semua itu bisa membuat saya tenggelam dan menghilang dalam ekstasis semangat. Semangat ini yang saya butuhkan untuk bangun menghadapi hidup. Hidup yang kadang menghentak, kadang mengalir tenang. Hidup dengan kesedihan yang tak lepas dari kegembiraan pula. Hidup yang hidup.

Bayreuth, 300905

12:14

Advertisements

2 Gedanken zu „Simphonie Nr. 9 Beethoven

  1. Pingback: Copying Beethoven « From This Moment

  2. Pingback: Abschlussfest: der schönste Semesterschluss « From This Moment

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s