Surat dari Sahabat

Assalamualaikum, kak Dian

Sebelumnya Eli ucapin trimakasih atas suratnya. Eli malahan baca suratnya berulang-ulang, karna pada akhir suratnya yang membuat Eli bisa menerima kejadian ini. Dan juga Eli trima kasih sekali sama kak Olin yang bisa berkenalan dengan kak Dian.Eli selama ini udah merasa baikan dan udah bisa menerima semua kejadian ini dan udah bisa menerima kehilangan adik-adik Eli walau pun selama ini masih teringat tentang segala sesuatu yang pernah eli lakukan bersama adik dan itu membuat Eli merasa sakit lagi.

Kak Dian, Eli ngak tahu harus dari mana harus memulai untuk membalas surat ini. Tapi Eli berusaha untuk bisa membalasnya. Karna Eli ngak mau hubungan ini terputus sampai di sini. Dan Eli maunya ada kawan yang bisa Eli ajak untuk memhadapi masalah ini. Selama di Medan ini Eli udah merasa baikan dan bisa Eli hadapin untuk menjalankan kehidupan seperti biasanya.

***
26 Desember 2004

Pagi itu Eli melaksanakan kegiatan seperti biasanya, yaitu Eli membersihkan rumah dan adik Eli, Lia namanya dia sedang cuci piring dan adik Eli satu lagi yaitu Opi, dia tiap hari Minggu nonton kartun.Eli dari dapur mau ke depan tiba-tiba Opi bilang ada gempa, lalu Eli bilang mana ada kemudian Lia keluar dari kamar mandi dan Lia bilang gempa. Dan gempa semakin kuat dan kami bertiga lari keluar dan diluar gempa semakin kuat smpai-sampai pagar aja bunyiknya kuat kali, pohon-pohon yang ada disekililing rumah goyang semua. Gempanya aja membuat Eli pening dan merasa mual-mual.

Setelah gempa reda kami bertiga masuk ke dalam rumah, dan Eli kemudian telpon mamak yang pulang ke Jantho pada hari Sabtu sama-sama ayah dan bersama denga tiga orang adik.

Pada eli telp mamak Eli tanyak sama mamak ada gempa ngak di Jantho dan mamak bilang ada, dan kami sempat tiga kali tepon-telponan sama mamak.

Dan kemudian gempa lagi, dan kuatnya sama. Setelah reda kami masuk lagi ke rumah dan kami duduk di ruang tamu kemudian kami mau makan dan ketika itu pula kami mendengar orang bertiriak. Pada saat Eli lihat rupanya orang-orang berlaria dan kami panik dan melihat tetangga sebelah juga ikut lari dan kami bertiga sambil berpegangan bertiga kami ikut lari juga .dan kami larinya ikut ke mana orang lari. Pada saat lari itu Eli sempat liat ke belakang dan Eli meliat awan hitam yang tinggi sekali dan anginya berjalan. Dan sampai di gang orang-orang di situ orangnya udah berdesak-desakan dan ada yang terinjak-injak. Kemudian dari belakang kami di hantam sama air.

Dan di dalam air itu Eli masih sempat pegang opi dengan erat dan tiba-tiba Eli terbentur sama kayu-kayu dan di situ Eli terlepas sama Opi dan Eli berusaha untuk dapat untuk dapat naik keatas karna eli ngak tahan lagi dan sudah sulit untuk bernafas. Banyangin aja kak di dalam air tersebut susah kali Eli untuk dapat naik ke atas dan kayu-kayu itu susah kali untuk direlaikan. Dan entah dari mana Eli dapat tabung gas dengan itu Eli bisa berenang dan akhirnya tersangkut di depan ruko cina. Dan di bantu sama orang cina tersebut dan malamnya Eli nginap di situ dan Eli diobati dan dimandikan.

Esok paginya Eli langsung ke kantor ayah da sampai di situ Eli di kasih makan dan lalu Eli dibersih kan luka dan lalu di bawa ke posko dan siannya Eli jumpa sama ayah dan beberapa hari kemudian Eli langsung ke Medan.

Dan akhirnya kondisi Eli makin membaik dan udah bisa menerima kondisi ini.

Kak Dian sampai di sini dulu ya dan Eli mengharap ini ada kelanjutannya (balasan) yang berisi penguatan untuk Eli mengahadapi masalah ini.

Salam hangat dari Eli,

Wasalam.

Advertisements

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s