Tentang Wandern

Jika wandern dimaknai sebagai Ortslosigkeit –tak bertempat-, apakah makna tempat dan ruang itu sebenarnya? Apakah ada rumah sebenar-benarnya rumah? Dalam arti tempat dan rasa?

Jika wandern adalah pergi, berkelana, mencari, apakah makna pulang? Bukankah manusia selalu pergi dan pulang? Bukankah ada yang pergi hari ini untuk kemudian pulang di hari berikutnya? Bukankah ada yang datang hari ini dan ada yang pergi keesokan harinya? Bukankah ada yang lahir dan ada yang mati?

Mengapa orang pergi, berkelana, mencari, mungkin juga terusir, terpaksa pergi? Karena situasi, kondisi, paksaan, keadaan, sosial, politik, tekanan, ancaman? Atau karena keinginan sendiri, kegelisahan, kekosongan, kecemasan, ketakutan? Apa yang didapat dari pergi, berkelana, mencari, terusir?

Banyak alasan mengapa orang pergi dan kembali. Ambivalensi dua sisi yang selalu berjalan beriring. Itu hidup. Mencari. Mencari yang pasti. Menuju Yang Pasti.

Jika wandern dimaknai mencari, maka mencari dan menjalani yang tidak pasti akan membawa menuju Yang Pasti.

Bayreuth, 060904

23:52

Advertisements

Kommentar verfassen

Trage deine Daten unten ein oder klicke ein Icon um dich einzuloggen:

WordPress.com-Logo

Du kommentierst mit Deinem WordPress.com-Konto. Abmelden / Ändern )

Twitter-Bild

Du kommentierst mit Deinem Twitter-Konto. Abmelden / Ändern )

Facebook-Foto

Du kommentierst mit Deinem Facebook-Konto. Abmelden / Ändern )

Google+ Foto

Du kommentierst mit Deinem Google+-Konto. Abmelden / Ändern )

Verbinde mit %s