Veröffentlicht in Sprache am Juni 15, 2008 | 5 Kommentare »
Sinergi baru yang mencerahkan serta penuh harapan dari International Conference on Applied Linguistik (Conaplin) I pada 11 – 12 Juni tempo hari di UPI Bandung. Setelah Atmajaya dengan Pelbba dan Kolita yang mengkaji tataran struktural dalam linguistik dan UI yang kuat pada wacana serta budaya, UPI dengan Conaplin-nya menambah warna dunia linguistik Indonesia dengan mengangkat [...]
Ganzen Post lesen »
Veröffentlicht in Leben, Opini, Personal, Sprache am Mai 18, 2008 | 6 Kommentare »
Bersama dua orang teman saya yang kompeten di bidang pengajaran Bahasa Indonesia, Nani (seorang linguis dan dosen Sastra Indonesia Unpad yang memberikan teori tentang Bahasa Indonesia) dan Silvie (praktisi, pengajar Bahasa Indonesia di sebuah sekolah dasar di Cilegon), kami memberikan pelatihan –lebih tepatnya bertukar pengalaman- pengajaran Bahasa Indonesia untuk guru-guru Sekolah Dasar Gagas Ceria di [...]
Ganzen Post lesen »
Veröffentlicht in Opini, Sprache am März 18, 2008 | 5 Kommentare »
Saya termasuk orang yang sulit untuk meminta. Kalaupun saya „terpaksa harus“ meminta, permintaan saya biasanya dikemas dengan menggunakan tindak tutur dan strategi permintaan yang rumit dan berbelit-belit. Tidak pernah bisa langsung ke tujuan utama. Kalaupun akhirnya saya „berhasil“, biasanya itu sudah melewati proses berpikir dan menimbang-nimbang berulang kali.
Kenapa? Satu hal, saya tidak terbiasa meminta [...]
Ganzen Post lesen »
Veröffentlicht in Opini, Sprache am Februar 5, 2008 | 8 Kommentare »
Saya selalu merasa sedikit ”terganggu” jika membaca atau mendengar penggunaan kata ganti tidak pada tempatnya. Terutama kata ganti ”saya”, ”aku”, “kami” dan “kita”. Cukup membuat saya terhenyak untuk kemudian bertanya pada diri sendiri bagaimana saya harus bereaksi. Apalagi jika hal tersebut terjadi dalam percakapan lisan.
Seorang teman selalu menggunakan kata ganti ”kita” jika bercakap dengan saya, [...]
Ganzen Post lesen »
Veröffentlicht in Alltag, Personal, Sprache am September 5, 2007 | 10 Kommentare »
Nama ”Dian” selalu saya gunakan untuk memperkenalkan diri. Latar belakang cerita dan makna di balik nama itu diceritakan oleh orang tua saya dan saya senang memiliki nama itu. Waktu kami –empat bersaudara- masih kecil, saya menyebut diri saya sebagai ”Mbak Iyang”. Adik-adik saya pun memanggil saya dengan sebutan itu. Latar belakang budaya Jawa dari bapak [...]
Ganzen Post lesen »
Veröffentlicht in Alltag, Filme, Opini, Personal, Sprache am Januar 23, 2007 | 2 Kommentare »
“If you want to be understood…Listen!” (”Babel”, Alejandro González Iñárritu, 2006)
Konon, manusia ingin melihat surga. Dibangunlah menara. Untuk mencapainya. Tuhan tak suka. Dijadikanlah mereka tak satu suara. Tak paham cakap di antara mereka. Bahasa menjadi berbeda.
Konon, bahasa pun menjadi hidup. Karena perintah pertama kemanusiaan adalah “Bacalah!”. Membawa getar dan gemetar karena terasa berat untuk bisa [...]
Ganzen Post lesen »
Veröffentlicht in Buch, Literatur, Opini, Sprache am November 26, 2006 | 11 Kommentare »
Seperti yang pernah saya tuliskan sebelumnya, kesan dan pendapat seseorang terhadap bacaannya itu sangat subyektif. Untuk saya, bacaan atau buku yang bisa menahan saya berjam-jam membacanya tanpa jeda dan kemudian meninggalkan kesan begitu mendalam adalah bacaan atau buku yang menarik. Untuk orang lain belum tentu. Tidak hanya dalam hal buku, tapi untuk hal lain pun [...]
Ganzen Post lesen »
Veröffentlicht in Opini, Sprache am November 18, 2006 | Keine Kommentare »
Entah kapan tepatnya dan bagaimana awalnya, tapi tiba-tiba tema D-Day a.k.a Hari H masuk ke dalam tema obrolan. Bahasa Jermannya apa ya? Begitu saat itu pertanyaannya. Iya, dalam Bahasa Jerman apa ya? Apakah T-Tag? Sepertinya saya belum pernah dengar. Apakah di Jerman tidak pernah digunakan? Ataukah orang Jerman memandang bahwa semua hari itu penting, sehingga [...]
Ganzen Post lesen »