Veröffentlicht in Alltag, Leben, Personal am Juli 13, 2008 | 1 Kommentar »
Inginnya menuliskan lengkap kegiatan pada dua akhir pekan di bulan Juli ini. Namun, apa daya, kesibukan yang masih cukup banyak (plus kesibukan yang muncul tiba-tiba tak diduga sebelumya), belum memungkinkan saya untuk menulis banyak. Alasan lainnya adalah penyakit lama yang selalu kambuh: menulis detail. Yang terjadi malah tidak menulis sama sekali, seperti kemarin-kemarin ini.
Jadi, akhir [...]
Ganzen Post lesen »
Veröffentlicht in Leben, Personal am Mai 27, 2008 | 3 Kommentare »
Patung Brontosaurus ini letaknya di depan Museum Purbakala Bayreuth, juga di depan Alte Schloss dan salah satu biro perjalanan di Maximilianstraße Bayreuth. Patung ini jadi ciri khas pusat kota Bayreuth dan sempat jatuh saat musim dingin, kemudian menimpa atap biro perjalanan di sebelahnya itu. Lucunya, saat patung itu jatuh dan “tergeletak” dengan pasrah di tengah [...]
Ganzen Post lesen »
Veröffentlicht in Leben, Opini, Personal, Sprache am Mai 18, 2008 | 6 Kommentare »
Bersama dua orang teman saya yang kompeten di bidang pengajaran Bahasa Indonesia, Nani (seorang linguis dan dosen Sastra Indonesia Unpad yang memberikan teori tentang Bahasa Indonesia) dan Silvie (praktisi, pengajar Bahasa Indonesia di sebuah sekolah dasar di Cilegon), kami memberikan pelatihan –lebih tepatnya bertukar pengalaman- pengajaran Bahasa Indonesia untuk guru-guru Sekolah Dasar Gagas Ceria di [...]
Ganzen Post lesen »
Veröffentlicht in Leben, Personal am März 30, 2008 | 2 Kommentare »
Dan jika memang sudah terlalu sakit tubuh mengungkung nyawa/ Mungkin memang hanya waktu yang pasti menjawab/Ada batas antara tubuh fana dan jiwa/Lalu mungkin benar kata sajak:
” Karena kematian tak lain hanya tarikan nafas terakhir
yang membebaskan helaan naik turun tak tenang.
Agar dia bisa naik tanpa rintang menuju Tuhan.” (Kahlil Gibran, “Tentang Kematian”)
Bandung, 300308
02.55
Ganzen Post lesen »
Veröffentlicht in Alltag, Leben, Personal am März 24, 2008 | 4 Kommentare »
Wajar saja rupanya jika ada yang bilang pada saya, bahwa saya ini naif, kuper, dan ekstremnya „bodoh“. Gelar akademik saja cukup tinggi, tapi untuk beberapa urusan saya memang naif, kuper, dan bodoh, hehe. Beberapa waktu lalu saya mengalami lagi situasi yang menunjukkan kekuperan saya, yaitu saat saya melakukan proses pendaftaran online untuk studi lanjut di [...]
Ganzen Post lesen »
Veröffentlicht in Alltag, Arbeit, Leben, Personal am Januar 18, 2008 | 6 Kommentare »
Di akhir perkuliahan semester ini saya kembali meminta feedback dari mahasiswa tentang saya, cara saya mengajar dan materi kuliah yang saya berikan. Walaupun dilakukan setiap akhir semester, feedback yang masuk tidak pernah banyak, bahkan bisa tidak ada sama sekali. Entah kenapa, sungkan mungkin, takut nilainya jelek, atau alasan lainnya, saya tidak tahu. Yang jelas saya [...]
Ganzen Post lesen »
Veröffentlicht in Alltag, Personal am November 4, 2007 | 6 Kommentare »
Benarkah kita justru semakin mirip dengan orang yang tidak kita sukai daripada dengan orang yang kita sukai?
Dan keluh kesah saya hari itu saya akhiri dengan: ups, kok sepertinya itu saya deh? jangan-jangan dia itu saya :)
Jangan-jangan memang ada satu sisi diri kita yang tidak kita sukai dan itu termanifestasikan pada orang lain dan membuat kita [...]
Ganzen Post lesen »
Veröffentlicht in Alltag, Personal am September 6, 2007 | 7 Kommentare »
Hari ini adalah kali ketiga saya mengajar di SMP Terbuka. Setiap kali bertemu murid-murid saya di sana, berinteraksi dengan mereka di kelas, selalu ada hal baru yang membuat saya tercengang. Saya selalu terpesona pada antusiasme mereka yang ditunjukkan dengan memandang saya penuh konsentrasi dan mata yang berbinar. Terpesona juga gugup, karena saya merasa tak pantas [...]
Ganzen Post lesen »
Veröffentlicht in Alltag, Personal, Sprache am September 5, 2007 | 10 Kommentare »
Nama ”Dian” selalu saya gunakan untuk memperkenalkan diri. Latar belakang cerita dan makna di balik nama itu diceritakan oleh orang tua saya dan saya senang memiliki nama itu. Waktu kami –empat bersaudara- masih kecil, saya menyebut diri saya sebagai ”Mbak Iyang”. Adik-adik saya pun memanggil saya dengan sebutan itu. Latar belakang budaya Jawa dari bapak [...]
Ganzen Post lesen »
Veröffentlicht in Alltag, Leben, Personal am August 27, 2007 | 8 Kommentare »
Dikenalkan oleh Mbak Enggar pada Bu Ida Sitompul, akhirnya hari Kamis minggu lalu saya mengajar di SMP Terbuka di daerah Kompleks Arcamanik Endah. Saya diminta membantu Bu Ida mengajar Bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia. Di Bayreuth memang saya mengajar Bahasa Indonesia untuk mahasiswa Jerman. Bahasa Jerman –yang sebenarnya memang bidang utama saya- sangat membantu untuk mengajar [...]
Ganzen Post lesen »