Veröffentlicht in Leben, Opini, Personal, Sprache am Mai 18, 2008 | 6 Kommentare »
Bersama dua orang teman saya yang kompeten di bidang pengajaran Bahasa Indonesia, Nani (seorang linguis dan dosen Sastra Indonesia Unpad yang memberikan teori tentang Bahasa Indonesia) dan Silvie (praktisi, pengajar Bahasa Indonesia di sebuah sekolah dasar di Cilegon), kami memberikan pelatihan –lebih tepatnya bertukar pengalaman- pengajaran Bahasa Indonesia untuk guru-guru Sekolah Dasar Gagas Ceria di [...]
Ganzen Post lesen »
Veröffentlicht in Opini, Sprache am März 18, 2008 | 5 Kommentare »
Saya termasuk orang yang sulit untuk meminta. Kalaupun saya „terpaksa harus“ meminta, permintaan saya biasanya dikemas dengan menggunakan tindak tutur dan strategi permintaan yang rumit dan berbelit-belit. Tidak pernah bisa langsung ke tujuan utama. Kalaupun akhirnya saya „berhasil“, biasanya itu sudah melewati proses berpikir dan menimbang-nimbang berulang kali.
Kenapa? Satu hal, saya tidak terbiasa meminta [...]
Ganzen Post lesen »
Veröffentlicht in Opini, Sprache am Februar 5, 2008 | 8 Kommentare »
Saya selalu merasa sedikit ”terganggu” jika membaca atau mendengar penggunaan kata ganti tidak pada tempatnya. Terutama kata ganti ”saya”, ”aku”, “kami” dan “kita”. Cukup membuat saya terhenyak untuk kemudian bertanya pada diri sendiri bagaimana saya harus bereaksi. Apalagi jika hal tersebut terjadi dalam percakapan lisan.
Seorang teman selalu menggunakan kata ganti ”kita” jika bercakap dengan saya, [...]
Ganzen Post lesen »
Veröffentlicht in Opini am Oktober 9, 2007 | 17 Kommentare »
Membaca tulisan Pak Ganjar tentang „pergelaran gelar“, obrolan saya tadi pagi dengan seorang sahabat, juga sedikit tulisan saya yang membahas gelar dari perspektif deixis sosial, ternyata topik „menggelar gelar“ tidak akan pernah ada habisnya untuk dibahas kembali. Saya termasuk orang yang tidak suka memakai gelar apapun di depan atau di belakang nama saya. Rasanya kok [...]
Ganzen Post lesen »
Veröffentlicht in Buch, Literatur, Opini am Juli 24, 2007 | 4 Kommentare »
„Eduard – so nennen wir einen reichen Baron im besten Mannesalter“. Begitu Goethe mengawali roman yang berjudul „Die Wahlverwandtschaften“ (1809). Istilah „Wahlverwandtschaften“ sendiri muncul pertama kalinya dalam buku harian Goethe pada tanggal 11 April 1808. Saat itu Goethe sedang membuat skema cerita „Wahlverwandtschaften“ dan „Mann von fünfzig Jahren“. Awalnya Goethe akan memasukkan „Wahlverwandtschaften“ sebagai novel [...]
Ganzen Post lesen »
Veröffentlicht in Opini am Mai 31, 2007 | 2 Kommentare »
An: Manager der öffentlichen Orte
Wissenschaftliche Forschung über den Schaden vom Gebrauch der Tabakrauche hat sich angesammelt für über 20 Jahre. Es gibt keinen Zweifel, dass passiv-atmender Gebrauch vom Tabakrauch (SHS) für menschliche Gesundheit sehr gefährlich ist, sowie Krebs und viele schweren Atmungs- und Herzgefäß-Krankheiten an den Kindern und an Erwachsenen verursacht und häufig zum [...]
Ganzen Post lesen »
Veröffentlicht in Alltag, Opini am April 14, 2007 | 2 Kommentare »
Judul lengkap makalah yang disajikan oleh Budiono Kusomohamidjojo adalah “Empirisme dan Positivisme: Mengungkap Relevansi Aktual”. Praktisi hukum (seorang pengacara berpraktek di Jakarta) sekaligus guru besar Fakultas Filsafat Unpar ini mengungkap kronologi munculnya empirisme, dilanjut dengan skeptisisme, perkembangan empirisme di abad pertengahan, dilanjutkan dengan tegangan antara empirisme versus rasionalisme. Menarik juga ketika beliau selanjutnya membahas empirisme [...]
Ganzen Post lesen »
Veröffentlicht in Alltag, Filme, Opini, Personal, Sprache am Januar 23, 2007 | 2 Kommentare »
“If you want to be understood…Listen!” (”Babel”, Alejandro González Iñárritu, 2006)
Konon, manusia ingin melihat surga. Dibangunlah menara. Untuk mencapainya. Tuhan tak suka. Dijadikanlah mereka tak satu suara. Tak paham cakap di antara mereka. Bahasa menjadi berbeda.
Konon, bahasa pun menjadi hidup. Karena perintah pertama kemanusiaan adalah “Bacalah!”. Membawa getar dan gemetar karena terasa berat untuk bisa [...]
Ganzen Post lesen »
Veröffentlicht in Buch, Literatur, Opini, Sprache am November 26, 2006 | 11 Kommentare »
Seperti yang pernah saya tuliskan sebelumnya, kesan dan pendapat seseorang terhadap bacaannya itu sangat subyektif. Untuk saya, bacaan atau buku yang bisa menahan saya berjam-jam membacanya tanpa jeda dan kemudian meninggalkan kesan begitu mendalam adalah bacaan atau buku yang menarik. Untuk orang lain belum tentu. Tidak hanya dalam hal buku, tapi untuk hal lain pun [...]
Ganzen Post lesen »
Veröffentlicht in Opini, Sprache am November 18, 2006 | Keine Kommentare »
Entah kapan tepatnya dan bagaimana awalnya, tapi tiba-tiba tema D-Day a.k.a Hari H masuk ke dalam tema obrolan. Bahasa Jermannya apa ya? Begitu saat itu pertanyaannya. Iya, dalam Bahasa Jerman apa ya? Apakah T-Tag? Sepertinya saya belum pernah dengar. Apakah di Jerman tidak pernah digunakan? Ataukah orang Jerman memandang bahwa semua hari itu penting, sehingga [...]
Ganzen Post lesen »