Veröffentlicht in Literatur, Übersetzung am April 11, 2008 | 7 Kommentare »
Klamms Krieg, monolog karya Kai Hensel, berkisah tentang seorang guru bahasa Jerman untuk kelas 13 di salah satu sekolah. Dia „terlalu tua untuk jadi guru pemula, tetapi terlalu muda untuk pensiun dini.“ Tokoh ini digambarkan sebagai seorang guru dengan idealisme tinggi, cita-cita yang kuat, juga bangga atas prestasi serta kecerdasan yang dimilikinya. Seorang guru yang [...]
Ganzen Post lesen »
Veröffentlicht in Leben, Literatur, Übersetzung am Januar 1, 2008 | 8 Kommentare »
Sedikit lebih banyak perdamaian dan lebih sedikit permusuhan/ Sedikit lebih banyak kebaikan dan lebih sedikit kecemburuan/Sedikit lebih banyak cinta dan lebih sedikit kebencian/ Sedikit lebih banyak kebenaran – mungkin bagus juga.
Daripada banyak kericuhan lebih baik sedikit lebih banyak kedamaian/Daripada selalu hanya “aku” lebih baik sedikit lebih banyak “kamu”/Daripada ketakutan dan hambatan lebih baik sedikit lebih [...]
Ganzen Post lesen »
Veröffentlicht in Buch, Deutsch, Literatur am Juli 31, 2007 | Keine Kommentare »
Demi menemu diri dalam tiada berhingga,
Setiap pribadi pasti rela sirna,
Di sanalah segala jenuh bakal musnah;
Bukan pada bebas syahwat panas hasrat
Bukan pada padat aturan tuntutan ketat,
Pada penyerahan diri itulah nikmat berkah.
Datang dan rasuki jiwa kita, o jiwa jagat!
Dan dengan ruh jagat kita bergulat nekat,
Itulah maha tugas daya-daya kita.
Ruh-ruh budiman yang menuntun,
Para aulia yang membimbing santun,
Kan antar [...]
Ganzen Post lesen »
Veröffentlicht in Buch, Literatur, Opini am Juli 24, 2007 | 4 Kommentare »
„Eduard – so nennen wir einen reichen Baron im besten Mannesalter“. Begitu Goethe mengawali roman yang berjudul „Die Wahlverwandtschaften“ (1809). Istilah „Wahlverwandtschaften“ sendiri muncul pertama kalinya dalam buku harian Goethe pada tanggal 11 April 1808. Saat itu Goethe sedang membuat skema cerita „Wahlverwandtschaften“ dan „Mann von fünfzig Jahren“. Awalnya Goethe akan memasukkan „Wahlverwandtschaften“ sebagai novel [...]
Ganzen Post lesen »
Veröffentlicht in Alltag, Literatur am Juli 20, 2007 | Keine Kommentare »
Dan saya „ketar ketir“ takut terkena ayunan bongkahan besar batu cadas yang dengan bebas berayun ke depan ke belakang. Dan saya meringis lalu menarik dan mengerutkan badan, takut batu-batu yang berayun itu menimpa sosok-sosok berkepala plontos dengan topeng yang penuh ekspresi ketakutan. Dan saya menghela nafas saat sosok sosok itu menghindari ayunan batu-batu.
Batu batu besar [...]
Ganzen Post lesen »
Veröffentlicht in Buch, Literatur, Opini, Sprache am November 26, 2006 | 11 Kommentare »
Seperti yang pernah saya tuliskan sebelumnya, kesan dan pendapat seseorang terhadap bacaannya itu sangat subyektif. Untuk saya, bacaan atau buku yang bisa menahan saya berjam-jam membacanya tanpa jeda dan kemudian meninggalkan kesan begitu mendalam adalah bacaan atau buku yang menarik. Untuk orang lain belum tentu. Tidak hanya dalam hal buku, tapi untuk hal lain pun [...]
Ganzen Post lesen »