Dan aku tiba-tiba rindu pada malam itu. Malam saat pepohonan tidur diselimuti salju putih dingin yang turun berebutan menyentuh dan menyelimuti bumi. Malam saat angin berdesir menusuk tulang membekukan kulit. Malam saat langit kelabu kelam. Malam saat hening mendekap mata dan telinga. Malam saat sisa langkah meninggalkan jejak di salju yang menebal. Malam saat kehangatan kemudian pelahan menyelusup jiwa dan raga. Malam saat hening tak lagi sunyi. Malam saat salju merundukkan daun cemara. Aku yang berdiri di tengah alam raya memutih. Merasakan kehangatan dari salju yang berebutan menyentuh tanah. Tak ada dingin, hanya hangat. Dan aku tunduk bersama seisi jagat: pada-Nya.
Dan aku rindu pada malam yang menjanjikan cahaya terang surga. Pada malam saat air mata dan dosa-dosa diseka.
Minal Aidin Wal Faidzin. Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Selamat Merayakan Hari Raya Idul Fitri 1429H…
* semoga kita masih diberi kesempatan untuk dapat menikmati bulan Ramadhan yang akan datang. insya Allah.
@ Insan: amiin…maaf lahir batin ya, in :)
Salam.
Teh didi, mohon maaf lahir dan batin ya. Selamat berlebaran dengan keluarga. Btw teh didi pastinya tanggal berapa ke Malaysia? Mohon kabari aku ya… Musti nginep di rumah ya..
Wassalam.
Teh Dian, maaf lahir batin ya…
Btw, aku iseng buka arsip tahun 2003 di blog ini dan yang nongol malah FRANZ KAFKA, oooh *pingsan*
@ Tria: hahaha, sukurin :p kau tak akan bisa lepas dari kafka, hihi. maaf lahir batin juga deh kalau gitu. eh, datang ya tanggal 27 okt nanti. remy sylado, say ;)