Batas Nyawa
März 30, 2008 von dian
Dan jika memang sudah terlalu sakit tubuh mengungkung nyawa/ Mungkin memang hanya waktu yang pasti menjawab/Ada batas antara tubuh fana dan jiwa/Lalu mungkin benar kata sajak:
” Karena kematian tak lain hanya tarikan nafas terakhir
yang membebaskan helaan naik turun tak tenang.
Agar dia bisa naik tanpa rintang menuju Tuhan.” (Kahlil Gibran, “Tentang Kematian”)
Bandung, 300308
02.55
… karena kematian adalah bebasnya kita dari suasana acakadut, dan bisa berlincahnya kefitrian kita ke dalam kehidupan yang abadi.
iya… dan kebebasan itu tampak di wajah. tapi manusia memang egois ya…senang dan sedihnya juga egois (ingat salah satu tulisan di blogmu tentang kesedihan yang egois…)