Dan jika memang sudah terlalu sakit tubuh mengungkung nyawa/ Mungkin memang hanya waktu yang pasti menjawab/Ada batas antara tubuh fana dan jiwa/Lalu mungkin benar kata sajak:
” Karena kematian tak lain hanya tarikan nafas terakhir
yang membebaskan helaan naik turun tak tenang.
Agar dia bisa naik tanpa rintang menuju Tuhan.” (Kahlil Gibran, “Tentang Kematian”)
Bandung, 300308
02.55
Archiv für März 2008
Batas Nyawa
Veröffentlicht in Leben, Personal am März 30, 2008 | 2 Kommentare »
Bayarlalaa
Veröffentlicht in Alltag, Leben, Personal am März 24, 2008 | 4 Kommentare »
Wajar saja rupanya jika ada yang bilang pada saya, bahwa saya ini naif, kuper, dan ekstremnya „bodoh“. Gelar akademik saja cukup tinggi, tapi untuk beberapa urusan saya memang naif, kuper, dan bodoh, hehe. Beberapa waktu lalu saya mengalami lagi situasi yang menunjukkan kekuperan saya, yaitu saat saya melakukan proses pendaftaran online untuk studi lanjut di [...]
(Per)minta(an)
Veröffentlicht in Opini, Sprache am März 18, 2008 | 5 Kommentare »
Saya termasuk orang yang sulit untuk meminta. Kalaupun saya „terpaksa harus“ meminta, permintaan saya biasanya dikemas dengan menggunakan tindak tutur dan strategi permintaan yang rumit dan berbelit-belit. Tidak pernah bisa langsung ke tujuan utama. Kalaupun akhirnya saya „berhasil“, biasanya itu sudah melewati proses berpikir dan menimbang-nimbang berulang kali.
Kenapa? Satu hal, saya tidak terbiasa meminta [...]