<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Kommentare zu: Bahasa dan Salah Paham</title>
	<atom:link href="http://dianekawati.wordpress.com/2008/02/05/bahasa-dan-salah-paham/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dianekawati.wordpress.com/2008/02/05/bahasa-dan-salah-paham/</link>
	<description>"Das Gestern ist nur die Erinnerung des Heute und das Morgen ist dessen Traum"</description>
	<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 08:37:29 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Von: dewi</title>
		<link>http://dianekawati.wordpress.com/2008/02/05/bahasa-dan-salah-paham/#comment-3543</link>
		<dc:creator>dewi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Mar 2008 16:16:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dianekawati.wordpress.com/2008/02/05/bahasa-dan-salah-paham/#comment-3543</guid>
		<description>@ Insan: eh, masukin ke berbahasa.com harus lewat kamu ya, in?

@ koen: mana? mana? mana gua teh malah?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Insan: eh, masukin ke berbahasa.com harus lewat kamu ya, in?</p>
<p>@ koen: mana? mana? mana gua teh malah?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Von: Koen</title>
		<link>http://dianekawati.wordpress.com/2008/02/05/bahasa-dan-salah-paham/#comment-3530</link>
		<dc:creator>Koen</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Feb 2008 19:12:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dianekawati.wordpress.com/2008/02/05/bahasa-dan-salah-paham/#comment-3530</guid>
		<description>Ya, kayak yang aku cerita, pemilihan kata ganti, terutama di Indonesia, lebih rumit daripada seharusnya, karena ada konteks dan nilai rasa. Huh sebal.

+ Ada kopi baru nih, Mas.
- Apa tuuh?
+ Gua teh malah kasih 'ci elo.
- Hah? Apa tadi?
+ Guatemala Casi Cielo
+ Oh. Ya deh, ambil 5 bungkus. *lega*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ya, kayak yang aku cerita, pemilihan kata ganti, terutama di Indonesia, lebih rumit daripada seharusnya, karena ada konteks dan nilai rasa. Huh sebal.</p>
<p>+ Ada kopi baru nih, Mas.<br />
- Apa tuuh?<br />
+ Gua teh malah kasih &#8216;ci elo.<br />
- Hah? Apa tadi?<br />
+ Guatemala Casi Cielo<br />
+ Oh. Ya deh, ambil 5 bungkus. *lega*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Von: Insan</title>
		<link>http://dianekawati.wordpress.com/2008/02/05/bahasa-dan-salah-paham/#comment-3528</link>
		<dc:creator>Insan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Feb 2008 23:43:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dianekawati.wordpress.com/2008/02/05/bahasa-dan-salah-paham/#comment-3528</guid>
		<description>ehhh... ga ngeh. sekarang hari libur, ya?
btw, tulisan ini bagus nih. masukkin ke BBHS, ya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ehhh&#8230; ga ngeh. sekarang hari libur, ya?<br />
btw, tulisan ini bagus nih. masukkin ke BBHS, ya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Von: dian</title>
		<link>http://dianekawati.wordpress.com/2008/02/05/bahasa-dan-salah-paham/#comment-3527</link>
		<dc:creator>dian</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Feb 2008 13:16:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dianekawati.wordpress.com/2008/02/05/bahasa-dan-salah-paham/#comment-3527</guid>
		<description>hahaha, dasar insan jahil dan iseng :p tapi sesekali memang perlu dibecandain begitu ya. ehm, kalian berdua itu memang pak koen dan temannya....yang nulis komen di sini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hahaha, dasar insan jahil dan iseng :p tapi sesekali memang perlu dibecandain begitu ya. ehm, kalian berdua itu memang pak koen dan temannya&#8230;.yang nulis komen di sini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Von: Insan</title>
		<link>http://dianekawati.wordpress.com/2008/02/05/bahasa-dan-salah-paham/#comment-3526</link>
		<dc:creator>Insan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Feb 2008 06:17:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dianekawati.wordpress.com/2008/02/05/bahasa-dan-salah-paham/#comment-3526</guid>
		<description>@pak Koen: bentuk tanpa kata ganti -&#62; kalo yang berbicara anak kecil (lebih sering menggunakan kata perintah dlm mengutarakan maksud/keinginan) atau berbicara kepada teman dekatnya (konteks keakraban) mungkin bisa diterima, pak.

tapi dalam kasus dian ini, hubungannya antara (calon) pelanggan dan penyedia jasa (komunikasi yang membutuhkan feedback/tanggapan dari masing-masing komunikan) - &lt;em&gt;merujuk ke paragraf terakhir dari tulisan Dian&lt;/em&gt;

@Dian: kita jadi merasa bego? kesal, iya :). gue pernah ngalamain (bbrp kali) sama tele-marketer2. setelah sedikit disentil biasanya mereka baru "ngeh".

TM: "Halo, kami dari X. Bisa bicara dengan pimpinan perusahaan?"
ICH: "Ya, ada apa yach?" &lt;em&gt;* pura-pura bego*&lt;/em&gt;
TM: "Begini, kami ingin menawarkan.. bla.. bla..." &lt;em&gt;* langsung nyerocos pake penjelasan panjang lebar, capek dengerinnya. *&lt;/em&gt;
ICH: "sebenarnya, bapak ingin bicara dengan siapa?" &lt;em&gt;* sengaja, sedikit shock-therapy *&lt;/em&gt;
TM: "Dengan pimpinan perusahaan. Bisa dipanggil?" &lt;em&gt;* mulai kurang-ajar. pertanyaan yang harusnya dijawab dengan "Bisa atau "Tidak Bisa" *&lt;/em&gt;
ICH: "Ya, saya sendiri. Ada perlu apa memangnya?" &lt;em&gt;* payback-time - ngaku-ngaku jadi pimpinan perusahaan. hahahaha... *&lt;/em&gt;
TM: "Oooh, begini pak..... bla.. bla.. bla.." &lt;em&gt;* nah, baru deh keluar kata-gantinya. terus dia ngejelasin lagi panjang lebar. capeeeek deccch... *&lt;/em&gt;
....
selanjutnya, pembicaraan pun jadi lebih "hangat" (bukan intim, lho ya) :)

"kalian"? gue berasumsi ini untuk pak Koen dan temannya (tulisannya kan ditujukan ke pak Koen)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@pak Koen: bentuk tanpa kata ganti -&gt; kalo yang berbicara anak kecil (lebih sering menggunakan kata perintah dlm mengutarakan maksud/keinginan) atau berbicara kepada teman dekatnya (konteks keakraban) mungkin bisa diterima, pak.</p>
<p>tapi dalam kasus dian ini, hubungannya antara (calon) pelanggan dan penyedia jasa (komunikasi yang membutuhkan feedback/tanggapan dari masing-masing komunikan) - <em>merujuk ke paragraf terakhir dari tulisan Dian</em></p>
<p>@Dian: kita jadi merasa bego? kesal, iya :). gue pernah ngalamain (bbrp kali) sama tele-marketer2. setelah sedikit disentil biasanya mereka baru &#8220;ngeh&#8221;.</p>
<p>TM: &#8220;Halo, kami dari X. Bisa bicara dengan pimpinan perusahaan?&#8221;<br />
ICH: &#8220;Ya, ada apa yach?&#8221; <em>* pura-pura bego*</em><br />
TM: &#8220;Begini, kami ingin menawarkan.. bla.. bla&#8230;&#8221; <em>* langsung nyerocos pake penjelasan panjang lebar, capek dengerinnya. *</em><br />
ICH: &#8220;sebenarnya, bapak ingin bicara dengan siapa?&#8221; <em>* sengaja, sedikit shock-therapy *</em><br />
TM: &#8220;Dengan pimpinan perusahaan. Bisa dipanggil?&#8221; <em>* mulai kurang-ajar. pertanyaan yang harusnya dijawab dengan &#8220;Bisa atau &#8220;Tidak Bisa&#8221; *</em><br />
ICH: &#8220;Ya, saya sendiri. Ada perlu apa memangnya?&#8221; <em>* payback-time - ngaku-ngaku jadi pimpinan perusahaan. hahahaha&#8230; *</em><br />
TM: &#8220;Oooh, begini pak&#8230;.. bla.. bla.. bla..&#8221; <em>* nah, baru deh keluar kata-gantinya. terus dia ngejelasin lagi panjang lebar. capeeeek deccch&#8230; *</em><br />
&#8230;.<br />
selanjutnya, pembicaraan pun jadi lebih &#8220;hangat&#8221; (bukan intim, lho ya) :)</p>
<p>&#8220;kalian&#8221;? gue berasumsi ini untuk pak Koen dan temannya (tulisannya kan ditujukan ke pak Koen)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Von: dian</title>
		<link>http://dianekawati.wordpress.com/2008/02/05/bahasa-dan-salah-paham/#comment-3525</link>
		<dc:creator>dian</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Feb 2008 17:14:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dianekawati.wordpress.com/2008/02/05/bahasa-dan-salah-paham/#comment-3525</guid>
		<description>@ Insan: hehehe, iya, in, yang ada aku bingung. Ini orang lagi ngomong apa dan sama siapa ya?! :)  dan tiba-tiba jadi merasa sangat bodoh (atau memang iya?! :)) Tulisan cupu? Ah masa ;)

@ Koen: aku ngerti, aku ngerti kalimatnya, hehe...aku lebih pilih ditanggapi positif deh.  Ayo dong kalian berdua (ya, kalian) buat software untuk memudahkan proses interpretasi (duuuhh...mimpi dari dulu...:))</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Insan: hehehe, iya, in, yang ada aku bingung. Ini orang lagi ngomong apa dan sama siapa ya?! :)  dan tiba-tiba jadi merasa sangat bodoh (atau memang iya?! :)) Tulisan cupu? Ah masa ;)</p>
<p>@ Koen: aku ngerti, aku ngerti kalimatnya, hehe&#8230;aku lebih pilih ditanggapi positif deh.  Ayo dong kalian berdua (ya, kalian) buat software untuk memudahkan proses interpretasi (duuuhh&#8230;mimpi dari dulu&#8230;:))</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Von: Koen</title>
		<link>http://dianekawati.wordpress.com/2008/02/05/bahasa-dan-salah-paham/#comment-3524</link>
		<dc:creator>Koen</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Feb 2008 15:59:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dianekawati.wordpress.com/2008/02/05/bahasa-dan-salah-paham/#comment-3524</guid>
		<description>Kalau mau baca silakan baca karena ada perlu jadi mohon dimaafkan. Bentuk tanpa kata ganti ini betul2 mengandalkan konteks. Ditanggapi negatif: huh, khas Indonesia. Ditanggapi positif: hah, bisa dipakai buat memeriksa kecerdasan komputer.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau mau baca silakan baca karena ada perlu jadi mohon dimaafkan. Bentuk tanpa kata ganti ini betul2 mengandalkan konteks. Ditanggapi negatif: huh, khas Indonesia. Ditanggapi positif: hah, bisa dipakai buat memeriksa kecerdasan komputer.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Von: Insan</title>
		<link>http://dianekawati.wordpress.com/2008/02/05/bahasa-dan-salah-paham/#comment-3522</link>
		<dc:creator>Insan</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Feb 2008 07:28:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dianekawati.wordpress.com/2008/02/05/bahasa-dan-salah-paham/#comment-3522</guid>
		<description>asik, akhirnya ngebahas ttg bahasa lagi. eh, tapi kok artikel gue dibawa-bawa? artikel cupu gitu.

kembali ke tulisan dian. contoh nomor 3 (pegawai bank), gue sih cuma bilang dia itu "orang yang ga bisa berbahasa" atau mungkin tepatnya, "seorang yang cacat dlm berbahasa" kali ya...

kayak ngomong sendiri aja. lawan bicaranya (Dian) hanya dianggap sebagai objek-pendengar belaka &lt;em&gt;* bentar, ketawa dulu.... hahahaha *&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>asik, akhirnya ngebahas ttg bahasa lagi. eh, tapi kok artikel gue dibawa-bawa? artikel cupu gitu.</p>
<p>kembali ke tulisan dian. contoh nomor 3 (pegawai bank), gue sih cuma bilang dia itu &#8220;orang yang ga bisa berbahasa&#8221; atau mungkin tepatnya, &#8220;seorang yang cacat dlm berbahasa&#8221; kali ya&#8230;</p>
<p>kayak ngomong sendiri aja. lawan bicaranya (Dian) hanya dianggap sebagai objek-pendengar belaka <em>* bentar, ketawa dulu&#8230;. hahahaha *</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
