Benarkah kita justru semakin mirip dengan orang yang tidak kita sukai daripada dengan orang yang kita sukai?
Dan keluh kesah saya hari itu saya akhiri dengan: ups, kok sepertinya itu saya deh? jangan-jangan dia itu saya :)
Jangan-jangan memang ada satu sisi diri kita yang tidak kita sukai dan itu termanifestasikan pada orang lain dan membuat kita membencinya. Jangan-jangan, jika kita mati-matian benci pada orang lain, kita sebenarnya sedang membenci diri kita sendiri. Jangan-jangan, jika kita habis-habisan membicarakan keburukan orang lain, kita sebenarnya juga sedang membicarakan dan mengungkapkan keburukan kita sendiri. Jangan-jangan, semakin benci kita pada orang lain, semakin besar kemungkinan kita menjadi seperti mereka yang kita benci. Jangan-jangan…
Übrigens, danke für den sonnigen Sonntag :)
Hm, jadi ikutan mikir Dian. Jangan-jangan… :)
hayo….mikir apaan mbak? ;)
wah, baru tahu nih. ternyata dian suka bicarain keburukan sendiri ke orang lain ?? hobi baru ?? :wink:
bicarain keburukan sendiri ke orang lain?! *bingung*
tah eta, die hauptsache-na!
jadi bingung…. he he he… * peace
huuu……dasar lu! :p