Veröffentlicht in Alltag, Personal am Oktober 31, 2006 | Keine Kommentare »
Kompromi alias compromissum alias compromittere -katanya- mengandung makna “menyetujui apa yang sudah diputuskan oleh seseorang” atau bisa juga berarti “memberikan janji” (Duh!). Pertanyaan (untuk saya): kapan kita harus bisa berkompromi? Bukan. Bukan begitu tepatnya. Sebanyak apa kita sebaiknya berkompromi? Kurang tepat juga. Bukan seperti itu pertanyaannya. Sampai kapan kita bisa berkompromi? Bukan. Bukan itu pula [...]
Ganzen Post lesen »
Veröffentlicht in Freunde, Personal am Oktober 29, 2006 | Keine Kommentare »
Judulnya reuni. Setelah tiga Idul Fitri di Bayreuth, kali ini di Bandung dimanfaatkan untuk reuni. Reuni bertiga, karena ternyata selalu jadi bertiga, walaupun dalam satu meja ada “bertiga-bertiga” lainnya. Jadi ada Evi, Lusi, dan Dian. Kemudian Joe, Ahyat. dan Dian. Berikutnya Mia, Asep, dan Dian. Terakhir Evi, Tika, dan Dian. Yang pertama tentu mengulang pertemuan [...]
Ganzen Post lesen »
Veröffentlicht in Alltag, Personal am Oktober 25, 2006 | 2 Kommentare »
Lepas siang. Di dalam gedung bioskop. Gema tembakan. Penyelesaian masalah dengan cepat. It’s so life. Rerintik. Menderas.
Di luar gedung. Masih terasa gema tembakan. Still. It’s life. Hujan masih menderas.
Menunggu reda hujan.Hujan reda. Tanah basah. Wangi. Sejuk. Menyeruak dari dalam tanah. Ke udara.
It’s so Bandung. I mean, i really love the smell and the air of [...]
Ganzen Post lesen »
Veröffentlicht in Personal am Oktober 23, 2006 | Comments Off
Saya gagal. Total.
Ganzen Post lesen »
Veröffentlicht in Opini, Übersetzung am Oktober 10, 2006 | 2 Kommentare »
Ketika salah seorang teman memberitahu bahwa terjemahan roman „Das Parfum – Die Geschichte eines Mörders“ dari Patrick Süskind sudah terbit di Indonesia, saya penasaran dan langsung mencarinya setibanya saya di tanah air. Penasaran, karena dari hasil korespondensi saya dengan Patrick Süskind dan wakil dari penerbit Diogenes (penerbit resmi roman ini dan karya-karya Patrick Süskind lainnya), [...]
Ganzen Post lesen »
Veröffentlicht in Personal am Oktober 8, 2006 | Keine Kommentare »
Saya selalu merasakan keindahan yang berbeda dari setiap purnama. Keindahan dari bias sinar lembut sedikit pucat yang kadang juga tampak kuning benderang, tergantung di mana saya melihatnya. Keindahan yang muncul pada malam musim dingin di atas hamparan salju, saat kelembutan sinarnya menyeruak di sela-sela cemara. Atau keindahannya saat berhadap-hadapan dengan mentari menjelang malam di musim [...]
Ganzen Post lesen »
Veröffentlicht in Personal am Oktober 1, 2006 | Comments Off
Dia terbangun dari tidur
Penuh mimpi tak beratur
Bergegas ikut dengan waktu
Yang tak menunggu
Dia harus bangun
Mau atau tak mau
Jangan harap bisa punya dulu
Karena dulu adalah tabu
Dia pun dipaksa melupakan waktu
Yang ikut membentuk ragu
Karena kenangan atas masa lalu harus
Diputus tanpa ampun
Bandung, 011006
Ganzen Post lesen »