Menangis (karena) Wagner
Veröffentlicht in Uncategorized am August 7, 2006 | 2 Kommentare »
Menangis (karena) Wagner? Duh, segitunya. Ada apa dengan musik Wagner sampai bisa membuat saya menangis? Sebelumnya, harus diluruskan dulu. Saya bukan menangis karena Wagner, tapi menangis dengan diiringi musik Wagner (ini lagi!). Tepatnya diiringi Parsifal: Vorspiel zum 1. Akt yang mengalir tenang lambat kemudian naik pelahan dengan damai, tapi saat itu ternyata cukup menyayat hati [...]